Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Tak di anggap


__ADS_3

Rian menggendong Devia masuk kedalam ruangan pemeriksaan . Pria itu meletakkan tubuh Devia dengan pelan.


"Tunggu,Sebentar lagi dokternya datang " ujar Rian.Devia hanya tersenyum kaku, dia merasa canggung dengan Rian meski dulu mereka sempat sangat dekat. Dokter wanita masuk ke dalam ruangan tersebut, membuat Devia sedikit lega setidaknya dia tidak harus berduaan dengan Rian di ruangan ini.


"Selamat siang ibu Devia " ujar dokter tersebut ramah.


"Selamat siang dokter" jawab Devia.


"Jadi keluhan apa, yang di rasakan?Tadi sempat suster bilang kepada saya kalau ibu Devia merasakan sakit di perut atau kram " ujar dokter tersebut.


"Perut saya tiba-tiba sakit terus nyeri juga dokter. Saya juga tidak tau kenapa tapi tiba-tiba saja perut saya terasa sakit " jelas Devia.


"Kandungan ibu Devia sudah berapa bulan? " tanya dokter wanita berumur 35 tahun tersebut.


"Sudah menginjak 4 bulanan" jawab Devia.


"Apa ini pertama kalinya, merasakan kontraksi seperti ini? " tanya dokter itu.


"Iya , dokter " jawab Devia.


"Jadi dapat di simpulkan, jadi kehamilan ibu Devia yang ke 4 bulan biasanya perut terasa kencang itu di sebabkan karena mengalami kontraksi palsu semacam sakit perut saat akan melahirkan. Kondisi ini kerap di alami oleh ibu hamil mulai usia 6 minggu. Kondisi ini biasanya akan terus terjadi seiring bertambahnya usia kehamilan ibu Devia " jelas dokter tersebut.


"Dokter bila kram perut saya tiba-tiba muncul lagi, bagaimana mengatasinya? " tanya Devia.


"Oh cukup ibu Devia bawa tenang , rileks, minum air putih, minum obat nyeri atau bawa istirahat. Biasanya kram perut di sebabkan ibu Devia banyak bergerak atau terlalu beraktivitas" jelas dokter tersebut dengan senyuman ramahnya.


"Ooh, gitu ya dokter" ujar Devia.


"Untung suaminya siaga langsung membawa ke rumah sakit, karna kram perut juga bisa berbahaya bagi janin yang ada dalam perut ibu Devia" ujar dokter tersebut.


"Suami" beo Devia.

__ADS_1


"Iya , ini suami ibu Devia kan? " ujar dokter tersebut menunjuk Rian.


"Dia bukan suami saya ! " sanggah Devia cepat. Sedangkan Rian hanya tersenyum masam.


"Oh, saya fikir suami ibu Devia. Wajahnya terlihat khawatir dan panik menatap ibu Devia pas seperti suami yang mengkhawatirkan istrinya " ujar dokter tersebut dengan tertawa renyah menghilang ketegangan antara Devia dan Rian.


"Kalau begitu saya permisi dulu " ujar dokter tersebut.


Kini tinggal Devia dan Rian yang ada di ruangan ini. Mereka berdua terdiam membisu bingung harus berbicara apa.


"Rian lebih baik kamu balik ke kampus, dan terimakasih sudah membawa aku ke rumah sakit" ujar Devia namun matanya tak menatap Rian seolah-olah sedang menghindari kontak mata dengan pria yang dulu dia suka tapi itu dulu sekarang hatinya sudah di isi suaminya, Skala.


"Tidak Devia . Aku akan menjaga kamu sampai suami kamu datang baru aku akan pulang" ujar Rian lembut. Devia tersenyum kecut mendengarnya, dulu pria ini mana mau berbicara selembut ini padanya.


"Lebih baik kamu pulang, aku takut suami ku tiba-tiba dan berfikiran buruk melihat kita berdua di ruangan ini " ujar Devia tegas.


"Devia biarkan aku menemani kamu sebentar saja. Bisa saja terjadi sesuatu dengan kamu sedangkan di ruangan ini tidak ada orang lain " ujar Rian tulus.


