
Skala memijit kaki Devia yang tiba-tiba membengkak saat istrinya bangun dari tidurnya. Membuat gadis tersebut merasa tidak nyaman dengan kakinya yang seperti ini.
"Mas, kaki aku kenapa bengkak kaya gini? " tanya Devia yang duduk bersandar di ranjang.
"Aku juga gak tau, tapi kamu tenang ya. Aku sudah hubungi dokter Reni untuk kesini " ujar Skala lembut.
"Terus aku gak jadi ke rumah orang tua aku " ujar Devia dengan wajah yang terlihat sedih.
"Kenapa mukanya sedih kaya gitu hmm? Nanti aku telpon papa untuk kesini . Karna keadaan kamu juga gak memungkinkan pergi dari rumah " ujar Skala.
"Terserah kamu , aku nurut aja " ujar Devia pasrah. Skala bangkit dari kasur dan duduk di sebelah istrinya.
"Tapi jangan sedih kaya gitu " ujar Skala mencium pipi Devia lembut. Gadis itu hanya mengangguk lemah.
"Mas, aku mau pipis " ujar Devia.
"Mau pipis? Aku gendong ya. Pasti kaki kamu sakit kalau di bawa jalan " ujar Skala.
Pria itu mengangkat tubuh Devia dengan sekuat tenaga karna kehamilan istrinya yang makin menambah berat badannya. Devia mengalung tangannya di leher suaminya.Skala meletakkan tubuh istrinya di atas closed.
"Aku bukain celananya, ya" ujar Skala menggerakkan tangannya hendak membuka celana Devia tapi ditahan oleh gadis itu.
"Jangan, aku malu. Biar aku sendiri yang buka " ujar Devia dengan pipi yang memerah.
"Kenapa malu hmm? Aku juga sudah melihat semuanya" ujar Skala dengan tersenyum jail.
"Iih tapi aku tetap malu, kamu hadap belakang sana " ujar Devia memerintah Skala.
"Aku bantuin nanti kamu jatuh" ujar Skala kekeh. Terpaksa Devia berdiri dengan memeluk leher suaminya dan Skala yang membuka celana istrinya.
Setelah selesai Skala keluar dari kamar mandi menggendong Devia dan meletakkannya di kasur seperti semula.
"Bang ada orang tuh " ujar Azka yang tiba-tiba masuk kedalam kamar.
__ADS_1
"Heh, kamu sembarangan masuk kamar orang, diketuk dulu pintunya " ketus Devia.Entah mengapa dia selalu tidak akur dengan Azka, mungkin mengingat tahu sumedangnya yang di makan adik iparnya tersebut.
"Maaf , kan aku lupa " ujar Azka sambil cengengesan.
"Siapa orangnya? " tanya Skala berjalan kearah Azka yang berada di tengah pintu kamar.
"Perempuan pakai baju dokter, katanya sih di suruh abang Skala kesini, namanya kalau gak salah Reni. Tadi aku gak sengaja lewat depan rumah abang terus lihat tuh perempuan, kayanya udah lama nunggu diluar " ujar Azka.
"Suruh perempuan itu ke kamar" ujar Skala.
"Ya elah, baru juga sampai udah di suruh aja. Abang gak lihat aku jalan aja pincang kaya gini" cerocos Azka.
"Kamu mau turun lagi , kan ke lantai bawah? " tanya Skala.
"Iya " jawab Azka singkat.
"Jadi sekalian suruh dokter Reni kesini, abang gak bisa ninggalin Devia" ujar Skala. Azka melirik sekilas Devia yang tengah memijit kakinya.
"Iya" jawab Azka. Pria itu keluar dari kamar Skala dan berjalan menuruni tangga dengan hati-hati, walau kakinya tidak terlalu parah lukanya tapi tetap sakit .
"Tunggu ya, dokter Reninya lagi di panggil Azka " ujar Skala tersenyum lembut pada Devia.
Tokk tokk
Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian keduanya.Skala membuka pintu kamar, dokter Reni sudah berdiri di depan pintu dengan senyuman ramah.
"Silakan masuk dokter" ujar Skala mempersilahkan dokter Reni masuk kedalam.
Reni masuk kedalam kamar dan berjalan mendekati Devia yang bersandar di bahu ranjang.
"Gimana kabar kamu Devia? " tanya Reni.
"Alhamdulillah, baik mbak " jawab Devia.
__ADS_1
"Jadi apa keluhan kamu manggil, mbak kesini? " tanya Reni. Devia melirik Skala yang menatapnya.
"Memangnya suamiku aku gak bilang sama mbak kalau kaki aku bengkak di telpon tadi ? " bisik Devia pada Reni.
"Dia cuma bilang, kalau kamu sakit " jawab Reni . Skala memperhatikan dua wanita tersebut yang saling berbisik-bisikkan dan sesekali melirik padanya.
"Ekhmm" dehem Skala membuat Devia dan Reni berhenti bicara .
"Dokter tolong periksa kaki istri saya, Tiba-tiba saja saat bangun tidur kakinya sudah membengkak seperti itu " ujar Skala. Reni hanya tersenyum kikuk, dia memperhatikan kaki Devia dan memegang kaki gadis tersebut.
"Jadi kaki bengkak yang dialami Devia adalah hal yang normal dan bapak Skala tidak usah khawatir. Kondisi ini terjadi akibat produksi cairan di tubuh, agar perkembangan janin dapat optimal dan persiapan melaju ke persalinan" jelas Reni .
"Apa ada obatnya untuk menyembuhkan kaki bengkaknya, karna istri saya merasa tidak nyaman dan rasa sakit di kakinya? " tanya Skala lagi. Devia hanya mendengarkan dan perhatikan dua orang tersebut. Padahal kaki dia yang bengkak tapi malah Skala terlalu khawatir dan menanyakan untuk menyembuhkan kaki bengkaknya.
"Untuk menyembuhkan kaki bengkak tersebut perlu banyak minum air putih,karna membantu mengatasi kaki yang membengkak. Tapi biasanya kaki membengkak pada ibu hamil akan sembuh atau hilang bila sudah melahirkan ,satu hari setelah melahirkan kaki bengkaknya sudah sembuh dan kembali normal "jelas Reni.
" Berarti minum air putih cuma mengurangi bengkak di kaki istri saya bukan menyembuhkan? "tanya lagi Skala.
" Bisa di katakan seperti itu, pak Skala "jawab Reni ramah.
" Terima kasih kalau begitu dokter Reni atas penjelasannya , saya cuma takut kaki Devia yang membengkak dapat membahayakan istri saya "ujar Skala. Reni hanya tersenyum simpul ,mendengar ucapan Skala.Suami Devia terlalu khawatir dengan keadaan istrinya.
" Kalau begitu saya permisi ya pak Skala, Devia "ujar Reni.
" Gak minum dulu mbak Reni "ujar Devia.
" Gak usah Devia, mbak juga harus cepat ke rumah sakit, sudah di tunggu pasien "ujar Reni.
"Terimakasih ya mbak, sudah mau nyempetin datang ke sini " ujar Devia.
"Iya, kamu makan sayur dan buah-buahan yang banyak dan banyakin istirahat" ujar Reni.Mengusap kepala Devia, dia sudah menganggap gadis ini seperti adiknya sendiri.
"Saya permisi mau keluar " ujar Reni.
__ADS_1
"Biar saya antar " ujar Skala.Reni menganggukkan kepalanya dan berjalan ke pintu keluar di ikuti oleh Skala untuk mengantar dokter tersebut sampai pintu keluar.
Bersambung...