Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Mie setan


__ADS_3

"Akhirnya selesai juga" ujar Devia merenggangkan jarinya dan menutup laptopnya ,dia bangkit dari tempat duduknya.Devia menatap suaminya yang sudah tertidur.


"Katanya mau nungguin aku sampai selesai ngerjain tugasnya tapi mas Skala udah tidur duluan" ujar Devia. Menatap suaminya yang tertidur nyenyak dengan memeluk guling . Devia naik ke ranjang dia mengambil guling yang di peluk Skala dan meletakkan di belakangnya. Gadis itu menggeser tubuhnya dan masuk kedalam pelukan suaminya. Skala makin mengeratkan pelukannya, kakinya menindih kaki Devia yang dia kira guling.


Gadis itu membalas pelukan suaminya dan menutup matanya karna sudah mengantuk.


Skala mengerjapkan matanya dan menatap Devia dalam pelukannya. Pria itu menatap wajah istrinya yang terlihat nyenyak dalam tidurnya.


"Sayang bangun " ujar Skala mencubit pipi chubby Devia yang sudah menjadi kebiasaan baginya saat membangunkan istrinya.Devia mengeliat dalam pelukan Skala .


"Hey bangun sudah shubuh" ujar Skala mencubit hidung Devia.


"Ish jangan di cubit " ujar Devia memukul tangan suaminya dengan mata yang masih tertutup.


"Makanya bangun dulu, sayangku, cintaku, istriku" ujar Skala terkikik geli dengan ucapannya sendiri.


"Cium " pinta Devia


cup


"Lagi "


cup


"lagi "


cup


"Lagi-"

__ADS_1


"Sekali lagi minta cium aku gigit pipi kamu " ujar Skala yang sudah kesal. Devia membuka matanya dan tertawa menatap wajah suaminya yang terlihat kesal.


"Biasanya main nyosor-nyosor aja tapi sekarang aku minta cium marah-marah " celetuk Devia.


"Kalau kamu minta cium terus ke buru habis waktu shubuhnya" gerutu Skala. Pria itu bangkit dari ranjang dan berjalan masuk ke kamar mandi.Sekitar 10 menitan Skala keluar dari kamar setelah selesai berwudhu. Dia menggelengkan kepalanya melihat Devia tidur kembali.


"Devia bangun jangan tidur terus " ujar Skala. Tidak ada cara lain, dia ngangkat tubuh istrinya dan membawa ke dalam kamar mandi seperti biasa.


********


Devia menatap kesal ke arah Skala yang tengah fokus menyetir mobilnya.Pria itu menatap istrinya dan tersenyum namun tidak di balas Devia.


"Kamu kenapa, sayang " ujar Skala mengusap kepala Devia dengan sebelah tangannya dan satu tangannya menyetir mobil.


"Jangan pegang-pegang " ketus Devia mendorong kasar tangan Skala.


"Jangan ke tawa! " teriak Devia dengan menatap tajam pada Skala.


"Kamu lucu tadi hahaha.... " ujar Skala semakin keras tawanya. Devia membuang mukanya menatap kearah jendela mobil dari pada terus menanggapi ucapan suaminya yang terus mengejeknya .Mata Devia berbinar menatap rumah makan yang bertuliskan di depannya menjual mie pedas setan .


"Mas stop!! " teriak Devia menepuk paha suaminya kencang.Sontak Skala merem mendadak mobilnya dan hampir saja kepala Devia membentur depan mobil.


"Devia kenapa minta stop mendadak hah!!Hampir saja kita kecelakaan. Kamu ini lagi hamil kalau kenapa -kenapa dengan anak kita gimana!! Untung tidak ada mobil di belakang mobil kita!! " bentak Skala.


Devia yang baru pertama kali di bentak Skala tidak bisa membendung air matanya. Hatinya terasa sakit di bentak oleh suaminya. Skala mengacak rambutnya karna tidak bisa mengendalikan dirinya .


"Sayang maaf ya, aku gak sengaja bentak kamu" ujar Skala lembut ,dia memeluk Devia yang terisak dalam pelukan.


"Sudah jangan menangis aku gak sengaja bentak kamu . Aku refleks bentak kamu karna takut kenapa-kenapa dengan kamu dan bayi yang ada dalam perut kamu ,sayang " ujar Skala mengusap kepala istrinya dan mencium keningnya.

__ADS_1


Pria itu melepaskan pelukan dan menangkup ke dua pipi Devia.


"Tadi minta stop kenapa? " tanya Skala lembut. Devia melengkungkan bibirnya kebawah dengan air mata yang terus mengalir. Skala jadi gemas melihatnya ,ingin sekali dia menciumi wajah istrinya melihat ekspresi Devia saat menangis saat ini seperti anak kecil.



"A-aku mau itu " tunjuk Devia pada rumah makan yang menjual mie pedas setan. Skala menatap rumah makan yang di tunjuk Devia.


"Gak boleh makan yang pedas-pedas , sayang. Nanti sakit perut makan mie pedas pagi-pagi" ujar Skala.


"Gak mau, aku lagi ke pengen banget makan itu " ujar Devia.


"Makan nasi goreng aja" ujar Skala menego.


"Aku bosen makan nasi goreng terus " ujar Devia.


"Mau itu, mas " ujar Devia menarik-narik ujung baju Skala.


"Aku bilang gak boleh ya gak boleh " ujar Skala tegas. Pria itu menjalankan mobilnya tak menghiraukan tangisan Devia makin kencang di sebelahnya .


"Kamu jahat jadi suami,ini anak kamu yang ke pengen makan mie pedas . Aku gak tanggungjawab kalau anak kamu nanti ileran " ujar Devia menghapus air matanya .


"Tuhkan make up aku luntur gara-gara kamu " gerutu Devia melihat wajahnya dipantulan cermin.



Mascara Devia luntur karna menangis membuat kantung matanya dan pipinya menghitam. Gadis itu menghapus memakai tissue di pipinya dan kantung matanya dengan kasar karna merasa kesal dengan Skala . Pria itu tidak memperdulikan Devia yang terus mengomel.


Mungkin rumah tangga Skala dan Devia terlihat harmonis tapi masalah rumah tangga pasti ada tapi hanya masalah kecil, biasanya Devia yang mulai duluan. Dan untungnya Skala bisa menghadapi ke lakuan istrinya ini.

__ADS_1


__ADS_2