
Devia mengalungkan tangannya di leher Skala. Pria itu membawa masuk istrinya kedalam rumah dan berjalan menuju kamar. Skala membaringkan tubuh Devia dengan pelan di kasur.
"Istirahat ya sayang. Jangan banyak beraktivitas kamu baru melahirkan dan kalau kamu perlu apapun bilang sama aku " ujar Skala.
"Iya, Tapi Alvian sama Albian mana , aku mau gendong " ujar Devia .
"Anak kita sama Mamah dan Bunda . Mungkin lagi di perjalanan , tunggu ya sebentar lagi pasti sudah mau sampai rumah" ujar Skala mengusap kepala istrinya.
"Kenapa gak mau lama-lama di rawat di rumah sakit? Bosan ya? " tanya Skala sambil melepaskan kaos yang melekat di tubuhnya.
"Bukan bosan tapi aku memang gak tahan sama bau obat-obatan di rumah sakit " jawab Devia yang mengubah posisinya menjadi bersandar di ranjang.Skala hanya mengangguk-nganggukkan kepalanya.
"Aku mau mandi dulu, kamu mau ikut mandi bareng aku hmm? " tanya Skala sambil terkekeh.
"Gak mau ah, nanti makin lama kalau mandi bareng kamu " tolak Devia. Skala hanya tertawa kecil dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa lengket.
Dinda dan Lea masuk ke dalam kamar Devia setelah mengetok pintu. Kedua wanita paruh baya itu menggendong cucu mereka berdua.
"Alvian, Albian. Sini Mah, Devia mau gendong " ujar Devia terlihat senang melihat putra kembarnya sudah datang.
"Ini, Alvian dari tadi nangis terus mungkin dia mau minum ASI " ujar Dinda memberikan Alvian pada Devia.
"Anak Mamah mau minum ASI ya" ujar Devia menyingkap bajunya dan mulai menyusui Alvian. Gadis itu mengusap kepala Alvian lembut.
"Albian nya Bunda taruh di kasur ya, jadi kalau dia nangis kamu gak usah lagi ke kamar sebelah " ujar Lea.
"Iya Bunda " jawab Devia.
"Nak, Mamah sama Bunda pulang dulu nanti ke sini lagi " ujar Dinda.
"Iya Mah " sahut Devia. Dinda mencium pipi Devia dan Lea pun sama mencium pipi menantunya itu.Mereka berdua keluar dari kamar Devia, untuk pulang ke rumah masing-masing setelah dari tadi malam berada di rumah sakit.
Skala keluar dari kamar mandi dan memperhatikan istrinya yang tengah menyusui anaknya.
"Baru di anter sama Bunda ? " tanya Skala membuka lemari mengambil pakaiannya.
"Iya , tapi sekarang sudah pulang " jawab Devia menoel-noel pipi chubby Alvian yang menggeliat merasa terganggu .
__ADS_1
"Kamu mau makan apa? Nanti aku pesenin. Kamu harus banyak makan apalagi kamu juga menyusui kedua putra kembar kita " ujar Skala mencium pipi Albian yang tertidur nyenyak.
"Iya, terserah mas aja " jawab Devia. Skala mengambil ponselnya dan membuka aplikasi GrabFood untuk memesan makanan online.
*****
Meisya duduk manis di sofa di tempat ruangan Dafa . Dia sudah lama menunggu ke datangan pria tersebut .
"Lama banget, Dafa datangnya? Dia ngajak aku ketemuan di kantor mau bicarain apa ya? Aku tebak,pasti dia mau membicarakan tentang pernikahan kita " ujar Meisya dengan percaya diri. Gadis yang memakai hijab itu menyandarkan tubuhnya di sofa. Dia mengotak-atik ponselnya sembari menunggu ke datangan Dafa.
Brakk
Dafa membuka pintu dengan kasar membuat Meisya terlonjak kaget.Meisya langsung bangkit dari tempat duduknya , dan memperbaiki hijabnya agar terlihat rapi.Dafa mendekati Meisya yang terus menampilkan senyuman manisnya bukannya terpesona dengan senyuman gadis itu ,Dafa malah menatap benci dan muak dengan wajah yang terlihat polos namun berhati iblis.
"Dafa , eh maksudnya pak Dafa mengajak saya ketemuan di sini ada apa ya? Apa mau membicarakan fitting baju pengantin atau tentang pernikahan kita? " tanya Meisya dengan menundukkan kepalanya dan tersenyum malu-malu yang dia tampilkan tersebut. Dafa menatap Meisya dengan sorot mata tajam dan aura kebencian pada gadis yang ada di depannya ini .
"Tidak usah berpura-pura terlihat baik, aku sudah tau semuanya" ujar Dafa dengan penekanan . Membuat Meisya mengangkat kepalanya dan menatap Dafa.
"Maksud kamu pura-pura baik apa? Dan kamu sudah tau apanya?Aku gak paham maksud kamu " sahut Meisya dengan wajah yang kebingungan. Dafa berdecih mendengar ucapan Meisya.
Dafa langsung mencengkram pipi Meisya dengan kasar. Membuat gadis itu meringis kesakitan, merasakan sakit dengan cengkraman Dafa.
"Minta di lepaskan , sedangkan rasa sakit ini tidak sebanding dengan perlakuan dan perbuatan buruk kamu!! " bentak Dafa dan langsung menghempaskan wajah Meisya ke samping . Gadis itu memegangi pipinya yang memerah.
"Kamu kenapa Dafa hiks.... Aku salah apa sama kamu hiks... " lirih Meisya menangis merasakan sakit dan juga tangisan ini dia jadikan senjatanya agar pria itu merasa iba padanya.
