
Skala mengakhiri sholat isya dengan salam dan mengusap wajahnya dengan tangan setelah selesai dengan sholat di makmumi oleh Devia. Pria itu menengadahkan kedua tangannya di atas langit-langit berdoa pada sang maha kuasa agar pernikahan mereka di berkahi dan kehamilan Devia selalu di jaga sertai doa lainnya. Devia ikut menengadahkan kedua tangannya setiap untaian doa yang di ucapkan Skala selalu di aamiini oleh Devia.
Setelah selesai Skala berbalik ke belakang menghadap Devia. Gadis itu langsung meraih tangan Skala dan menciumnya, setelah itu Skala mencium kening dan pipi istrinya dengan lembut.
"Sini duduk di pangkuan aku " titah Skala. Devia menurut dia duduk di pangkuan suaminya dan menyandarkan punggungnya di dada bidang Skala. Pria itu mengusap perut istrinya yang tertutup mungkena.
"Jadi anak yang pintar , sholeh, dan jagain mama kalau pa-pa udah gaada lagi " ujar Skala seakan janin yang baru dua bulan dalam kandungan Devia bisa mendengar ucapannya.
Devia menghentikan usapan tangan suaminya di perut ratanya.Gadis itu turun dari pangkuan Skala dan duduk menghadap suaminya.
"Kamu kenapa ngomong kaya gitu? Kamu mau ninggalin aku ya? Aku mau ikut juga kalau kamu pergi " ujar Devia. Skala tersenyum lembut pada Devia dia belai pipi yang sudah terlihat chubby itu .
"Aku tidak ke mana-mana tapi bila suatu saat nanti aku sudah tidak ada lagi anak kita yang akan menjaga kamu dan dia akan menjadi cinta kedua kamu setelah aku " ujar Skala. Devia langsung memeluk suaminya erat dia menangis di pelukan Skala membayangkan hidup tanpa suaminya saja,dia tidak sanggup apalagi Skala benar-benar pergi darinya .
"Gak mau kalau kamu mati, aku ikut juga hiks.. aku gak mau pisah dari kamu, mas hiks.... " ujar Devia di sertai tangisan deras . Skala melepaskan pelukannya dan mengusap pipi istrinya yang sudah sangat basah dengan air mata.
"Kenapa nangis hmm? Aku cuma ngomong gitu aja lho " ujar Skala.
"Tapi aku gak suka kamu ngomong kaya gitu, kamu seperti mau ninggalin aku kaya di film-film " ujar Devia dengan tubuh bergetar.
"Cup cup cup sudah jangan nangis lagi aku gak akan ngomong itu lagi, kita akan terus bersama sampai anak kita punya cucu dan cicit, InsyaAllah" ujar Skala mengusap kepala Devia yang ada di pelukannya.
__ADS_1
"Awas kamu ngomong gitu lagi, aku gak kasih jatah lagi " ancam Devia.
"Kamu udah berani ngancem suami ya , mentang sudah tau apa kelemahan aku " ujar Skala menepuk-nepuk pelan pantat istrinya seperti anak kecil.
"Biarin ,siapa suruh buat aku nangis gara-gara kamu " ujar Devia.
"Ciee cinta banget sama aku ya sampai gak mau kehilangan? " goda Skala mencolek dagu Devia namun selalu di tepis istrinya.
"Gak, aku gak cinta sama kamu cuma takut kehilangan" ujar Devia bohong, dia malu mengungkapkan rasa cintanya pada Skala yang nanti membuat pria ini semakin menggodanya dan besar kepala.
"Ooh gak cinta, kalau begitu aku poligami aja cari istri baru yang bisa mencintai aku " ujar Skala dengan nada bercanda namun dia tanggapi serius oleh Devia.
"Aku ngaku,aku cinta sama kamu tapi jangan cari istri baru lagi, kalau mau tetap cari istri baru juga aku potong punya kamu " ancam Devia.
"Akhirnya mau ngaku juga kalau kamu cinta sama aku " ujar Skala dengan tersenyum lebar.
Pria itu menahan kedua tangan istrinya agar berhenti memukulnya karna lumayan sakit juga pukulan Devia .
"Udah jangan pukul lagi, sakit " ujar Skala.
"Makanya jangan suka bohongin istri" ujar Devia bangkit dari tempat duduknya dia melepaskan mungkena-nya dan meletakkan ke tempatnya di susul oleh Skala yang juga meletakkan sajadah dan pecinya.
"Devia, kamu mau dapat pahala yang besak gak ? " tanya Skala yang duduk di tepi ranjang.
__ADS_1
"Mau " jawab Devia singkat.Skala mencium bibir istri singkat.
"Terus kenapa kamu cium aku? Terus katanya mau di kasih pahala yang besar ? " tanya Devia. Skala melepaskan baju koko putihnya yang memperlihatkan dada bidang dan perut six packnya. Devia meneguk ludahnya kasar melihat bentuk tubuh suami yang sudah sering dia melihatnya namun masih merasa malu.
"Ayo kamu baringan di kasur " titah Skala.
"Kenapa harus baringan di kasur? Katanya mau di kasih pahala yang besar " tanya Devia dengan wajah polosnya.
"Kalau kamu mau dapat pahala yang besar harus layani suami kamu sampai puas " ujar Skala dengan seringai.
"Itu mah maunya kamu " ujar Devia.
"Aku benaran gak bohong, istri yang ikhlas melayani suaminya akan di beri pahala yang besar " ujar Skala. Devia terdiam sejenak dan menganggukkan kepalanya.
"Tapi satu ronde aja ya soalnya aku ngantuk banget" ujar Devia.
"Iya cuma satu ronde " ujar Skala.
"Satu ronde kalau masih ingat " batin Skala.
Seperti biasa sebelum melakukannya Skala membimbing Devia menbaca doa dulu sebelum berhubungan.
"Yang ikhlas layani suami kamu ini ya, supaya makin besar pahala yang kamu dapatkan " ujar Skala. Pria itu mencium kening , kedua kelopak mata, pipi dan terakhir bibir Devia , Skala mengecup beberapa kali setelah itu menciumnya dengan lembut dan semakin dalam, Skala membaringkan Devia ke kasur tanpa melepaskan tautan bibir mereka berdua.
__ADS_1
Malam ini mereka berdua habiskan memuaskan Hasrat masing-masing dan juga saling menginginkan satu sama lain .
Bersambung...