
Acara peresmian hotel akan segera dimulai, Kendra nampak gelisah sembari sesekali melirik jam dipergelangan tangannya. Pria itu mencoba menghubungi Zayyan. Asistennya sungguh lelet sekali hari ini, padahal sebenarnya memang butuh waktu sekitar 20 menit untuk ke rumah, tetapi meski baru menunggu seperempat jam sudah seperti setahun menurutnya.
"Tuan Kendra. Selamat untuk peresmian hotel barunya. Arsiteknya sungguh luar biasa, apalagi posisinya juga sangat strategis. Saya do'akan semoga usaha anda semakin sukses ke depannya." Puji Tuan Arkana, salah satu rekan bisnisnya yang datang bersama sang istri, Seroja.
"Terima kasih, Tuan. Wah, anda tampak romantis sekali. Istri anda sepertinya sedang hamil lagi?" Kendra memperhatikan istri Tuan Arkana sepertinya sedang hamil tua.
"Iya, Alhamdulillah kloter ketiga. Biar istri saya nggak selengekan lagi, saya kasih anak yang banyak. Oh ya, Tuan Kendra tidak membawa serta istri anda kesini? Sampai sekarang saya masih penasaran dengan siapa istri anda sebenarnya." Mereka sudah kenal cukup lama. Kendra selalu bilang sudah menikah, tetapi belum pernah membawa istrinya disetiap acara.
"Kebetulan istri saya sedang dalam perjalanan, mungkin sebentar lagi dia akan sampai. Asistenku sedang menjemputnya." jawab Kendra antusias, tentu saja dia ingin sekali bisa memperkenalkan Tania. Banyak rekan bisnisnya yang mengira jika Kendra tidak doyan sama perempuan.
Tiba-tiba sebuah tangan melingkar dilengan Kendra membuat pria itu berbinar seketika.
"Akhirnya kau datang."
DEG..
__ADS_1
Betapa terkejut Kendra saat mengetahui jika Zaskia datang ke acaranya ini. Padahal, sebenarnya orang yang ia harap kedatangannya belum juga tiba.
Wanita itu nampak anggun dan berkelas, ia memperkenalkan diri dihadapan Tuan Arkana.
"Maaf terlambat. Perkenalkan saya Zaskia, istri Mas Kendra." sapanya ramah.
Tuan Arkana sungguh tak menyangka dengan apa yang dilihatnya.
"Wah, sungguh luar biasa. Ternyata istri Tuan Kendra adalah seorang diva terkenal di negara ini. Siapa yang tidak mengenal Nona Zaskia. Pantas Tuan Kendra selalu menutupi identitas istrinya." puji Tuan Arkana kagum.
Ditengah kegelisahannya, tanpa sengaja netranya bertemu dengan perempuan yang telah ia tunggu kedatangannya sedari tadi.
"Ta-nia?"
Hati Tania seakan tercabik rasanya. Kendra terlalu melambungkan asanya, tetapi pria itu kini justru menghempaskannya ke dasar jurang, sakit sekali. Jika memang Kendra ingin mengenalkan Zaskia, seharusnya tak perlu pria itu mengajaknya kesana. Sedangkan Kendra sendiri masih ingin menutupi statusnya memiliki dua istri.
__ADS_1
Hatinya terkoyak, dadanya bergemuruh. Ingin rasanya ia menumpahkan air mata, tetapi tidak etis rasanya menangis di depan umum. Sekuat tenaga ia menjaga bulir bening itu agar tak sampai lolos, meski mungkin hanya dalam satu kedipan airmatanya pasti tumpah membasahi pipi. Perempuan itu berniat untuk segera pergi.
Kendra memperhatikan Tania yang hendak beranjak. Rasa bersalah menghimpit jantungnya, tak tega rasanya menyakiti istri yang sedang hamil tua.
Jika mungkin ini adalah takdir, iapun pasrah. Dirinya harus rela memperkenalkan dua istri meski nanti pasti akan jadi bahan pergunjingan khalayak ramai.
Pria itu berniat ingin mengejar, tetapi seluruh penghuni ruangan dikagetkan dengan lampu gedung yang tiba-tiba mati.
Kendra tak kalah terkejutnya, ini sama sekali tidak sesuai dengan susunan agenda acara hari ini.
" Ada apa ini? Kenapa lampunya bisa mati?" batinnya gelisah.
Hingga sebuah proyektor besar mencuri atensi seluruh penghuni gedung tersebut. Mereka tercengang melihat sebuah judul yang tertulis disana.
"Skandal pengusaha sukses muda bersama pembantunya."
__ADS_1
Bersambung...