Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Tom and Jerry


__ADS_3

Skala menyiapkan panci untuk memasak mie instan untuk istrinya. Azka yang juga masih ada di dapur mendekati abangnya yang tengah sibuk memasak mie.


"Abang mau masak mie buat kak Devia? " tanya Azka.


"Hmmm" hanya di balas deheman oleh Skala.


"Boleh sekalian masakin mie buat aku gak? " ujar Azka. Skala menatap adiknya yang hanya cengengesan.


"Iya" jawab singkat Skala.


"Makasih abang, aku tunggu di sofa ya? Nanti kalau sudah matang mienya panggil aku " ujar Azka.Pria itu pergi meninggalkan Skala yang sibuk berkutat di dapur.


Skala merebus mie instan dua bungkus untuk Devia dan Azka. Sekitar dua menitan dia sudah selesai merebus mie instan karna Devia tidak suka mie yang terlalu matang. Skala juga menggoreng telur mata sapi untuk Devia . Pria itu meringis memegangi tangannya yang terciprat minyak panas.Dengan cepat dia mematikan kompor dan membasuh tangannya yang terkena cipratan minyak panas dengan air di wastafel.


Skala menatap hasil jerih payahnya membuat mie. Sebenarnya dia sangat jarang turun kedapur untuk memasak tapi demi wanita yang dia cintai apa boleh buat. Dia meletakkan dua mangkok mie kuah di meja. Azka yang mencium aroma mie dengan cepat bangkit dari sofa dan berjalan ke meja makan.


"Widih keliatannya enak banget mie rebus buatan abang Skala " puji Azka.


Skala memukul tangan adiknya yang hendak mengambil mie yang ada telur mata sapinya. Azka mengusap tangannya yang di pukul Skala.


"Kenapa tangan aku di pukul sih? " ujar Azka.


"Mie yang ada telurnya punya Devia dan kamu gak ada telurnya" ujar Skala.

__ADS_1


"Terus kenapa aku gak di gorengin telur juga sih? Masa cuma kak Devia yang di gorengin telur " ujar Azka.


"Kalau mau ,buat sendiri" ujar Skala pergi meninggalkan Azka yang merengut kesal.


Skala masuk kedalam kamar, dia mendekati ranjang . Terlihat Devia tertidur pulas karna kelelahan menagis dengan air mata yang belum mengering di pipinya. Pria itu menciumi wajah istrinya membuat Devia menggeliat karna merasa terganggu. Skala tersenyum saat Devia membuka matanya, gadis itu langsung memalingkan wajahnya dari suaminya karna masih marah.


"Aku sudah buatin mie untuk kamu, sayang" ujar Skala mengusap pipi istrinya.


"Gak mau ,sudah tidak lapar lagi gara-gara , mas " ujar Devia masih tidak mau menatap Skala.


Bunyi perut Devia yang keroncongan terdengar jelas oleh Skala. Pria itu tertawa mendengarnya,karna Devia ketahuan membohonginya . Devia menahan malu dan lapar,kenapa saat keadaan seperti ini perutnya tidak bisa di ajak kompromi? Devia menatap Skala yang masih menertawakannya, wajah gadis itu memerah.


"Perut kamu sudah mengatakan semuanya, kalau kamu lapar " ujar Skala.


"Ya sudah kalau gak mau biar Azka yang habisin mienya. Jangan nyesel ya soalnya aku buatin mie rasa kaldu ayam dengan kuah kental di dalamnya " ujar Skala . Devia dengan cepat bangkit dari ranjang dan berjalan mendahulu Skala namun tetap memasang wajah judesnya karna masih marah dengan suaminya.


Skala hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya yang masih seperti anak kecil.


Brakk


Devia langsung menggebrak meja membuat Azka yang menikmati mienya tersedak karna kaget.


Uhukkk uhukkk

__ADS_1


Azka memukul dadanya dan langsung meminum air putih.


"Gila kamu kak main gebrak aja , kalau aku mati gimana? mana belum merasakan malam pertama pernikahan lagi " gerutu Azka.


"Setres! Gak ada hubungannya mati sama malam pertama pernikahan, dasar pe'a" cibir Devia.Gadis itu memakan mie yang di buat Skala dan rasanya sangat enak beda dengan mie buatan Azka yang rasanya asin-asin kecut.


"Kenapa tuh mata bengkak ke sengat tawon? " cibir Azka.


Devia hanya memutar bola matanya malas, tidak ada habisnya membalas ucapan Azka yang kelakuan 11- 12 seperti *****.


"Bisa diam gak!!!Lemes banget punya mulut. Mending kamu jadi duta tukang rumpi sama ibu-ibu yang biasanya ngerumpi di tempat abang-abang yang jual sayur . Heran punya adik ipar mulutnya kaya emak-emak. " cibir Devia lebih pedas.


"Jangan-"ucapan Azka terpotong ketika Skala datang,tidak berani dia menghina Devia kalau ada pawangnya (Skala).


" Enak gak mie buatan aku? "tanya Skala mengusap kepala Devia.


" Biasa aja gak enak -enak banget, aku makan mie kamu , cuma kasihan melihat Azka yang sudah kekenyangan gak sanggup lagi makan mie buatan kamu "ujar Devia bohong.


" Dasar tukang bohong, kalau gak enak mana ada sampai kuah-kuah mienya habis ,mana pakai bawa-bawa nama aku lagi . Terlalu jual mahal sama abang Skala.Kalau abang Skala nikah lagi baru tau rasa, nangis darah lho Markonah"cibir Azka yang tak terdenger oleh Skala maupun Devia. Kalau ketahuan habis kena semprot oleh Devia.


"Nanti aku buat mienya lebih enak lagi buat kamu " ujar Skala mengusap kepala istrinya. Devia terdiam menatap Skala, dia merasa bersalah telah membohongi suaminya tapi dia harus memberi pelajaran pada Skala yang ikut-ikutan Azka mengatai dia tepos . Orang tubuh goals kaya gini di bilang tepos.


Bersambung....

__ADS_1


Maaf ceritanya garing ❤


__ADS_2