
Sekumpulan ibu-ibu memperhatikan mobil hitam berhenti di depan kontrakan Fira. Mereka terdiam melihat seorang pria yang memiliki paras tampan turun dari mobil dan membukakan pintu untuk mobil untuk Fira. Gadis itu turun dari mobil dengan menggendong El yang mengemuti mainannya yang di berikan oleh Irfan.
"Eh, itu siapanya Fira? Tumben sama laki-laki" celeruk Ani.
"Atau dia habis..... pasti kalian tau lah. Itu perempuan memberi pengaruh buruk dengan tempat tinggal kita" ujar Ira.Yang di angguki oleh ibu-ibu yang lain.
"Bilangnya bukan wanita murahan tapi kita lihat sendiri, dia jam tujuh pagi baru pulang kerumah. Di antar sama laki-laki lagi, pasti habis main " ujar Ani yang menatap tak suka pada Fira yang baru turun dari mobil.
"Sudah bu, kita gak boleh suudzon dulu. Bisa aja itu suaminya. Kita juga gak pernah lihat dia jalan atau bersama dengan laki-laki lain dan ini pertama kalinya kita lihat Fira bersama. dengan laki-laki. Mungkin itu suaminya Fira, kan kalian denger sendiri dari Fira , kalau suami Fira pergi keluar kota untuk urusan perkerjaan. Dan mungkin baru pulang dari luar kota " ujar Mamang, tukang penjual sayur.
"Eh, Mang. Semenjak dia pindah ke sini, aku gak pernah lihat suaminya. Apalagi saat dia akan melahirkan kemaren, itu aja si Madi anaknya ibu Mitha yang nganterin ke rumah sakit. Gimana kami tidak suudzon sama si Fira, bisa aja, kan itu cuma kebohongan dia aja bilangnya suaminya keluar kota padahal gak punya suami dan anak itu hasil kumpul kebo sama laki-laki lain" cerocos Lia dengan blak-blakan. Mamang hanya bisa menghela napas mendengar tuduhan ibu-ibu pada Fira yang belum tentu benar dengan faktanya. Setiap hari harus mendengar ibu-ibu ini menggosipkan si Fira. Ini namanya dagangan laris tapi dosa juga dapat gara-gara mendengar ibu-ibu ini sering menggosip.
Irfan mengantarkan Fira sampai depan pintu kontrakan. Gadis itu menatap kearah ibu-ibu yang tidak jauh dari kontrakannya yang menatap sinis padanya. Fira hanya bisa sabar, dia yakin mereka semua sedang berpikiran buruk dengannya karna di antar oleh laki-laki.
"Makasih ya dokter Irfan sudah mengantarkan saya " ujar Fira.
"Seharusnya saya yang berterima kasih dengan kamu karna sudah menjaga dan memberikan ASI dengan Naya. Apa boleh nanti saya minta kamu jagain Naya atau kamu mau kerja di rumah saya jadi babby sister untuk Naya? " tanya Irfan yang penuh harap agar Fira mau.Fira terdiam sejenak, dia juga sedang butuh pekerjaan apalagi dia baru di pecat dari cafe karna sering datang terlambat .
"Iya, saya mau dokter Irfan" ujar Fira, pria tersenyum puas mendengar jawaban dari Fira.
"Besok kamu sudah bisa kerja jadi babby sister anak saya . Dan besok saya yang akan jemput kamu " ujar Irfan.
"Kalau begitu saya pulang dulu, ya. Om pulang dulu ya ganteng" ujar Irfan mencubit pipi El pelan membuat El yang tengah sibuk dengan mainannya mendongak menatap Irfan sebentar dan kembali fokus ke mainannya.
"Saya pulang dulu Fira " ujar Irfan tersenyum ramah pada Fira, sedangkan gadis itu tersenyum kaku.Mobil hitam itu berjalan menjauh meninggalkan depan rumah kontrakan Fira.
"Aduh, ada yang baru pulang nih!!Tadi aku lihat jam dua belas malam keluar rumah, eh tau-taunya baru pulang , di anter sama laki-laki lagi . Wanita apa namanya pergi malam pulang pagi,kalau bukan wanita murahan!! " ujar Ira sengaja mengeraskan suaranya agar Fira mendengar dengan sindiran pedasnya. Semua ibu-ibu di sana tertawa dan menatap kearah Fira yang juga menatap kearah mereka.
__ADS_1
Fira hanya bisa sabar dan tabah menghadapi Ira dan ibu-ibu yang lain. Mereka hanya bisa menuduh dan memfitnah dirinya.Fira akui dia memang hamil di luar nikah tapi kehamilannya bukan lah di sengaja tapi sebuah kesalahan. Gadis itu memilih langsung masuk kedalam rumah. Fira menyandarkan tubuhnya di belakang pintu, dia mendongakkan kepalanya. Sampai kapan dia harus seperti ini selalu di hina, di maki dan selalu di fitnah sebagai wanita murahan .
