Jadi Simpanan Majikanku

Jadi Simpanan Majikanku
BAB 97


__ADS_3

Setelah memastikan Zaskia tidur siang, Kendra kembali meminta Bi Marni untuk menjaganya sementara. Pria itu rencananya akan mengajak Tania jalan-jalan dan memilih gaun untuk acara peresmian hotel dan apartemen barunya tiga hari ke depan.


Keduanya menaiki mobil, membelah jalanan menuju salah satu mall terbesar di ibukota.


"Aa sebenarnya kita mau kemana?" Tania memang belum tahu Kendra akan membawanya kemana.


Pria itu mengulas senyumnya seraya mengusap lembut puncak kepala sang istri.


"Hari ini aku ingin mengajakmu jalan-jalan ke mall. Sekalian kita beli baju couple untuk acara peresmian hotel nanti." terangnya kembali fokus menyetir.


Setelah hampir 15 menit keduanya telah tiba di mall. Netra Tania berbinar seketika, perempuan itu rasanya sudah tidak sabar untuk masuk ke dalam. Ia menarik lengan sang suami sembari bergelayut manja padanya.


Berjalan-jalan, makan sambil nongkrong seperti layaknya pasangan pada umumnya. Tania senang sekali bisa menghabiskan siang ini bersama sang suami. Kini tujuan mereka adalah ke salah satu butik kenamaan yang ada disana.


Beberapa pakaian couple cukup menarik perhatian mereka. Kali ini Tania dibebaskan untuk memilih salah satu diantaranya.

__ADS_1


"Aa..bagaimana kalau yang ini?"


Tania menunjuk sebuah gaun dress dibawah lutut berwarna navy dengan aksen renda sebagai pemanisnya. Cukup longgar untuk dirinya yang sedang hamil.


Dipadukan dengan satu stel kemeja putih dan jass dengan warna yang senada dress Tania untuk Kendra tentunya.


Keduanya mencoba pakaian yang telah dipilih diruang ganti masing-masing dan kebetulan keluar secara bersamaan.


Kendra begitu takjub melihat istri kecilnya yang semakin anggun dan mempesona meski tubuhnya terlihat lebih berisi. Bahkan, salah satu karyawati toko memuji penampilan keduanya.


"Tentu saja."


Beberapa jepretan telah berhasil diabadikan. Kendra dan Tania segera berganti pakaian kembali setelahnya lalu membayar pakaian tersebut di kasir.


***

__ADS_1


"Aku lihat-lihat selera fashionmu semakin baik sekarang. Sepertinya kau cocok untuk jadi desainer nanti." puji Kendra pada gaun dan jas pilihan Tania tadi. Kini mereka telah berada dimobil dan dalam perjalanan pulang. Kendra akan mengantar Tania pulang terlebih dahulu, lalu ke rumah sakit kembali setelahnya.


Berawal dari ketidaktahuannya mengenai fashion masa kini, membuat Tania acap kali browsing mengenai hal itu. Lambat laun dunia fashion menjadi daya tarik tersendiri bagi Tania untuk mempelajari dan ingin terjun di dalamnya.


Gadis itu berencana untuk mengambil kuliah jurusan fashion desaign setelah melahirkan nanti. Kendra sama sekali tak melarang bahkan mendukung keinginan sang istri. Mengingat usia Tania yang masih begitu muda, masih banyak hal yang bisa dipelajari dan pria itupun sangat mengedepankan pendidikan.


"Makasih karena Aa selalu mendukungku. Aku berjanji suatu saat pasti bisa membanggakan Aa." ucap Tania dengan semangat 45.


"Besok aku akan meminta Zayyan menjemputmu kesini. Maaf kita tidak bisa berangkat bersama sebab aku sudah harus ada disana terlebih dahulu sebelum acara dimulai." Kendra meninggalkan jejak sayang di kening istrinya sebelum pergi ke rumah sakit.


Keduanyapun berpisah kembali, Tania memperhatikan mobil sang suami yang mulai menghilang dari balik gerbang.


Rasanya ia sudah tak sabar menunggu lusa itu datang. Perempuan itu bahkan selalu kepikiran sebelum semua terlewati. Bagaimanapun hal ini akan menjadi pengalaman cukup menegangkan bagi Tania lantaran ia yakin para kolega bisnis Kendra tentu bukan dari golongan orang biasa. Ia harus pandai membawa diri supaya jangan sampai membuat malu suaminya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2