
Dafa meraih tangan Meisya dan menarik dengan kasar membuat gadis itu mengikuti langkah kaki pria tersebut.
"Dafa kamu mau bawa dia kemana? " tanya Dinda menatap sinis pada Meisya.
"Aku mau membawa dia ke rumahnya, dan mengatakan kepada kedua orang tuanya bahwa rencana pernikahan di batalkan" jawab Dafa kembali menarik tangan Meisya yang hanya bisa pasrah, tenaganya sudah habis setelah di beri pukulan dan jambakan dari Dinda.
"Masuk " ujar Dafa dengan datar. Meisya masuk ke dalam mobil dan duduk di jok mobil belakang. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi kedua orang tuanya bila tau kesalahan apa yang dia buat. Mobil hitam itu berjalan meninggalkan pekarangan rumah Dafa untuk menuju rumah Meisya.
Dinda hanya bisa menghela napas kasar. Dia telah salah menjodohkan Dafa dengan Meisya yang begitu jahat dan orang yang telah membuat dia membenci Fira bahkan mencaci maki dan menghina gadis itu.
"Mas, apa Fira mau maafin aku? Aku begitu menyakitinya bahkan lupa dengan kebaikan Fira yang sudah mendonorkan ginjal untuk Devia , karna rasa kecewa dan marah saat itu ketika melihat foto Fira tidur dengan laki-laki lain, aku langsung membencinya tanpa mencari kebenaran dari foto tersebut" lirih Dinda menatap suaminya. Devan memeluk istrinya dan mengusap kepala Dinda lembut.
"Pasti dia akan memaafkan kamu, Fira, dia anak yang baik bahkan dia mau mendonorkan ginjalnya pada Devia tanpa memikirkan resiko apa yang akan dia dapat. Pasti dia akan memaafkan kita dan juga Dafa, semoga Fira mau memaafkan Dafa" ujar Devan . Dinda menganggukkan kepalanya lemah.
******
Dafa sampai di depan rumah Meisya, dia langsung turun dari mobil . Gadis itu langsung turun dari mobil sebelum pria itu menyeretnya secara paksa agar keluar dari mobil. Meisya hanya bisa meremas bajunya yang sudah kotor.
Pintu rumah terbuka setelah Dafa mengetuk pintu rumah orang tua Meisya.Adrian menatap Dafa yang sudah berdiri di depan pintu, matanya beralih menatap putrinya yang berada di belakang pria tersebut dengan menunduk. Keysa langsung mendekati Meisya, yang menatap dirinya dengan mata berkaca-kaca.
"Bunda hiks... " Meisya langsung memeluk Keysa dengan erat. Tangisan Meisya yang terdengar sangat pilu membuat orang tua dari gadis itu merasa sakit hati apalagi dengan keadaan Meisya yang begitu kacau dan wajah yang memar entah apa yang di lakukan Dafa pada Meisya.
Keysa hanya diam tanpa ingin membalas pelukan putrinya, dia benar-benar kecewa dengan Meisya.
"Bunda, maafin aku hiks.... Aku sudah buat kesalahan yang fatal maafkan aku hiks... Aku sudah buat kalian kecewa hiks... " Meisya menangis dengan derai air mata yang membasahi bahu Keysa.
"Bunda kecewa dengan kamu Meisya, kamu bunda didik untuk menjadi orang yang baik tapi kamu malah menjadi orang yang begitu jahat dan licik" lirih Keysa dengan air mata yang jatuh membasahi pipinya.
"Bunda gagal mendidik kamu, bunda tidak becus mendidik kamu hiks... " Keysa menangis dengan air mata yang deras, orang tua manapun akan kecewa saat mengetahui anak yang mereka didik menjadi orang yang begitu jahat dan menghancurkan kehidupan orang lain. Meisya menggelengkan kepalanya saat bundanya menyalah dirinya sendiri.
"Bunda gak salah hiks... Aku yang salah terlalu memaksakan kehendak aku agar bisa mendapatkan Dafa dan melakukan cara seperti ini, bunda jangan menyalahkan diri sendiri . Meisya yang salah, maafin Meisya" ujar Meisya berlutut di depan Keysa.Sedangkan wanita itu memejamkan matanya merasakan kristal jatuh bening membasahi kulit wajahnya.
Dafa hanya menatap datar pada Meisya, dia beralih menatap Adrian yang terus menatap kearah istri dan anaknya dan terlihat di mata pria itu yang begitu kecewa dan terluka dengan kelakuan putrinya.
"Saya kesini ingin membatalkan pernikahan saya dengan Meisya" ujar Dafa. Kesya dan Adrian langsung menatap kearah Dafa.
"Kenapa harus di batalkan? Kami sudah menyebarkan undangan pernikahan kalian " protes Keysa yang tidak terima dengan keputusan Dafa.Sedangkan Meisya hanya bisa pasrah menerima ini semua, toh tidak ada gunanya dia menentang keputusan Dafa karna semuanya pasti akan tetap terjadi.
