Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Jaga


__ADS_3

Mobil sampai di depan rumah, Skala turun dari mobil dan membuka mobil satunya. Menggendong istrinya yang masih tertidur lelap. Dia mengangkat tubuh Devia yang makin bertambah berat dengan bertambahnya usia kandungan istrinya tersebut.


Skala membuka pintu dengan sebelah tangan yang menahan punggung istrinya.Setelah pintu terbuka, dia membawa Devia menuju kamar. Skala masuk kedalam kamar dan meletakkan tubuh istrinya dengan pelan agar tidak terjaga.


Pria itu menyelimuti Devia dan menyalakan AC.


"Aku pergi dulu ya " ujar Skala mencium kening Devia , sedangkan gadis itu masih tertidur. Skala tersenyum menatap istrinya yang begitu damai di pandang saat tidur seperti ini. Kalau tidak ada jadwal mengajar tidak mungkin dia mau meninggalkan Devia . Skala keluar dari kamar dan menutup pintu dengan pelan. Dia mengeluarkan ponsel di saku celananya dan menghubungi adiknya, agar menjaga Devia.


"Assalamu'alaikum Azka " ujar Skala.


"Waalaikumsalam, abang Skala " sahut Azka di sebrang sana.


"Kamu dimana? Bisa ke rumah tidak ? " ujar Skala.


"Kerumah? Iya bisa tunggu sebentar" ujar Azka yang langsung mematikan panggilannya.


Tidak lama Azka masuk kedalam rumah abangnya dengan berjalan menyeret satu kakinya. Skala yang tengah memainkan ponselnya, menatap kearah pintu keluar melihat Azka sudah masuk kedalam rumahnya. Dia mengkerutkan dahinya melihat kaki sebelah kanan Azka di perban.

__ADS_1


"Kaki kamu kenapa? " tanya Skala setelah Azka duduk di sebelahnya dengan pelan-pelan.


"Tadi jatuh dari motor, gara-gara ada kucing nyebrang tiba-tiba jadi aku banting stir dan kaya gini jadinya. Jatuh dari motor " ujar Azka.


"Sudah di obatin? " tanya Skala yang fokus menatap kaki Azka dan beralih menatap adiknya.


"Sudah bang, tadi di bawa sama orang-orang yang nolongin aku ,ke rumah sakit " ujar Azka .


"Makanya jangan terlalu cepat bawa motornya. Abang juga sudah bilang sama kamu, kalau belum terlalu bisa bawa motor , ya jangan pakai motor berangkat kuliahnya. Sekarang lihat kaki kamu jadi kaya gini, kan. Kalau bunda tau pasti dia marah sama kamu, terus menyita motor kamu " ujar Skala .


"Ya, jangan kasih tau bunda kalau gitu " ujar Azka.


"Iya, pasti aku jaga istri abang tercinta itu " ujar Azka dengan sedikit bergurau.


"Ingat di jaga Devianya, kalau kenapa-kenapa telpon abang " ujar Skala.


"Iya, abang takut banget Devia kenapa-kenapa. Aku pasti jagain dia" ujar Azka.

__ADS_1


"Abang pergi dulu, asalamualaikum" ujar Skala yang beranjak pergi dari hadapan Azka.


"Waalaikumsalam" sahut Azka .


Skala masuk kedalam mobilnya tapi matanya menatap ke kantongan plastik yang berisi tahu sumedang yang dia beli tadi. Pria itu keluar dari mobil dan masuk kembali ke rumah, untung dia belum pergi, pasti Devia bangun dari tidurnya mencari tahu sumedang.


"Azka" panggil Skala.


"Kenapa balik lagi, bang " ujar Azka yang menghentikan main gamenya di ponsel.


"Ini tahu sumedang punya Devia, kalau dia bangun kasih ke dia . Kamu boleh makan tahu ini tapi jangan dihabisin" ujar Skala.


"Iya bang, pas banget aku lagi laper " ujar Azka membuka kantong plastik hitam tersebut dan mengambil satu kotak.


"Abang pergi, dulu " ujar Skala meninggalkan Azka yang memakan tahu sumedang dengan lahap. Pria itu menyalakan televisi dan mencari film yang dia suka. Azka menonton televisi dengan terus memakan tahu tersebut.Bahkan tahu sumedang tersebut tinggal setengah di kotak yang dia pegang.


**Maaf baru up, aku lagi sakit 🤒.

__ADS_1


Maaf sedikit up nya, sakit aku belum sembuh harus banyak istirahat. Aku belum tau nanti siang bisa up apa nggak**.


__ADS_2