
Skala memegangi perut Devia dengan wajah yang terlihat kagum merasakan anaknya menendang-nendang dalam perut istrinya. Senyuman menghiasi wajah tampan Skala merasakan tendangan bayinya. Pria itu mencium perut buncit Devia yang tak tertutup apapun. Devia juga tersenyum senang karena merasakan tendangan dari bayinya , dia mengusap kepala suaminya yang masih setia meraba dan menciumi perut.
"Perut kamu sakit di tendang, sama si dedek dalam perut? " tanya Skala pada Devia.
"Bukan sakit sih, tapi geli " ujar Devia sambil terkekeh pelan . Skala juga ikut tersenyum, dia mencium pipi istrinya lembut.
"Aku sudah gak sabar,tunggu anak kita lahir. Pasti mereka lucu-kucu " ujar Skala yang merasa gemas sendiri membayangkan anaknya ketika lahir nanti.
"Aku juga gak sabar mas, semoga nanti lahiran aku dilancarkan oleh Allah , ya mas " ujar Devia.
"Aamiin, sayang semoga kamu lancar lahirannya" ujar Skala memeluk Devia dari samping.
"Kamu minum susu dulu , ini sudah aku buatkan" ujar Skala mengambil susu yang sudah dia siapkan dan memberikannya pada Devia. Gadis itu mengambil gelas tersebut dan meminum susu tersebut sampai habis. Skala menatap tersenyum melihat istrinya habis meminum susunya.Pria itu meletakkan gelas kosong itu di meja dan kembali memeluk istrinya.
"Ayo kita tidur, sudah malam " ujar Skala membaringkan tubuh istrinya di kasur.Mereka berbaring di kasur dengan posisi berhadapan. Devia mencium bibir suaminya lembut, Skala juga membalas ciuman istrinya dengan hasrat yang sudah dia tahan dari tadi. Tangannya meraba bagian tubuh sensitif istrinya. Malam ini mereka habiskan dengan olahraga malam. Dan saling melepaskan hasrat mereka masing-masing.
*******
Fira meremas bantal yang dia rebahi dengan kuat. Wanita itu berjuang melahirkan bayinya dengan mengerahkan seluruh tenaganya yang tersisa. Dia berjuang melahirkan bayinya tanpa ada seorang pun yang mendampinginya . Peluh membasahi wajah Fira, yang terus berjuang melahirkan anaknya.
"Ayo buk Fira sedikit lagi " ujar Reni.
__ADS_1
"Sakit dokter hiks... " ringis Fira berusaha melahirkan anaknya dengan air mata yang mengalir dengan deras.
"Aaaaaa" Fira mengejan dengan kuat.
Ueeeeeekkkk
Dia berhasil melahirkan bayi berjenis laki-laki yang terlihat gemuk dan tubuhnya yang masih memerah . Bayi tersebut menangis dengan kencang , suaranya memenuhi ruangan persalinan tersebut dengan tubuh bergetar .Reni tersenyum menatap kearah bayi laki-laki tersebut dan melihat pada Fira yang sudah lemas dan tak bertenaga lagi. Sudut bibir Fira melengkung ke atas melihat darah dagingnya yang dia lahirkan . Reni memberikan bayi yang masih menangis tersebut pada suster untuk di bersihkan.
"Selamat ya Fira, anak kamu laki-laki sangat tampan. Pasti ketampanan anak kamu menurun dari ayahnya" ujar Reni tersenyum ramah pada Fira. Sedangkan wanita itu hanya tersenyum kecut.
"Fira, kemana suami kamu?Kenapa dia tidak menemani kamu saat melahirkan? Bukannya suami harus ada saat istrinya melahirkan? " tanya Reni.
"Dia sedang bekerja " jawab Fira dengan suara parau. Reni hanya menganggukkan kepalanya, dia merasa ada hal yang janggal dengan Fira.Reni merasa heran dan penasaran pada Fira yang saat cek kandungan sampai melahirkan tidak ada suami atau keluarganya untuk mendampinginya.