__ADS_1
"Keysa" tegur Adrian pada istrinya.
"Mas, kamu itu gimana sih, pernikahan anak kita batal, apa kamu tidak malu dengan keluarga kita dan orang-orang yang kita undang,setelah tau pernikahan di batalkan. Meisya memang salah tapi kenapa berimbas dengan pernikahannya " ujar Keysa,menurutnya sesalah apapun Meisya dia tidak mau anaknya jadi bahan cibiran orang-orang karna batalnya pernikahan Meisya.
"Ini sudah keputusan saya, dan saya juga akan menikahi Fira untuk mempertanggung jawabkan kesalahan saya dengan Fira. Seharusnya yang patut tante salahkan itu Meisya, karna dia pernikahan ini batal " ujar Dafa. Keysa langsung bungkam dengan ucapan Dafa, yang memang benar adanya.
"Dafa maafkan kesalahan putri om.Tidak pa-pa kamu membatalkan pernikahan ini, om memakluminya, om juga bila di posisi kamu pasti akan melakukan hal yang sama " ujar Adrian .
"Kalau begitu saya pamit, tapi saya peringkatkan bila Meisya masih berani mengganggu kehidupan saya dan Fira jangan salahkan saya bila Meisya saya jebloskan ke penjara. Saya masih berbaik hati tidak melaporkannya ke polisi " ujar Dafa yang langsung beranjak pergi dari hadapan mereka bertiga.
Dafa masuk kedalam mobil setelah. Aldo mulai menjalankan mobilnya meninggalkan depan rumah Adrian.
"Apa kamu sudah mendapatkan alamat tempat tinggal Fira? " tanya Dafa yang menyandarkan tubuhnya di jok mobil.
"Sudah tuan, Fira tinggal di kontrakan yang tidak jauh dari sini " jawab Aldo.
"Kontrakan" beo Dafa yang kaget ketika tau Fira dan anaknya tinggal di kontrakan.
"Iya tuan, apa kita langsung ke kontrakan Fira? " tanya Aldo. Dafa menganggukkan Kepalanya sebagai jawaban. Mobil melaju dengan cepat agar segera sampai di kontrakan Fira. Dafa menatap lurus kedepan, dia menjadi merasa sangat bersalah karna dirinya Fira harus menderita seperti ini walau penyebab dan dalang ini semua adalah Meisya.
"Apa kamu akan memaafkan aku Fira " gumam Dafa pelan.
******
"Kenapa kamu harus melakukan ini hah?!! Kamu mempermalukan ayah dan bunda. sekarang kamu puas,puas melihat ayah dan bunda menanggung malu di hadapan Dafa dan keluarganya, hah!! " bentak Adrian pada Meisya.
Meisya menggelengkan kepalanya pelan, dia tidak ada niat untuk mempermalukan kedua orang tuanya. Dia hanya ingin mendapatkan Dafa dan menikah dengan pria yang dia cintai , apa itu salah? Keysa hanya bisa menangis di depan pintu melihat suaminya memarahi dan membentak putri sulungnya itu . Dia juga tidak bisa membela Meisya karna putrinya memang salah.
"Kamu ayah kurung di kamar, jangan harap kamu bisa keluar dari kamar ini. Ayah salah memberikan kamu kebebasan dan kamu anak yang tidak tau diri, sudah di rawat sejak kecil, didik dan di sekolahkan mahal-mahal tapi kamu malah menghancurkan kehidupan orang lain seperti tidak memiliki attitude dan adab. Seharusnya kamu pikir Meisya, kamu itu perempuan tidak seharusnya melakukan itu pada Fira sampai dia harus kehilangan keperawanannya.Dasar anak tidak ada gunanya!! " ujar Adrian .Dada Meisya terasa sesak dan hatinya begitu sakit mendengar kalimat pedas dari ayahnya.
"Maaf, ayah hiks.... Meisya memang salah hiks.... " ujar Meisya lirih. Adrian mengusap wajahnya kasar, dia langsung keluar dari kamar dan mengunci pintu kamar Meisya.
Gadis itu menelungkupkan kepalanya dengan isakan tangisan yang begitu pilu. Keysa berdiri di depan pintu Meisya , dia begitu sakit mendengar tangisan putrinya yang begitu pilu.
******
Fira meletakkan El di kasur dengan handuk kecil yang membalut tubuh polos bayi tersebut. Gadis itu baru selesai memandikan El .
__ADS_1
"Aduh harumnya anak bunda, seger ya badannya karna sudah mandi, iya? " ujar Fira menggesekkan hidungnya di perut El membuat bayi itu tertawa memperlihatkan gusi yang belum di tumbuhi gigi. El menarik rambut panjang Fira yang mengenai wajahnya.
