
"Wah..Non Zaskia dan Tuan Kendra benar-benar pasangan yang serasi. Yang satu cantik, baik dan multi talenta sedangkan yang satunya tampan, baik, kaya lagi. Sungguh pasangan yang sempurna, Bibi jadi iri dengan mereka. Benar kan Tania?"
Bi Marni sengaja melontarkan kata-kata itu pada Tania yang terlihat masih memandangi kepergian kedua majikannya. Bukan karena Bi Marni membenci gadis itu, ia hanya ingin Tania menyadari posisinya dan tidak berharap kepada Kendra. Jelas hubungan mereka salah lantaran Kendra adalah seorang pria beristri.
Ucapan Bi Marni membuat Tania mulai berkecil hati. Memang apalah dirinya jika dibandingkan dengan seorang Zaskia. Akan tetapi, ucapan Kendra waktu itu berhasil memupuk kembali rasa percaya dirinya.
Seulas senyum nan tipis tersimpul wajah Tania,
"Benar sekali kata Bibi. Mereka sangatlah serasi dan bisa dibilang sempurna. Tapi, menurutku semua pasangan di dunia ini adalah sempurna. Karena Tuhan menciptakan makhluknya secara berpasangan untuk menutupi kekurangan dan saling melengkapi satu sama lain. Bibi tidak perlu iri dengan mereka, kalau kita berpikir yang tampan hanya cocok untuk yang cantik. Maka bagaimana nasib gadis pas-pasan kaya gini? Apa kita tidak boleh mengharapkan seorang pangeran?" jawabnya setengah bercanda.
Ucapan telak Tania ternyata mampu membuat Bi Marni kagum padanya. Ia tak menyangka gadis kecil itu memiliki pemikiran yang luas.
" Bener kata Tania tuh, Bi. Saya juga lagi ngarepin dapat suami lagi yang kaya Shah Rukh Kan. MasyaAlloh gantengnya.." balas Bi Sumi sembari membayangkan artis India yang hits pada zamannya.
Bi Marni hanya mampu geleng-geleng kepala melihat Bi Sumi yang masih saja senang berkhayal di usianya yang sudah tidak lagi muda.
"Ingat umur, Sum." cibir Bi Marni.
"Bercanda Mar. Kamu kan tahu sekarang aku lagi dekat sama Mang Asep, penjaga rumah sebelah. Nggak ganteng juga nggak pa-pa yang penting dia serius dan juga setia." balas Bi Sumi penuh percaya diri.
"Ngomong-ngomong Nona dan Tuan. Aku nggak yakin Tuan jadi kerja pagi ini. Sekarang kan mereka jadi kayak pengantin baru lagi. Kikuk..Kikuk.." seloroh Bi Sumi sembari memperagakan dua jemari tangannya yang bercumbu.
__ADS_1
"Dasar sumi. Mesum ilmunya." gerutu Bi Marni.
Tania hanya mendengarkan celoteh dua orang beda zaman dengannya. Namun, perkataan terakhir Bi Sumi cukup membuat hatinya ketar ketir saat ini.
"Apa Tuan akan melakukannya dengan Non Zaskia? Ahh..jikapun iya seharusnya aku juga harus terima. Tuan juga kan suami Non Zaskia." pikirannya berusaha menerima meskipun dalam hati nyesek membayangkan pria itu bersama wanita lain. Inilah mungkin arti dari kata cemburu.
***
Kendra menurunkan Zaskia diatas ranjang pembaringan mereka. Pria itu membenarkan beberapa anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya. Zaskia terlihat lebih kurus dan wajahnya sedikit pucat sekarang.
" Kau pasti sangat lelah. Maaf untuk semalam, aku tidak tahu jika kau akan pulang. Kau seharusnya mengabariku terlebih dahulu.
Zaskia menatap kamarnya yang tidak begitu banyak berubah selama kepergiannya. Hanya satu hal yang masih menorehkan luka dalam hatinya, disini juga semalam Kendra bergelut dengan Tania.
"Aku merindukanmu. Maafkan aku."
Zaskia memeluk erat dada bidang yang selalu memberi kenyamanan untuknya. Airmatanya lolos begitu saja mengingat kesalahan besar yang telah ia lakukan terhadap suaminya.
Kendra menghela nafas panjang, ia membiarkan wanitanya menumpahkan segala keluh kesah lewat airmata yang mulai terasa merembes ke dalam kemejanya. Ia mengusap punggung Zaskia untuk menenangkan.
"Aku sudah memaafkanmu. Akupun minta maaf karena tidak menjagamu selama tiga bulan terakhir ini." Kendra merasa bersalah sebab dirinya sama sekali tak mengawasi sang istri selama wanita itu pergi darinya.
__ADS_1
Zaskia melonggarkan pelukannya, kini ia kembali menatap lekat wajah sang suami dengan masih bersimbah airmata.
Kendra menyapu lembut airmata Zaskia, ia tidak mengerti apa masalahnya. Akan tetapi, ia merasa Zaskia mengalami kesedihan yang mendalam.
Wanita itu meraba perlahan dada sang suami yang masih terbalut kemeja. Seketika ia mencumbu bibir suami yang begitu ia dambakan.
Tangan Zaskia perlahan membuka kancing kemeja Kendra, dirinya ingin melampiaskan kerinduan pada sang suami saat ini juga.
Kendra membalas ciuman sang istri. Namun, begitu keduanya semakin memperdalam ciuman, tiba-tiba saja perutnya kembali serasa diaduk-aduk. Spontan pria itu mendorong Zaskia dan berlari menuju kamar mandi.
"Hoek..Hoek.."
Zaskia kembali menelan kekecewaan, padahal mereka tadi sudah mulai terbakar suasana. Namun, dirinya juga cemas mendengar suara Kendra yang sepertinya sedang muntah di kamar mandi.
"Honey, apa kau baik-baik saja?" tanyanya khawatir.
" Iya, kau tenang saja. Aku mungkin hanya masuk angin biasa. Hoek.."
Kendra mendengus kasar, ia mencuci muka sembari mengamati penampilannya di cermin.
"Nak, sepertinya kau marah karena aku mengabaikan ibumu dan menyetuh ibu tirimu." gerutunya pada cermin tersebut. Padahal, sedari tadi ia merasa lega karena rasa mual di perutnya sudah mulai menghilang.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate n vote seikhlasnya buat karya terbaruku ya. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya🤗