"Tidak usah pura-pura , kamu Meisya!!Aku sudah tau semuanya kalau kamu yang memberikan minum beralkohol pada ku , agar aku memperkosa Fira!! Aku sudah tau semuanya dan tak usah berlagak kamu tidak tau apa-apa. Ternyata kamu munafik, kamu bermuka dua Meisya!! Dan kamu memakai hijab hanya untuk menutupi ke busukan kamu itu! " ujar Dafa dengan tatapan yang tajam pada Meisya.
Meisya terdiam, dia kaget dan juga bingung harus melakukan apa lagi. Dari mana Dafa mengetahui itu semua? Meisya menatap Dafa dan mencari cara agar bisa menyangkal itu semua.
"A-aku tidak melakukan itu semua, dan tuduhan kamu juga salah. Mana mungkin aku tega melakukan sesuatu yang tidak ada untungnya bagiku . Dan Fira juga hamil karna dia melakukannya dengan pria lain, kamu juga sudah melihat foto itu, kan .Apa kamu di hasut oleh Fira agar menuduh aku dan menyalahkan aku, begitu? " ujar Meisya dengan air mata yang mengalir deras.Dafa makin mengepalkan tangannya, apalagi gadis ini masih belum mengaku dan malah menuduh Fira.
Plakk
Sebuah tamparan keras di layangkan Dafa pada pipi kanan Meisya . Gadis itu syok, dia memegangi pipi kanannya yang terasa ngilu dan menatap Dafa dengan air mata yang makin deras keluar.
"Kamu kenapa nampar aku hiks.... Aku salah apa sama kamu hiks... Orang tua aku tidak pernah menampar aku tapi kamu dengan mudahnya menampar ku hiks.... " lirih Meisya memegangi pipinya yang memerah.
__ADS_1
Dafa menarik tangan Meisya kasar menuju meja kerjanya dan mendorong gadis itu, hingga jatuh tersungkur ke lantai . Meisya bangkit dari lantai sambil mengusap tangannya yang terasa sakit.
"Apa kamu bisa mengelak lagi, lihat rekaman CCTV ini, bodoh!! " teriak Dafa menunjuk layar laptop yang memperlihatkan Meisya mengunci pintu dan juga mengganti pakaian Dafa dengan yang baru dan membawa Fira ke tempat lain . Agar saat Dafa sadar nanti tidak merasakan melakukan apa-apa dan tidak mengingat kejadian saat dia memperkosa Fira. Dan juga Meisya memindahkan Fira ke tempat lain, yaitu kamar yang ada di gudang.Meisya juga menyuruh anak buahnya membersihkan cairan percintaannya dengan Fira.
"Sekarang masih ingin mengelak hah!!Aku menyesal dan terlalu bodoh mempercayai kamu . Gara-gara kamu aku menyakiti dan membuat Fira menderita karna ulah kamu!! " ujar Dafa sambil menarik kasar hijab Meisya membuat gadis itu mendongakkan kepalanya. Matanya bertemu dengan mata Dafa yang menatap dengan kebencian dan juga marah.
"Sakit Dafa hiks.... Aku hanya ingin memiliki kamu dan aku sangat mencintai kamu hiks.... Bagaimana lagi aku bisa mendapatkan kamu kecuali dengan cara ini hiks..... " lirih Meisya.
"Mulai detik ini pernikahan kita , aku batalkan. Dan aku juga sudah mengirim video itu ke kedua orang tua kamu . Biar mereka melihat bagaimana kelakuan kamu yang sebentarnya yang selalu di bangga-banggakan oleh mereka !! " bentak Dafa .
"Kamu mohon jangan kirim video itu pada kedua orang tua aku hiks.... Aku gak mau mereka kecewa hiks... " ujar Meisya.
"Kalau sudah tau orang tua kamu akan kecewa, kenapa masih melakukan hal yang salah, hah!! " bentak Dafa makin menarik hijab Meisya membuat gadis itu memekik kesakitan.
"A-aku tidak punya cara lain untuk menyingkirkan Fira selain melakukan ini. Aku minta maaf Dafa tapi aku mohon jangan batalkan pernikahan kita, orang tua aku juga sudah mempersiapkan pernikahan kita dan juga sudah menyebar undangan dengan kolega bisnis ayah aku " mohon Meisya yang masih belum merasa bersalah dengan perbuatan yang dia lakukan.
Dafa menarik tangan Meisya dengan kasar menuju ke pintu keluar. Pria itu membawa gadis itu keluar dari kantor menuju ke parkiran. Meisya jatuh ke tanah ketika Dafa menarik dan berjalan begitu cepat membuat kakinya tersandung.
"Bangun kamu!! " bentak Dafa menarik paksa Meisya agar berdiri.
"Kaki aku sakit hiks.. Jangan kasar kaya gini sama aku. Aku memang salah tapi bukan berarti kamu bertindak sekasar ini sama aku hiks... " lirih Meisya berusaha berdiri .
"Aku tidak peduli " ujar Dafa. Pria itu kembali menarik Meisya yang sudah berdiri dan mendorong gadis itu masuk ke dalam mobil jok belakang. Dafa masuk kedalam mobil dan duduk di jok depan .
"Jalan " perintah Dafa pada Aldo asistennya.
"Dafa kamu mau bawa aku kemana? " tanya Meisya dengan suara serak.
"Dafa -" ucapan Meisya langsung di potong oleh Dafa.
"Diam!! " bentak Dafa membuat Meisya menunduk takut, air matanya menetes membasahi hijabnya. Gadis itu mengusap pergelangan tangannya yang memerah akibat cengkraman tangan Dafa.
Visual Meisya saat memakai hijab. Terlihat polos.
__ADS_1
Visual Meisya saat tidak memakai hijab.
Bersambung...