Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Adu mulut


__ADS_3

Adam mengusap foto figura adiknya, Fira. Dia sangat merindukan adik perempuannya, Adam sudah mencari kemana-mana keberadaan Fira tapi nihil tidak membuahkan apapun. Sudah satu bulan pencarian Fira setelah dia pulang dari luar negri dan baru tau adik kesayangannya itu di usir oleh ayahnya,tanpa mengatakan alasan sebenarnya kenapa ayahnya mengusir Fira .Pria paruh baya itu hanya mengatakan bahwa Fira melakukan kesalahan yang sangat besar dan menjadi aib buruk bagi keluarga ini .


Adam Saputra atau kerap di panggil Adam melanjutkan pendidikan kuliahnya di Amerika Serikat universitas Harvard University, dia mengambil jurusan bisnis karna akan memegang perusahaan ayahnya setelah menyelesaikan pendidikannya dan akan menggantikan posisi Arya,ayahnya.


Arum masuk kedalam kamar putranya, dia menatap sendu pada Adam yang duduk di tepi kasur dan terus memegangi foto Fira. Wanita paruh baya itu mengusap air matanya yang seketika jatuh membasahi kulit wajahnya. Dia berjalan mendekati Adam dan menyentuh pundak putranya tersebut.


"Nak ,ayo kita makan dulu. Ayah sudah nungguin kamu di meja makan " ujar Arum lembut, pria itu mendongak menatap bundanya.


"Aku tidak lapar bun, kalian saja yang makan " jawab Adam. Arum menghela napas melihat perubahan Adam yang dulu selalu ceria kini menjadi pendiam setelah tau Fira di usir.


"Ayo Adam makan nanti ayah marah, kamu sudah beberapa hari ini selalu jarang makan " ujar Arum mencoba membujuk.


"Bunda, bagaimana aku bisa makan sedangkan Fira di luar sana makan apa? Tidur di mana? Apa dia baik-baik saja? Aku begitu menghawatirkan dia apalagi semua fasilitas dari ATM dan uang Fira di sita ayah. Sebenarnya apa yang membuat ayah mengusir Fira, bunda? Kenapa kalian tidak mau mengatakan yang sebenarnya" lirih Adam menatap kearah Arum.


"Maaf nak, bunda tidak bisa mengatakan yang sebenarnya karna ayah melarang " ujar Arum.


"Sebesar apa kesalahan Fira hingga ayah tega mengusirnya?Apa ayah tidak khawatir dengan Fira, dia itu perempuan bila terjadi apa-apa bagaimana? Aku mohon bunda beritahu sebenarnya apa kesalahan Fira hingga dia di usir " ujar Adam sedikit memaksa agar bundanya mengatakannya.


"Adik kamu hamil di luar nikah " jawab Arya yang sudah berdiri di depan pintu.Tubuh Adam seketika membeku mendengar ucapan ayahnya, dia menggelengkan kepalanya tak percaya.


"Gak mungkin Fira hamil di luar nikah!Dia sangat menjaga dirinya. Pasti ayah bohongkan tidak mungkin Fira melakukan suatu yang salah seperti itu. Aku tau betul bagaimana sifat Fira, dia bukan perempuan yang dengan mudah menyerahkan dirinya pada laki-laki lain" bantah Adam .


"Tapi itu kenyataannya Adam. Adik kamu hamil di luar nikah, ayah mengusir dia karena tidak mau mengatakan siapa laki-laki yang telah menghamilinya! Ayah juga tidak mau Fira pergi tapi itu pilihannya. Kamu pikir ayah tidak mengkhawatirkan Fira yang berada di luar sana, bahkan ayah begitu mengkhawatirkan Fira " ujar Arya dengan mata berair. Adam terdiam dia mengingat laki-laki yang dekat dengan Fira dan dia ingat bahwa adiknya pernah mengenalkan Dafa yang merupakan kekasih dari Fira, adiknya. Dan bisa jadi laki-laki yang menghamili Dafa karna laki-laki itu yang paling dekat dengan Fira.