"Bu Fira, apa anda bisa menelpon suami anda " ujar Reni. Fira yang menatap bayinya beralih menatap Reni.
"S-suami saya lagi di luar kota " jawab Fira dengan sedikit terbata-bata.
"Ooh begitu, kalau seperti itu saya panggil dokter Irfan untuk mengazani putra bu Fira " ujar Reni. Dokter tersebut menyuruh suster untuk memanggil dokter Irfan.Tidak butuh waktu lama dokter muda tersebut masuk ke ruangan persalinan.
"Ada apa ya, dokter Reni? " tanya Irfan.
__ADS_1
"Begini dokter Irfan tolong azani bayi bu Fira. Soalnya suaminya tidak ada ,lagi sibuk"ujar Reni. Fira hanya tersenyum kikuk mendengar ucapan Reni. Pria tersebut mengambil bayi itu dari gendongan Fira dan mengazaninya. Bayi laki-laki tersebut terlihat tenang mendengar suara azan dari dokter Irfan. Setelah selesai dokter Irfan mengembalikan bayi tersebut pada Fira.
"Bu Fira kami keluar dulu, bila ada apa-apa pencet bel yang ada di sebelah anda maka suster akan datang " ujar Reni.
"Iya dokter " jawab Fira.Kini hanya ada Fira dan bayinya yang terlihat terus menatap dirinya. Air mata Fira jatuh membasahi pipinya. Dia menangisi nasibnya yang begitu memprihatinkan , melahirkan tanpa ada seorang pun yang mau menemaninya. Kedua orang tuanya mengusir dirinya karna hamil di luar nikah dan tidak mau mengakui ayah dari bayi yang dia kandung.
"Kamu harus kuat Fira, sekarang kamu harus kuat untuk anak kamu" ujar Fira menyemangati dirinya sendiri.Tapi isakan tangisan keluar dari bibirnya, dia benar-benar tidak kuat.Sekuat apapun dia menahan, dia tetap wanita yang rapuh yang butuh dukungan dan penyemangat ,tapi yang dia dapatkan cibiran dan hinaan orang-orang padanya karna hamil tanpa suami.
"Sayang, sekarang Bunda hanya punya kamu. Semoga kamu saat dewasa nanti bisa menjadi laki-laki yang bertanggung jawab dan tidak brengsek seperti ayah kamu . Bahkan dia tak pantas di panggil seorang ayah , setelah merebut semuanya dan mencampakkan Bunda begitu saja " ujar Fira . Sedangkan bayi tersebut memperhatikan Fira yang menghapus air matanya kasar.
"Kamu bunda kasih nama Elang Putra Sanjaya, ya " ujar Fira menamai putranya dengan nama belakang marga keluarganya, Sanjaya.
Fira menggesekkan hidungnya pada hidung mancung putranya. Dia tersenyum menatap El tapi senyuman itu seketika lenyap karna mata putranya sangat mirip dengan mata pria itu.Bagaimana dia bisa melupakan pria brengsek itu sedangkan putranya mewarisi wajah yang sangat mirip dengan pria tersebut. Hanya bibirnya yang mirip dengan Fira.
"El, kenapa nak, haus ya" ujar Fira pada putranya yang terus mengemuti jarinya. Fira membuka kancing bajunya dan memberikan ASI pada baby El. Wanita tersebut tersenyum merasakan isapan El yang sepertinya kehausan, untung ASI nya mau keluar.Dia mengusap kepala putranya lembut dan mencium pipi gembul baby El.
FIRA BABY EL ??????
__ADS_1
Gara-gara banyak komentar yang terus minta lanjut, ya aku lanjutin. Tapi cerita Fira gak ku lanjutin lagi. Nanti kalian malah fokus ke cerita Fira bukan cerita Skala dan Devia.
Terimakasih, atas dukungan kalian 💘💞**