Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Tetangga menyebalkan


__ADS_3

Skala memberikan mie pedas yang di inginkan istrinya.Mata Devia berbinar menatap mie yang di inginkannya, gadis itu sudah tidak sabar untuk mencicipinya.


"Mau di suapin atau makan sendiri? " tanya Skala.


"Mau makan sendiri aja " ujar Devia hendak meraih piring berisi mie tersebut namun di jauhkan Skala dari jangkauan istrinya. Devia merengut menatap suaminya.


"Siniin, aku mau makan " ujar Devia.


"Aku suapin ya" ujar Skala.


"Tadi di suruh milih di suapin atau makan sendiri. Sekarang malah di suapin, kenapa jadi nggak konsisten gitu sih sama ucapan sendiri ?" gerutu Devia.


"Kan aku cuma nanya bukan nyuruh kamu milih " ujar Skala.


"Ayo makan dulu, aaa" Skala menyuapi Devia, dengan cepat istrinya menerima suapan dari Skala. Devia mengecap-ngecap lidahnya yang tidak merasakan pedas seharusnya dia kepedasan makan mie ini.


"Mas, kenapa mienya nggak pedas ya? Apa lidah aku yang salah? " ujar Devia.


"Bukan lidah kamu yang salah tapi aku pesan mienya memang tidak pedas " ujar Skala.


"Lah kok gitu, aku mau makan mie yang pedas " ujar Devia.


"Tadi aku tanya sama dokternya, kamu nggak boleh makan yang pedas-pedas nanti perutnya kram lagi " ujar Skala bohong.


"Beneran? Nanti kram lagi perutnya kalau makan yang pedas ? " tanya Devia dengan muka polosnya.


"Iya, sayang. Ayo buka dulu mulutnya, anak manis " ujar Skala . Devia menerima suapan keduanya.


"Jangan panggil aku anak manis, sudah besar juga " ujar Devia.


"Iya sayang " ujar Skala mengusap sudut bibir Devia dengan lembut.


"Sekarang gantian, aku suapin ,mas " ujar Devia mengambil alih piring dari Skala.

__ADS_1


"Ayo buka dulu mulutnya, aaa" Skala membuka mulutnya tapi Devia dengan jailnya menyuapkan ke mulutnya sendiri.


"Kamu ini ya suka banget bohongin suami " ujar Skala mengigit pipi chubby Devia karna saking gemasnya. Pria itu tertawa melihat pipi Devia memerah karna ulahnya.


"Sakit tau" gerutu Devia memajukan bibirnya.


Cup


Skala dengan cepat mengecup bibir istrinya membuat gadis itu makin merengut.



***Gimana nggak di cium kalau bibirnya di majuin kaya gini. Anggap aja pipi Devia chubby nya kaya gini ya, membuat bapak Skala nggak bisa nahan untuk tidak menggigit pipinya.


Author bilek:Jadikan aku istri ke duamu , pak Skala 🙈***


"Aaa! Mas Skala nyebelin" ujar Devia. memukul lengan Skala dengan kencang membuat pria itu meringis kesakitan merasakan pukulan Devia yang cukup sakit.


*********


Mobil Skala sudah sampai di sebuah rumah yang cukup mewah dengan lantai dua tingkat dan berada di kompleks . Devia menatap rumah baru mereka yang cukup besar.


"Mas, ini beneran rumah kita " ujar Devia menatap kagum pada rumah tersebut.


"Kenapa kamu gak suka? " tanya Skala.


"Suka mas, rumahnya besar terus bagus juga " ujar Devia. Mata Devia mengarah pada penjual siomay yang berhenti di depan rumah mereka.


"Mas, aku boleh beli siomay ? " tanya Devia pada Skala.


"Iya, tapi hati-hati kamu baru keluar dari rumah sakit " ujar Skala.


"Iya ,mas" ujar Devia. Dia membuka pintu mobil dan berjalan menuju penjual siomay tersebut.Skala memarkirkan mobilnya masuk kedalam garasi mobil.

__ADS_1


"Pak beli siomaynya " ujar Devia.


"Siap neng " ujar penjual siomay tersebut.


"Widih beli siomay nih, kakak ipar " Devia menengok orang yang berbicara padanya.


"Kamu ngapain disini? Pasti mau numpang tinggal di rumah aku ya, ngaku" ujar Devia menunjuk Azka.


"Rumah bang Skala bukan rumah kak Devia. Terus siapa juga mau numpang tinggal di rumah bang Skala, Aku aja udah punya rumah . Itu rumahnya " ujar Azka menunjuk rumah yang berada tepat di sebelah rumah Skala dan Devia.


"Kamu ngikutin kita ya, ikut tinggal di komplek sini " tuduh Devia.


"Jangan suka suudzon sama adik ipar, aku sudah seminggu tinggal disini" ujar Azka.


"Neng ini siomaynya " ujar penjual siomay tersebut.Devia mengambil siomay dan bergegas pergi.


"Neng bayarannya belum! " pekik penjual tersebut. Devia berbalik lagi dan memberikan uang pada penjual tersebut.


"Ambil aja kembaliannya " ujar Devia melengos pergi dengan tatapan tajam pada Azka yang menertawakan dirinya.


"Kembali dari mana, uangnya pas gini " celetuk penjual tersebut.


"Mas Azka, itu eneng cantik tadi siapanya mas ,kelihatan akrab banget ? " tanya Tono, penjual siomay tersebut.Azka malah tertawa mendengar ucapan Tono, dia yang tidak pernah akur dengan Devia di bilang akrab.


"Istri abang Skala " jawab Azka.


"Mas Skala sudah nikah ya ternyata, cantik ya istrinya " puji Tono .


"Iya dong, kakak ipar siapa dulu Azka " ujar Azka menyombongkan dirinya.


**Pak Aryo baiknya di apain aja nih , dihajar Skala dulu atau langsung pecat. Karna kampus tersebut milik ayah Skala.


Kutunggu jawaban kalian 😉**

__ADS_1


__ADS_2