__ADS_1


"Apa jangan-jangan yang menghamili Fira adalah Dafa. Karna laki-laki itu membatalkan pertunangannya dengan Fira " ujar Adam. Arum dan Arya terdiam membeku mendengar ucapan Adam, mereka tidak berpikir sampai sana kalau orang yang kemungkinan besar yang menghamili Fira adalah Dafa , karena laki-laki itu yang paling dekat dengan Fira.


*******


Dafa duduk karpet plastik dan duduk menghadap Irfan yang mengotak-atik ponselnya. Sedangkan Fira ada di dalam kamar memberikan ASI pada Naya. Dua pria itu hanya diam tanpa berbicara apapun.


"Kamu kenal Fira dimana? " tanya Dafa yang mulai membuka suara. Irfan menghentikan jarinya memainkan ponsel dan menatap kearah Dafa.


"Aku kenal dia di rumah sakit, kemaren setelah dia melahirkan anaknya ,dokter Reni meminta aku mengazani anak Fira . Karna ayah dari bayi itu, tidak ada. Kata Fira sibuk kerja jadi tidak bisa datang ke rumah sakit tapi sesibuk apa hingga membiarkan seorang perempuan berjuang melahirkan anaknya sedangkan... aku lupa Fira tidak memiliki suami " ujar Irfan menyindir Dafa. Sedangkan Dafa menatap tajam pada Irfan yang tersenyum meremehkan dirinya.


"Apa kamu sedang menyindir ku " ujar Dafa dengan nada datar namun penuh penekanan.


"Oh ,apa kau tersindir tapi kenapa? Apa kau pria yang sudah menghamili Fira , iya? " ujar Irfan kembali memancing emosi Dafa. Dia tidak suka dengan Dafa karena telah membuat Fira menderita dan lepas tanggung jawab dengan kesalahannya dan juga tidak suka melihat pria itu memeluk Fira di hadapan seakan hatinya tak rela gadis itu di sentuh oleh Dafa . Dafa bangkit dari tempat duduknya dan menarik kerah jaket Irfan, refleksi pria itu berdiri karna tarikan kasar di kerah jaketnya.


"Ini bukan urusan kamu, lagi pula aku dan Fira sebentar lagi akan menikah . Dan kamu seperti duda yang butuh belaian hingga mengincar calon istri ku. Aku juga seorang pria yang bisa melihat dari tatapan mata dan gerak-gerik tubuh kamu,bahwa kamu tertarik dengan Fira tapi itu tidak akan ku biarkan , dia milikku hanya miliku dan juga ibu dari anak-anak ku . Jangan memakai cara murahan yaitu berusaha merebut Fira dari ku. Setidaknya kamu punya harga diri , kasihan anak kamu kalau tahu ayahnya tukang merebut istri orang , miris" ujar Dafa tersenyum remeh dan tertawa melihat wajah Irfan yang memerah menahan emosinya.


Irfan langsung memukul Dafa dengan kuat, membuat pria itu hampir jatuh tersungkur. Dia merasa Dafa sedang menjatuhkan harga dirinya, dan tau dari mana Dafa bahwa dia berstatus duda?Dafa mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah dan anehnya dia terkekeh.


"Ternyata kamu mudah terpancing ya? Kenapa? Apa kamu tersindir atau tersinggung dengan ucapan ku ? Tapi menurut ku sikap kamu seperti anak kecil, langsung melakukan kekerasan fisik karna tidak bisa mengelak dan juga emosi kamu mudah terpancing" ujar Dafa.


"Jaga ucapan kamu itu, seharusnya kamu yang sadar diri karna telah menghamili Fira dan setelah puas dengan aksi bejat mu itu meninggalkan Fira begitu saja , itu namanya pria brengsek " ujar Irfan menunjuk tepat di wajah Dafa.


"Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dan tidak ada manusia yang luput dari namanya dosa maupun dari sebuah kesalahan. Dan kamu berkata seperti itu seakan tidak pernah melakukan kesalahan dan merasa lebih baik dari aku. Jangan pernah menuduh seorang tanpa tau kebenerannya karna bila kebenaran itu terungkap kamu yang akan malu " ujar Dafa dengan nada bicara santai .Irfan mengepalkan tangannya, dia kembali melayang tinjuan pada Dafa tapi Fira tiba-tiba keluar dari kamar.

__ADS_1


"Kalian kenapa? " tanya Fira melihat Irfan dan Dafa menatapnya dengan tersenyum manis.


"Tidak pa-pa kami sedang menunggu mu , apa sudah selesai memberikan ASI pada anak si pria ini? " tanya Dafa sambil menoleh menatap menatap Irfan yang ada di sebelahnya.


"Sudah" ujar Fira berjalan mendekati Irfan hendak memberikan Naya pada Irfan tapi di halangi oleh Dafa.


"Biar aku yang menyerahkan Naya pada si pria ini" ujar Dafa langsung mengambil Naya dalam gendongan Fira dan langsung memberikannya pada Irfan sambil membisikkan sesuatu.


"Jangan datang kesini, karna aku akan selalu berada di rumah ini " bisik Dafa mengusap kepala Naya yang menatap dirinya.


"Anak kamu cantik" ujar Dafa pada Irfan. Fira mengkerutkan dahinya melihat Irfan menatap tak suka pada Dafa, entah ada masalah apa di antara mereka berdua.



Dafa tersenyum melihat El sudah bangun dari tidurnya. Bayi itu menendang-nendang kakinya ke udara seakan senang melihat Dafa. Pria duduk di sisi kasur dan menciumi pipi chubby El.


"Kangen ya sama ayah sampai seneng kaya gitu lihat ayah datang " ujar Dafa menatap El menjulurkan lidahnya sambil tersenyum.


Fira masuk ke dalam setelah mengantarkan Irfan sampai depan pintu keluar. Dia memperhatikan El yang terlihat begitu senang melihat Dafa. Apa dia harus belajar memaafkan Dafa dan melupakan kejadian buruk itu?


"Kamu belum mau pulang? " tanya Fira yang kini mulai bicara dengan nada lembut. Dafa menoleh menatap ke arah Fira dan mensejajarkan posisinya duduknya dengan gadis tersebut yang duduk di sebelahnya.


"Sepertinya aku tidak bisa pulang karna aku masih sangat merindukan El. Lihat anak kita dia sangat senang melihat kedatangan ku. Karna El tau bahwa aku ayah kandungnya karna ikatan batin kami yang begitu kuat . Fira menikahlah dengan aku kita besarkan El sama-sama, kesampingkan ego kamu itu pikirkan El yang butuh kasih sayang kita berdua " ujar Dafa meraih tangan Fira dan menggenggamnya lembut. Matanya menatap Dafa yang penuh harap agar dia mau menikah dengan pria ini. Dafa melihat Fira hanya diam saja tidak merespon ucapannya ,dia tersenyum pilu sepertinya gadis ini benar-benar tidak mau menikah dengan dirinya.

__ADS_1


"Kalau kamu tidak mau.... aku juga tidak bisa memaksa kamu untuk menikah dengan aku.Tapi sekali lagi aku katakan pikirkan El , dia masih kecil dan butuh kita berdua " ujar Dafa melepaskan genggaman tangannya pada tangan Fira.


Dafa kembali mengajak anaknya bercanda walau hatinya merasa takut dan gelisa bila Fira tidak mau menikah dengannya.Fira memperhatikan Dafa dengan tatapan yang sulit di artikan pada pria tersebut dan beralih menatap El yang tertawa lepas.


__ADS_2