
Skala merenggangkan jarinya setelah selesai memeriksa dan menandatangani berkas. Matanya menatap Devia yang masih asik dengan ponselnya. Skala bangkit dari sofa, berjalan kearah istrinya dan mengambil ponsel di genggaman Devia. Membuat gadis itu kaget ketika ponsel di ambil tiba-tiba.Devia mendongak menatap suaminya dengan wajah merengut kesal padahal sedang asik-asiknya menonton film Korea.
"Kenapa diambil aku belum selesai nontonnya" ujar Devia.
"Sudah malam sekarang tidur , gak baik ibu hamil begadang " ujar Skala.
"Tapi ini masih jam 9 malam. Aku biasanya tidur jam 10 malam" sahut Devia.
"Pokoknya tidur nanti kalau gak tidur di gigit nyamuk " ujar Skala sambil tertawa pelan.
"Aku bukan anak kecil yang bisa mas bohongin dan itu hanya tahayul mana ada ,kalau gak tidur di gigit nyamuk . Konspirasi macam apa ini tidak tidur bisa digigit nyamuk,mas pikir kalau tidur bisa menangkal nyamuk gak gigit apa ? " gerutu Devia.
"Beneran nyamuknya bisa gigit kalau kamu gak tidur " ujar Skala.
"Mana nyamuknya aku gak percaya, ayo mana? " Devia menantang ucapan Skala.
"Awww!!Ish sakit tau " ringis Devia ketika Skala dengan tiba-tiba mengigit tangannya. Walau mengigitnya pelan tapi tetap membuat Devia meringis kesakitan.
"Aku nyamuknya jadi kalau kamu gak tidur aku gigit lagi " ujar Skala.
Devia membaringkan tubuhnya di bankar dan menutup matanya perlahan. Skala mengusap kepala istrinya dan mencium pipi chubby Devia. Semakin lama istrinya ini makin berisi, pipi yang chubby, jari tangan Devia yang mengemuk dan tambah menggemaskan menurut Skala dengan tubuh berisi seperti itu jadi enak saat di peluk. Mungkin karna kehamilan Devia yang sudah memasuki usia tiga bulan dan gadis ini juga sangat lahap saat makan.
Skala membaringkan tubuhnya di sofa . Wajahnya sengaja menghadap Devia agar bisa menatap wajah yang tidak pernah bosan di pandangnya. Perlahan pria itu sudah tertidur dengan tangan melipat di bawah dadanya.
********
Devia mengeliat dan menutup telinganya karna tidurnya terganggu mendengar suara suaminya tengah mengobrol dengan seseorang. Hingga mata gadis itu terbuka sempurna mendengar suara wanita tertawa sambil nyebut nama Skala . Devia bangun dari tidurnya dengan muka bantalnya wajahnya memerah dan mata berkaca-kaca melihat Skala duduk bersebelahan dengan wanita yang terlihat sexy dan lebih cantik darinya . Dia turun dari brankar dan berjalan ke arah Skala yang duduk membelakanginya dengan berjalan tertatih-tatih.
Devia langsung duduk di pangkuan Skala dan memeluk nya menenggelamkan wajahnya di dada suaminya. Dia berusaha menahan tangis karna cemburu.
__ADS_1
"Dia siapa Skala? " tanya wanita tersebut.
"Dia istriku " sahut Skala mengusap punggung Devia lembut.
"Ooh aku kira dia adik kamu, berarti kamu baru nikah sama dia? " tanya Lalisa.
"Sudah lama sekitar tiga bulanan" ujar Skala.
"Sayang , kenalin ini teman aku " ujar Skala pada Devia. Gadis itu melepaskan pelukan dan menatap sinis Lalisa.
"Aku Lalisa temannya Skala dari masa SMA dulu " ujar Lalisa dengan tersenyum ramah.
"Aku Devia, istrinya mas Skala dan perempuan yang paling di cintainya, iyakan mas? " tanya Devia tersenyum dengan sangat manis penatap Skala.
