Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Romantis


__ADS_3

Skala mengobati luka di sudut bibir Devia, dia meniup luka yang sudah di obati.


Cup


Skala mencium sudut bibir isternya membuat Devia membelalakan matanya. Gadis itu menatap Skala yang juga menatapnya. Pria itu mengusap pipi istrinya lembut dan mencium pipi, kelopak mata, dan kening Devia.


"Jangan ada air mata yang jatuh di pipi kamu kecuali air matamu bahagia. Tangisan mu karna ulah seseorang bisa saja membangkitkan jiwa liarku karna ayah selalu mengajarkan ku untuk selalu melindungi wanita yang di cintai bagaimana manapun caranya. Aku marah , aku murka dan tak terkendali karna tidak terima dirimu di perlakukan seperti itu karna itu semua wujud cintai aku ke kamu membuat ku memaksakan diri seperti itu " ujar Skala. Pria itu menempelkan dahinya dengan dahi Devia. Deru napas mereka saling beradu mata mereka saling terpejam merasakan hembusan napas satu sama lain.


Sifat Skala yang tak terkendali, tak bisa mengendalikan emosi, dan amarah itu menurun dari sifat ayahnya Sakha yang juga seperti itu .


Devia menjauh dari Skala , dia bangkit dari sofa dan duduk di pangkuan suaminya mengalungkan tangan di leher Skala.

__ADS_1


Cup


Devia mencium bibir Skala singkat membuat pria itu tersenyum lebar yang biasanya istrinya tidak mau memulainya duluan. Skala merapikan rambut yang menutupi wajah istrinya.


"Mulai nakal ya sekarang" ujar Skala mencubit pipi Devia karna gemas.


"Gak pa-pa kalau nakalnya sama suami " ujar Devia dengan tertawa kecil.


"Iya kalau itu yang terbaik untuk aku dan bayi kita " ujar Devia memeluk Skala.


Pria itu membalas pelukan istrinya dan mengusap bahu Devia lembut. Lelaki terbaik tau bagaimana menghargai dan memperlakukan seorang wanita dengan baik terlebih lagi bila wanita tersebut istrinya. Beruntung Devia mendapatkan Skala yang memiliki sifat lembut dan penyayang pada orang yang di cintainya. Dan Skala pria yang terbaik karna bisa menerima kekurangan dan kelebihan istrinya walau sifat istrinya yang terbilang masih seperti anak kecil dia tetap sabar menghadapinya.

__ADS_1


Jangan banyak menuntut pasangan mu untuk sempurna karna Allah memasangkan mu untuk saling melengkapi kekurangan dan kelebihan pasanganmu masing-masing~Skala~


"Ayo kita pulang, pasti kamu capek perlu istirahatkan " ujar Skala.


Devia bangun dari pangkuan Skala pria itu meraih tangannya istrinya dan mengenggamnya lembut. Mereka berdua keluar dari ruangan Skala, Devia memeluk lengan suaminya di depan mahasiswa yang lain karna tidak ada lagi yang di tutup-tutupi tentang hubungan mereka. Semua orang menatap iri dan juga menganggap Devia beruntung mendapatkan suami seperti Skala yang galak tapi bersifat lembut dengan Devia.Merasa di perhatikan oleh para mahasiswa di Koridor membuat Devia memiliki sebuah ide, agar mereka iri dan juga menyatakan Skala hanya miliknya. Devia berhenti melangkah kan kakinya membuat Skala yang mengenggam tangan istrinya juga terhenti, pria itu mengangkat satu alisnya menatap Devia.


"Mas aku mau di gendong, kaki aku pegal jalan terus " ujar Devia dengan nada manja. Skala langsung menggendong tubuh mungil istrinya dan berjalan menuju ke parkiran. Devia menatap ke belakang dan menjulurkan lidahnya pada mahasiswa yang lain seakan mengejek sekarang tidak ada yang berani padanya karna dia istri dosen. Orang-orang yang menatap tingkah Devia yang terbilang masih seperti anak kecil hanya terkekeh geli .


Skala memiliki sifat pendiam, tegas dan dewasa berbanding terbalik dengan Devia yang manja, mulutnya tidak bisa diam dan sikapnya masih seperti anak kecil, perpaduan dua orang yang saling bertolak belaka namun bisa menerima satu sama lain.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2