
Ara menatap wajah tampan Azka yang memenuhi layar ponselnya. Mereka sedang melakukan video call, padahal baru saja pria itu mengantarkan kekasih mungilnya itu ke hotel.
"Kenapa nelpon hmm? " tanya Azka memperhatikan wajah Ara yang terus menampilkan senyuman manisnya membuat lengsung pipi sebelah kiri gadis itu terlihat.
"Aku kangen kamu " ujar Ara dengan memanyunkan bibirnya membuat gadis itu semakin menggemaskan di mata Azka.
"Kan sudah seharian sama aku, kenapa masih kangen ? " tanya Azka terkekeh.
"Gak tau kenapa tapi aku selalu kangen, kangen dan kangen sama kamu, kaya nya ini pertanda deh" ujar Ara. Membuat Azka mengerutkan dahinya.
"Pertanda apa? " tanya Azka penasaran.
"Pertanda agar kamu cepat-cepat nikahin aku " ujar Ara tertawa pelan.
"InsyaAllah, kalau aku sudah banyak uang dan tabungan aku sudah cukup, aku bakal ngelamar kamu " ujar Azka.
"Bener ya, nanti lamar aku kalau kamu sudah banyak uang " ujar Ara terlihat senang dan gembira . Ara dan Azka menjalin kedekatan saat gadis itu magang di kantor milik Skala . Sebenarnya Azka bukan menjabat sebagai ceo tapi dia sebagai asisten Skala dan Ara menjadi sekretaris Skala. Entah sejak kapan perasaan aneh itu muncul di hati Azka pada Ara ,gadis yang memiliki wajah imut dan bertubuh mungil. ******
Fira membuka matanya perlahan,dia mengerjap -ngerjapkan matanya .Wanita yang memiliki warna mata coklat jernih itu mendongak menatap Dafa yang masih tertidur dengan memeluk tubuhnya . Tangannya terangkat menyentuh setiap lekuk wajah tampan Dafa. Dia seperti melihat Elang saat dewasa, putranya karna wajah Dafa dan Elang sangat mirip .
Dafa menahan tangan Fira saat istrinya ingin menyentuh pipinya , membuat wanita itu tersentak kaget ketika pergelangan tangannya di pegang Dafa.Pria membuka matanya dan menatap kearah Fira yang masih berada di pelukannya.
__ADS_1
"Kenapa tidak sekalian di cium? " ujar Dafa dengan wajah tanpa ekspresi.Seperti maling tertangkap basah Fira tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia begitu malu dengan Dafa karna ketahuan menyentuh dan memperhatikan wajah suaminya.
"Tidah usah malu kita sudah menjadi suami-istri " ujar Dafa membelai pipi Fira dengan lembut membuat pipi wanita itu memerah seperti kepiting rebus.
Dafa mengangkat dagu Fira membuat dia mendongak menatap suaminya. Matanya bertemu dengan mata suaminya yang tajam seperti Elang . Pria itu mendekatkan wajahnya pada Fira hingga mengikis jarak di antara mereka berdua . Hembusan napas Dafa bisa Fira rasakan menerpa wajahnya membuat seketika tubuhnya menegang dan seakan tersengat listrik.
Tangan Fira mencengkram baju kaos Dafa saat bibir itu menempel sempurna di bibirnya. Dia memperhatikan Dafa yang menutup matanya dan menggerakkan bibirnya. Pria itu mengigit pelan bibir bawah Fira agar membuka mulutnya agar semakin Dafa leluasa .
"Cukup! " ujar Fira mendorong Dafa yang bahkan belum puas , baru dua puluh detik dia mencium bibir berwarna merah jambu itu.
"Kenapa? " tanya Dafa.
"Aku mau mandi dulu, sebentar lagi azan shubuh" ujar Fira bergegas bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.
*******
Dafa dan Fira sedang sarapan pagi di restoran hotel . Pria itu menyuapkan makanannya ke mulut. Setelah peristiwa pagi tadi Fira menjadi canggung terhadap Dafa entah malu atau marah pada pria tersebut.
"Mau tambah lagi? " tanya Dafa melihat stik daging yang di makan istrinya sudah habis tapi Fira tidak menyadarinya, dia terlalu gugup dan canggung saat berdekatan dengan Dafa. Dulu dia tidak seperti ini tapi setelah menikah dia menjadi canggung dan sikap Dafa juga mulai berubah menjadi dingin dan wajah tanpa ekspresi namun pria itu tetap memperlihatkan perhatiannya pada Fira.
"Sudah kenyang " jawab Fira. Dafa manggut-manggut mendengar jawaban Fira sambil memakan nasi gorengnya.
__ADS_1
"Hari ini kita pulang , tapi ke rumah yang sudah aku beli . Barang-barang kamu dan Elang sudah di pindahkan ke rumah itu . Tidak pa-pakan bila tinggalnya di rumah aku bukan di rumah orang tua kamu ? " tanya Dafa. Bagaimana pun dia tetap menanyakan ini semua pada Fira karna bila tidak menanyakan ini pada Fira sama saja dia mengambil keputusan tanpa meminta pendapat istrinya.
"Aku ikut keputusan kamu , karna aku juga sudah menikah dengan kamu. Dan kemanapun kamu pergi aku akan ikut . Karna aku sudah menjadi tanggung jawab kamu dan sudah seharusnya seorang istri ikut kemanapun suaminya membawa " ujar Fira menatap kearah Dafa yang tersenyum lebar kearahnya.
Pria itu mengenggam tangan Fira dan mengecup punggung tangan istrinya dengan lembut.
"Terima kasih, telah memaafkan kesalahan ku di masa lalu dan setia menungguku selama empat tahun . Maaf mungkin sikap ku terlihat dingin tapi percayalah aku sangat mencintai kamu dan juga menyayangi Elang " ujar Dafa dengan nada suara yang terdengar tulus.
"Aku tau, setiap orang memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa cintanya. Dan lupakan masa lalu yang membuat kamu masih merasa bersalah . Kini jalani masa sekarang dan tata masa depan kita berdua dan juga Elang . Aku tidak mau mengingat masa lalu yang akhirnya membuat aku kembali bersedih " ujar Fira menatap sendu pada Dafa.
"Iya, aku beruntung mendapatkan kamu, dan dulu sangat bodoh telah menyakiti kamu " ujar Dafa kembali mencium punggung tangan kanan istrinya.
******
Ara berlari kearah pintu keluar setelah mendengar suara ketukan pintu .Mulutnya masih mengunyah sarapan pagi yang dia pesan dari restoran di hotel. Gadis itu mengkerutkan dahinya melihat dua orang pria dengan pakaian seperti bodyguard berdiri di depan pintu.
"Kalian cari siapa? " tanya Ara menatap dua orang tersebut. Satu pria langsung membekap mulut Ara dengan sapu tangan yang di berikan cairan obat bius.
Ara memberontak tapi kesadarannya mulai menghilang karna cairan obat bius itu. Pria itu langsung mengangkat tubuh mungil Ara yang sudah tak sadarkan diri.
"Mau dia bawa kemana dia? " tanya satpam yang berjaga di depan lobby hotel. Satu pria mengeluarkan kartu dan memperlihatkan kartu nama dan foto pemilik hotel tersebut.
__ADS_1
"Dia calon istri dari pemilik hotel ini " ujar pria tersebut. Dengan cepat satpam itu memberikan jalan pada dua orang tersebut.
Bersambung...