"Iya, sayang" sahut Skala.
Devia terus menatap Lalisa dengan sinis, dia pikir Devia bodoh. Dia tau Lalisa terlihat menyukai suaminya terlihat dari tatapan matanya dan dia tidak akan membiarkan wanita tersebut merebut suaminya.
"Skala ini undangan pernikahanku dan mas Ari, jangan lupa datang ya" ujar Lalisa.
"Udah mau nikah aja masih suka sama suami aku, untung aku sudah di ajarin mama trik-trik pengusir pelakor dengan cara cantik dan licik, anak siapa dulu kalau bukan anak mama nya Dinda! " batin Devia.
Skala hendak mengambil undangan tersebut tapi lebih dulu Devia yang mengambilnya.
"Makasih ya mbak Lalisa undangannya dan pasti kami berdua datang. Tapi kalau sudah nikah di jaga suaminya baik-baik. Karna banyak banget pelakor yang tiba-tiba deketin suaminya mbak Lalisa dengan alasan teman SMA dan tiba-tiba langsung di rebut suaminya"ujar Devia menyindir Lalisa. Wanita itu mengepalkan tangannya karna merasa Devia tengah menyindirnya .
" Aku pulang dulu Skala "ujar Lalisa keluar dari ruangan tersebut.
Lalisa masuk kedalam mobil dan memukul-mukul setir mobilnya. Dia begitu sakit ketika tau Skala pria yang dia cintai sudah di miliki wanita lain. Pernikahannya dengan Ari juga perjodohan paksa dari kedua belah pihak keluarga ,demi uang orang tuanya menjualnya dengan memaksa dia menikah dengan Ari, pria yang mental kejiwaannya terganggu. Dia sudah melihat calon suaminya itu yang sifatnya persis seperti balita berumur 3 tahun . Masih memakai popok dan minum susu untuk balita , lebih parah lagi pria itu selalu minta di gendong. Gila orang tuanya gila telah menjodohkannya dengan Ari.
*******
__ADS_1
" Kamu cemburu hmm? "tanya Skala yang sudah tau saat merasakan baju kaosnya basah karna bekas air mata istrinya.
" Iya, aku cemburu dan wajar istri cemburu melihat suaminya cekikikan sama perempuan lain "ujar Devia.
" Cieee udah mulai cemburu tinggal tunggu bucinnya sama aku "ujar Skala menoel-noel pipi chubby Devia.
" Bucin-bucin udah tua juga mau mau bucinan"sahut Devia.
"Aku mau lihat kamu bucin sama aku "ujar Skala.
" Astaghfirullah pak dosen tau dari mana kata-kata bucin? Pasti sering nonton aplikasi tok tok kan. Ingat umur pak gak pantas saya bucin sama bapak seharusnya bapak yang bucin sama saya "ujar Devia mengejek dengan embel-embel bapak.
" Devia jangan panggil bapak, aku sudah jadi suami kamu panggil mas aja "ujar Skala yang tak suka di panggil bapak oleh istrinya sendiri.
" Bapak Skala.... Bapak Skala!! "Devia semakin menjadi-jadi mengerjai suaminya.
" Lepasin , gak bisa napas nih "ujar Devia ketika Skala menjepit kepalanya di ketek suaminya.
" Ampun gak "ujar Skala.
" Iya ampun, cepetan lepasin keburu mati anak gadis orang "ujar Devia. Skala melepaskan jepitannya pada kepala Devia.Pria itu meraih pinggang Devia dan memeluknya erat .
" I LOVE YOU DEVIA "bisik Skala di telinga Devia. Namun tidak ada respon dari istrinya, Skala menguraikan pelukan dan menatap Devia.
" Kenapa gak di jawab ucapan aku tadi? "tanya Skala .
" Gak bisa bahasa Inggeris "sahut Devia bercanda.
Skala tertawa mendengar jawaban istrinya yang sedang mengerjainya.
Bersambung...
__ADS_1