
Devia perlahan membuka matanya, dia menatap langit-langit kamar. Gadis itu bangun dari tempat tidur, perasaan dia ada di mobil kenapa sekarang tiba-tiba ada di rumah? Mungkin suaminya yang membawa dia ke kamar. Devia menatap sekeliling ruangan kamar mencari Skala, namun tidak ada . Dia turun dari ranjang dengan pelan karna perutnya semakin buncit dan semakin susah ,dia untuk bebas bergerak tidak seperti saat dia belum hamil dulu. Devia berjalan menuju pintu keluar kamar, mungkin Skala ada di luar, pikir Devia.
Devia menuruni tangga dengan hati-hati. Matanya menatap Azka yang selonjoran di sofa , adik iparnya itu tengah tertidur. Devia berjalan ke sofa dan mendapati satu kotak tahu sumedang habis dan satu kotaknya lagi tinggal setengah. Dia yakin pasti Azka yang memakannya, walau pria ini tidak menumpang tinggal disini tapi saat kelaparan pasti Azka datang kerumahnya.
Devia tidak ingin mencari ribut, dia juga tidak ingin membangunkan Azka dan langsung mengomeli adik iparnya karna masalah ini.Devia duduk di single sofa dan memakan tahu sumedang tersebut.
"Mama, gak sabar kamu lahir nak, semoga kamu laki-laki supaya tegas dan tampan seperti papa kamu " ujar Devia mengusap perutnya dengan senyuman yang tercetak di wajah cantiknya .tidak terasa usia kandungannya sudah menginjak lima bulan. Tapi Devia juga semakin takut saat melahirkan, karna yang dia tau melahirkan itu sangat sakit . Dia juga sering melihat di youtube , video perjuangan seorang perempuan melahirkan bayinya.
Devia menggelengkan kepalanya, dia harus membuang rasa ketakutan itu. Tapi kata Lili operasi caesar dan melahirkan normal sama sakitnya, entah apa benar yang di katakan sahabatnya itu. Devia kembali memakan tahu-nya sedikit demi sedikit .
"Assalamu'alaikum" ujar Skala yang baru masuk kedalam rumah.
"Waalaikumsalam" sahut Devia.Skala mendekati istrinya yang duduk di sofa .
"Baru bangun tidur, hmm? " tanya Skala.
"Iya, tadi aku cari mas, tapi gak ada " jawab Devia.
"Maaf ya, aku balik ke kampus karna harus mengajar. Tahu sumedangnya sudah di makan? " ujar Skala.
"Sudah , tapi satu kotak di makan Azka sampai habis, terus satu kotaknya tinggal setengah di makan Azka juga " ujar Devia.Skala melirik adiknya yang begitu damai tidur dengan bantal yang menutupi wajahnya.
__ADS_1
"Tapi kamu gak papa, kan. Kalau Azka makan tahu kamu itu, tapi kalau kamu mau lagi aku belikan lagi " ujar Skala. Devia menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban.
Skala berjongkok di depan Devia dan meraih tangan istrinya,membuat gadis itu menatap suaminya.
"Kenapa muka kamu sedih kaya gitu? Coba cerita sama aku kamu ada masalah apa " ujar Skala.
"Aku gak sedih kok " bantah Devia.
"Masa, jangan bohong sama suami. Kalau ada masalah itu cerita jangan disimpan sendirian. Buat apa kamu menikah sama aku kalau ada masalah kamu gak mau berbagi dan bercerita sama aku .Menikah itu bukan hanya tentang cinta dan anak tapi saling melengkapi kekurangan pasangan satu sama lain. Dan juga saat suami atau istri ada masalah alangkah baiknya di ceritakan pada pasangan. Jangan takut menceritakan masalah kamu sama aku karna alasannya takut aku terbebani masalah kamu " ujar Skala lembut , dia membelai pipi istrinya begitu lembut.
"Jadi gini, aku takut melahirkan. Aku sering nonton di youtube video perjuangan saat seorang perempuan melahirkan bayinya dan kata Lili juga melahirkan itu sakit banget kaya dua puluh tulang di patahkan serentak " ujar Devia melengkungkan bibirnya.
"Kamu tau tidak pahala yang paling besar apa? " tanya Skala lagi.
"Sholat, berhaji dan sedekah" jawab Devia.
"Itu memang betul tapi pahala yang paling besar adalah melahirkan" ujar Skala.
"Kenapa pahala melahirkan lebih besar? " tanya Devia penasaran.
"Karna seorang ibu yang melahirkan di katakan Rasulullah SAW akan mendapat pahala tujuh puluh tahun sholat dan puasa ,maksudnya pahalanya seperti sholat tujuh puluh tahun dan juga seakan puasa selama tujuh puluh tahun. Selain itu , setiap sakit dalam urat syarafnya , dan akan Allah SWT gantikan dengan mengaruniakan pahala satu pahala haji " ujar Skala.
__ADS_1
"Berarti Allah memberikan banyak pahala yang berlipat-lipat pada perempuan yang melahirkan? " tanya Devia.
"Iya, dan kamu tidak perlu takut dengan sesuatu yang belum terjadi. Terus bertawakal dan berdoa semoga Allah melancarkan kamu saat melahirkan nanti " ujar Skala mencubit hidung istrinya.
"Aamiin" jawab Devia .
"Kok aamiin jawabannya, seharusnya iya " ujar Skala.
"Kata kamu setiap perkataan itu adalah do'a" ujar Devia.
"Aduh sekarang sudah pintar ya, istri siapa sih? " ujar Skala mencubit pipi Devia gemas membuat gadis tersebut memekik kesakitan.
"Mas sakit " pekik Devia melepaskan cubitan di pipinya. Devia mengusap pipinya yang memerah sedangkan Skala tertawa melihat wajah merengut istrinya.Untung di ruang tamu coba kalau di kamar sudah dia gempur istrinya yang semakin gemesin dan montok.
"Woyy, kalau mau cetak anak jangan disini " ujar Azka, yang sudah lama bangun dan duduk memperhatikan kemesraan dua pasangan yang tak mengenal tempat, dan tanpa memikirkan perasaannya yang masih jomblo.
Devia dan Skala menatap Azka dan tertawa bersamaan .
"Makanya cepat nikah " ujar Skala dan Devia bersamaan dan setelahnya mereka berdua tertawa meledek Azka.Pria itu merengut dan memalingkan wajahnya karna ngambek di ledek seperti itu.
Bersambung...
__ADS_1