Devia turun dari brankar, Rian langsung mendekati Devia dan memegangi lengan gadis tersebut .


"Jangan sentuh aku! " ketus Devia. Dia mendorong kasar Rian membuat pria tersebut mundur selangkah. Devia tidak pernah mau di sentuh pria mana pun kecuali suaminya. Orang yang berhak menyentuhnya, Walau tadi dia mau di gendong Rian karna saat itu dia benar-benar tidak kuat berjalan karna kram di perutnya.


"Maaf, aku hanya ingin membantu kamu " ujar Rian . Devia memejamkan matanya sejenak mengatur emosinya .


"Tapi jangan sentuh aku, yang berhak hanya suami aku. Karna kesetiaan bukan hanya menjaga hati satu sama lain tapi menjaga kontak fisik dengan lawan jenis" ujar Devia. Gadis itu melewati Rian sambil memegangi perutnya.Devia masuk ke kamar mandi .


"Beruntung pria yang mendapatkan mu " gumam Rian. Suara dering ponsel mengalihkan perhatian Rian. Dia menatap asal suara dari bunyi tersebut dari tas Devia yang terletak di meja dekat brankar.Dengan ragu-ragu Rian membuka tas Devia dan menatap nama pemanggil yang tertera dilayarnya Suamiku sayang❤.


Rian mengangkat panggilan dari suami Devia yang belum dia tau siapa orang tersebut.


"Hallo " ucap Rian.

__ADS_1


Skala terdiam mendengar suara pria yang mengangkat panggilannya bukan Devia. Rasa cemburu dan pikiran negatif mulai menyelimuti hati dan otak Skala pada istrinya . Tidak mungkin pria lain dengan lancang menyentuh ponsel Devia sedangkan istrinya tidak suka ponselnya di pegang orang lain kecuali dirinya.


"Dimana Devia? " tanya Skala dengan nada suara tidak suka .


"Devia ada di rumah sakit " jawab Rian.


"Rumah sakit? istri ku kenapa? Sekarang cepat beritahu aku di mana alamat rumah sakitnya " ujar Skala dengan nada suara yang terdengar khawatir .


"Ada di rumah sakit kasih bunda" jawab Rian. Skala langsung mematikan sambungan ponselnya. Dia akan segera menyusul istrinya, begitu mudah amarah Skala berubah menjadi rasa khawatir pada istrinya. Seakan Devia berlian yang begitu berharga untuknya , yang sedikit lecet saja sudah membuat Skala khawatir berlebihan.


"Pak Skala mau kemana? " tanya klien bisnis Skala.


"Saya ada urusan penting, biar sekretaris saya yang mengurus kerja sama perusahaan kita " ujar Skala.


"Rano urus masalah ini " ujar Skala pada sekretarisnya. Skala langsung keluar dari ruangannya,dia bergegas hendak ke rumah sakit tempat istrinya berada.


*******


"Kenapa kamu pegang ponsel aku " ketus Devia. Gadis itu baru keluar dari kamar mandi dan langsung mendapati Rian memegang ponselnya.


"Kembalikan" ujar Devia merampas dengan kasar ponselnya dari tangan Rian.


"Tadi suami kamu nelpon, aku takut ada panggilan penting makanya aku angkat telpon dari suami kamu " ujar Rian.


"Kenapa harus di angkat? Seharusnya kamu tunggu aku selesai dari kamar mandi, biar aku yang mengangkatnya telpon dari suami aku. Pasti dia berfikiran aku selingkuh dengan kamu " ujar Devia .


"Dev-" ucapan Rian terpotong ketika Devia mengangkat telapak tangannya mengisyaratkan agar Rian berhenti bicara.


"Lebih baik kamu pergi dari sini " usir Devia.


"Aku tidak akan pergi , suami kamu sebentar lagi datang . Dan bila dia mengira kira selingkuh aku akan menjelaskan sebenarnya" ujar Rian. Devia terdiam membenarkan ucapan Rian, bila Skala salah paham Rian bisa menjelaskan yang sebenarnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2