Fira hanya tersenyum melihat El memainkan rambutnya. Dia memakaikan baju dan celana pada anaknya.
"No El, gak boleh rambut bunda di masukin ke mulut" tegur Fira menarik rambutnya dari genggaman tangan mungil El. Dia mencepol rambutnya asal agar El tidak memainkannya lagi.
"Unddadadada" El menangis ketika tidak bisa lagi memainkan rambut Fira. Fira mengangkat tubuh El dan menangkan anaknya agar tidak menangis lagi .
"Sssstt, sayang jangan nangis , El gak boleh mainin rambut bunda apalagi mau di masukin ke mulut gak boleh ya" ujar Fira mencium pipi gembul El dengan gemas.
Suara ketukan pintu membuat Fira terhenti menciumi putranya. Dia berjalan ke pintu keluar , Fira perlahan membuka pintu dan mendapati pria berdiri di depan pintu dengan posisi membelakanginya. Gadis itu merasa tidak asing dengan postur tubuh pria ini.
"Maaf cari siapa ya? " tanya Fira pada pria yang membelakanginya. Mata Fira membulat sempurna ketika pria itu membalikkan tubuhnya.
"Ngapain kamu kesini hah!!! Pergi kamu dari rumah aku! " usir Fira dengan ketus pada Dafa .
"Fira aku minta maaf, aku sudah tau semuanya kalau aku yang sudah menghamili kamu, ini semuanya rencana Meisya agar kita berdua berpisah dan agar aku membenci kamu " ujar Dafa mencoba menjelaskan. Fira kaget mendengar ucapan Dafa , dia tidak menyangka Meisya akan berbuat seperti itu.
"Fira aku minta maaf, aku akan mempertanggun jawabkan kesalahan aku. Aku akan segera menikahi" ujar Dafa dengan tatapan sendu pada Fira.
"Aku tidak sudi menikah dengan kamu dan menjadikan kamu ayah dari anak aku. Kamu adalah orang yang sudah membuat kehidupan aku hancur, memang Meisya yang salah dalam masalah ini. Tapi kamu lebih salah lagi,karna langsung menuduh aku berselingkuh dan menganggap aku wanita murahan. Tanpa mencari tau kebenarannya, hanya melihat foto yang di kirim oleh seseorang yang tidak kamu kenal, kamu langsung percaya! " ujar Fira.
"Fira aku minta maaf, aku memang salah tapi beri aku kesempatan satu kali ,Fira.Untuk memperbaiki semuanya , aku janji akan membuat kamu bahagia " ujar Dafa.
"Tidak pantas aku memberi kesempatan pada kamu, pria brengsek. Perlakuan kamu sama aku sudah begitu menyakiti aku dan membuat aku menderita . Dan apa membahagiakan? Hahaha.... Tapi aku suka bahagia dengan kehidupan aku yang sekarang, semenjak El lahir kedua ini . Aku sudah bahagia dengan kehidupan aku, dan aku tidak butuh tanggung jawab kamu" ujar Fira.
"Aku tau sikap dan perlakuan aku salah dan menyakiti kamu. Tapi apa salahnya kamu memberi aku kesempatan, untuk membuktikan bahwa aku benar-benar ingin menebus kesalahan aku. Fira kamu jangan egois, El butuh sosok ayah,apa kamu tega membiarkan dia tumbuh tanpa aku ayah kandungannya" ujar Dafa.
"El anak aku bukan anak kamu!!! Aku yang berjuang mati-matian mempertahankan El saat kamu ingin menggugurkannya . Dan aku yang bertaruh hidup dan mati berjuang melahirkan anak aku tanpa di dampingi siapa pun , termasuk kamu. Dengan mudahnya kamu mengatakan El anak kamu. Bahkan kamu tidak pantas di sebut seorang ayah . Aku tidak mau menikah dengan kamu!! " bentak Fira dan langsung masuk kedalam rumah.
Brakk
Fira menutup dengan kasar, meluapkan emosinya. Dafa menatap nanar pintu yang sudah tertutup rapat itu.Rasa sakit dan sesak menjalar di seluruh tubuhnya. Mungkin ini yang di rasakan Fira saat dia membentak dan memarahinya. Dafa menghela napas kasar dan tersenyum pilu mendapat penolakan Fira, tapi dia tidak akan menyerah untuk bisa menikahi Fira dan bisa hidup bahagia dengan keluar kecilnya.
Dafa beranjak pergi dari dengan pintu kontrakan Fira dan masuk kedalam mobil.Fira mengintip dari jendela kaca dengan air mata yang sudah berderai. Luka yang di torehkan Dafa masih membekas di hatinya dan sangat sulit untuk bisa melupakan perlakuan pria itu padanya.
Bersambung...
__ADS_1
Setelah ini baru aku update cerita Skala dan Devia, mohon bersabar ya