
Dafa mengeringkan rambut Fira dengan hairdryer agar rambut basah istrinya cepat cepat kering . Fira menatap Dafa dari pantulan cermin yang telaten mengeringkan rambutnya. Pria itu terlalu fokus dengan apa yang dia lakukan hingga tak sadar di perhatikan istrinya.
"Rambut kamu sudah aku keringkan, sekarang pakai baju dulu. Aku sudah siapkan pakaian kamu" ujar Dafa memberikan pakaian pada Fira.
"Masakasih ya, mas " ujar Fira tersenyum manis mengambil bajunya dari tangan suaminya. Dafa membalas senyuman Fira, tangannya mengusap kepala wanita tersebut dengan lembut.
"Iya sayang. Aku ke kamar Elang dulu mau bangunin dia , buat di ajak sholat shubuh bareng " ujar Dafa mencium pucuk kepala Fira sekilas dan berjalan keluar dari kamar.
Fira melepaskan handuk yang memutupi tubuhnya setelah Dafa keluar. Dia terbelalak melihat banyaknya bercak merah yang di buat Dafa di bagian leher dan dadanya.
"Bagaimana aku bisa keluar rumah bila banyak tanda merah seperti ini" celoteh Fira mengusap tanda ke pemilikkan suaminya di leher dan dadanya. Fira mengambil handbody nya dan mengusapkan ke permukaan kulitnya agar lembab dan juga menutrisi kulit serta untuk mencerahkan kulitnya dan aroma yang sangat Fira sukai.
*******
__ADS_1
Dafa mengusap kepala putranya yang masih tertidur lelap. Pria itu menatap mainan Elang yang berhamburan di lantai dan berserakan di mana-mana , sepertinya anak ini bergadang karna bermain.
"Elang, bangun nak" ujar Dafa sambil mengusap kepala anaknya lembut. Anak laki-laki itu menggeliat merasya usapan di kepalanya dan seseorang yang memanggilnya. Perlahan Elang membuka matanya dan melihat ayahnya sudah duduk di sisi ranjang dengan senyuman yang di berikan padanya.
"Ayah, ngapain disini? " tanya Elang mengucek matanya dengan suara serak.
"Kamu siap-siap, ayah mau ajak kamu sholat bareng sama bunda " ujar Dafa yang masih mengusap kepala putranya. Elang dengan patuh menuruti perintah Dafa,dia bangkit dari kasurnya dan berjalan ke kamar mandi untuk mengambil wudhu sebelumnya anak tersebut sudah di ajarkan oleh Fira tata cara wudhu dan juga bacaan sholat dan gerakan sholat . Dafa tersenyum tipis melihat anaknya yang menurut dengan ucapannya, dia kagum dengan Fira yang bisa mendidik Elang menjadi anak yang penurut dan tidak nakal seperti anak yang lainnya. Elang itu lebih pendiam tidak banyak bicara sama seperti dirinya
******
Elang dan Fira mendekati Dafa setelah pria itu selesai memanjatkan doa. Anak kecil itu mencium tangan Dafa tanpa harus di suruh terlebih dahulu seakan Elang sudah di ajarkan. Dafa mencium kedua pipi putranya dengan sayang.
"Jadi anak yang baik yang, nak. Jangan pernah tinggali sholat ya , sesibuk apapun kamu . Nanti kalau ayah gak ada kamu bisa menggantikan posisi ayah untuk mengimami bunda kamu sholat " ujar Dafa mencium kening putranya lembut. Fira yang mendengar itu sudah matanya sudah berkaca-kaca.
__ADS_1
"Kamu jangan bicara kaya gitu, aku gak suka " ujar Fira dengan lirih. Dia memeluk tubuh suaminya dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya.
"Ayah jangan bicala kaya gitu, Elang juga tidak suka. Memang ayah mau ninggalin Elang sama bunga lagi? " tanya Elang dengan suara cadelnya. Dafa mengusap kepala putranya dan satu tangannya mengusap kepala Fira yang memeluknya.
"Ayah tidak meniggalkan kalian tapi kita tidak tau umur kita hanya sampai mana. Ayah bilang kaya gitu takut tiba-tiba ninggalin kalian berdua " ujar Dafa.
"Kamu jangan bicara kaya gitu, mas. Aku bilang aku gak suka!Ucapan itu sama aja doa, kita baru saja berkumpul dan kamu mau ninggalin kita lagi " ujar Fira dengan suara parau dan air mata yang berhasil lolos dari pelupuk matanya. Elang yang melihat bundanya menangis tidak bisa menahan air matanya.
"Ayah ,Elang gak mau ayah pelgi lagi hiks... " Elang menangis dengan keras dan suara yang melengking sambil memeluk tubuh Dafa yang juga di peluk Fira .Kening Dafa berkerut melihat keduanya menangis hanya ucapan yang dia lontarkan.
"Kenapa jadi menangis seperti ini? " ujar Dafa terkekeh melihatnya. Pria itu bisa merasakan air mata Fira dan Elang yang membasahi baju kokonya. Wanita itu menguraikan pelukannya dan menatap suaminya dengan mata yang memerah serta berair.
"Jangan menangis seperti ini. , sayang " ujar Dafa mengecup bibir Fira . Tangannya terulur mengusap air mata yang membasahi wajah istrinya.
__ADS_1
"Kamu jangan bicara seperti itu, ucapan kamu itu membuat aku semakin aku takut jauh dari kamu dan juga kehilangan kamu . Cukup empat tahun aku tersiksa hidup tanpa kamu.Sekarang aku tidak mau kehilangan kamu lagi, setelah semua penderitaan yang aku lewati dengan Elang untuk menyakinkan bahwa kamu benar-benar sembuh dari penyakit kamu dan yakin kamu masih hidup " ujar Fira dengan tangisan yang sesegukan.Dafa yang mendengar ucapan Fira merasa terharu dan juga merasa bersalah karna meninggalkan keduanya dengan waktu yang cukup lama.
Bersambung...