Fira memejamkan matanya merasakan kristal bening membasahi pipinya.
"Ya Tuhan sampai kapan aku harus merasakan penderitaan seperti ini . Aku ingin seperti perempuan yang lain, hidup bahagia dengan suami dan anak ku. Kenapa kehidupan ku semenderita ini , aku capek harus pura-pura tegar dan kuat sedangkan aku begitu lemah dan rapuh . Aku butuh dukungan dan penyemangat agar aku kuat menjalani kehidupan ini sedangkan semua orang membenci ku. Ayah, Bunda, kakak Adam.Fira kangen kalian hiks.... " lirih Fira meluruhkan tubuhnya duduk di lantai dengan air mata yang terus mengalir. Andai dia tidak datang ke kantor menemui Dafa maka semuanya tidak akan terjadi.
Flashback
Fira masuk kedalam ruangan Dafa dan mendapati pria itu menengkupkan kepalanya di meja. Tanpa menaruh curiga Fira mendekati Dafa dan mengusap pelan bahu pria itu.
"Dafa kamu kenapa? Kamu sakit? " tanya Fira khawatir. Dafa mengangkat kepalanya dan menatap Fira dengan intens, mata pria itu memperhatikan kekasihnya dari atas sampai bawah.
"Sini duduk di pangkuan aku, sayang " ujar Dafa dengan mata yang memerah.
"Aku gak mau, biasanya kamu melarang aku duduk di pangkuan kamu.Itu terlalu intim bila aku duduk di pangkuan kamu" tolak Fira. Dia jadi bingung dengan sikap Dafa yang seperti bukan Dafa sebenarnya. Dia tau betul Dafa tidak akan mau menyentuhnya tanpa ada ikatan pernikahan, bahkan untuk menyentuh tangannya saja pria itu selalu menolak, dengan alasan menjaganya sampai mereka sudah sah sebagai suami -istri.
"Dafa, sadar kamu ini kenapa?! Dafa jangan bercanda! " teriak Fira berlari ke pintu keluar, dia membuka pintu tersebut tapi sudah di kunci dari luar . Tubuh Fira menegang ketika Dafa memeluknya dari belakang dan memberi kecupan di lehernya.
"Dafa sadar, kamu minum alkohol? " ujar Fira berbalik kebelakang dan menatap Dafa yang terus dengan aktivitasnya. Fira menangkup pipi kekasihnya itu .
"Aku tidak minum alkohol tapi aku mau kamu, sayang. Ayo kita saling memuaskan satu sama lain , aku sudah tidak tahan lagi. Kamu hari ini sangat cantik " ujar Dafa. Fira menutupi hidungnya tak tahan mencium bau alkohol dari hembusan napas Dafa.
Plakk
Fira menampar Dafa yang berusaha membuka kancing bajunya. Gadis itu mendorong Dafa dan menjauh dari pria tersebut tapi dengan gesit Dafa menangkap dan membawa Fira dengan paksa ke sofa . Dafa langsung menghempaskan tubuh gadis itu dengan kase di sofa dan langsung mencumbui calon tunangannya itu. Fira tidak bisa melawan lagi, tenaga dan tubuh Dafa lebih besar darinya.
Meisya tersenyum mendengar suara lirih Dafa yang menikmati aktivitasnya sekarang dan suara tangisan Fira . Gadis itu tersenyum puas dan tak sabar melakukan rencana selanjutnya. Meisya juga membawa anak buahnya untuk melakukan rencana selanjutnya. Yaitu memfoto Dafa dan Fira setelah melakukan hubungan. Dia akan memblur wajah Dafa dan memperjelas wajah Fira jadi saat memberikan foto tersebut pada Dinda dan Dafa. Mereka akan mengira bahwa gadis itu telah melakukan hubungan dengan pria lain bukan dengan Dafa .
__ADS_1
*******
Fira mengusap air matanya, dia bangkit dan berjalan menuju kamarnya.Gadis itu meletakkan El di kasur yang masih asyik dengan mainannya . Untung anaknya tidak rewel dan tidak demam lagi setelah dokter Irfan memberikan obat pada El.
1)
2)
3)
4)
5)
**Kemaren ada komentar yang minta visual Dafa di ganti . Karena visual Dafa yang kemaren terlalu kekanak-kanakan 😂. Silahkan di pilih, nanti yang paling banyak di pilih maka akan aku jadikan visual Dafa.
Cerita di atas aku ganti alurnya tidak sama dengan cerita ZHAAFIRA yang di sebelah. Karna di anggap terlalu ++++ . Kemaren juga aku dapat teguran karna di anggap terlalu vulgar**.
__ADS_1