
Darah Kendra mendidih seketika melihat jemari tangan Tania digenggam oleh Zayyan. Apalagi saat perempuan itu saling melempar tawa bersama Zayyan. Tawa yang begitu lepas yang selama ini jarang sekali ia temui dari diri sang istri.
Moodnya sedang tidak bagus hari ini, dimana tadi dirinya sebagai suami Zaskia baru saja mengambil keputusan untuk melakukan aborsi demi kelancaran proses penyembuhan Zaskia. Ada rasa bersalah menusuk relung jiwanya, tetapi dirinya harus mengambil keputusan yang terbaik mengingat janin itu perkembangannya tidak sempurna dan cukup menghambat proses penyembuhan istrinya.
Zaskiapun melihat kedekatan Zayyan dan Tania,
"Mas? Apa asisten pribadi barumu itu sudah mengenal Tania? Mereka sepertinya cukup akrab." ungkap Zaskia meneliti keduanya.
Kendra tak menjawab, ia memilih untuk segera menghampiri keduanya seakan hendak membuat istrinya tertangkap basah berselingkuh dengan pria lain.
"Tania! Apa yang kau lakukan disini?"
Suara bariton bernada tegas itu langsung mencuri atensi dua anak manusia yang sedang bercanda barusan.
Netra Tania membola seketika, rasa gugup sekaligus canggung menggerogoti hati perempuan itu. Apalagi tatapan serta ucapan Kendra mengisyaratkan kekesalan, jarang sekali lelaki itu memanggil namanya langsung kecuali sedang mode ngambek.
"Aa..maaf aku tadi tidak sengaja bertemu dengan Kak Zayyan disini. Aku tadi baru saja dari Dokter untuk memeriksakan kandungan." jawabnya gelagapan.
__ADS_1
Kendra bertambah kesal mendengarnya, bahkan istri kecilnya tak mau mengingatkan jadwal kontrol kandungan kepadanya. Padahal, iapun sangat ingin melihat perkembangan anaknya dan pasti menyempatkan waktu untuk menemani.
"Benarkah? Atau kau sengaja membuat janji dengan pria ini karena kau sudah tahu dia bekerja untukku? Kau pasti senang bisa sering bertemu dengannya bukan?"
Tania tak menyangka suaminya akan menuduhnya seperti barusan. Apa pria itu tidak sadar jika dirinya sudah terlalu sering mengalah dan bersabar selalu dikesampingkan?
"Aa kenapa sih main tuduh yang bukan-bukan? Bukannya tadi sudah ku bilang, aku tidak sengaja bertemu Kak Zayyan. Aku juga baru tahu dia bekerja sama Aa barusan! Kalau nuduh tuh mikir! Memang yang dipikiran Aa cuma kak Zaskia aja, yang lain lupa." ceplos Tania saking kesalnya. Bulir bening meluncur tanpa permisi, ia sudah tak peduli meski jadi pusat perhatian seluruh manusia penghuni kantin bahkan terkena amukan suaminya.
Sedangkan Zayyan masih ambigu mencerna semua ini, ia mulai bisa menyimpulkan posisi Tania sebenarnya. Rasanya ia tak percaya jika gadis kecil polos itu mau dijadikan istri kedua.
"Zay, antar Zaskia pulang ke rumah sekarang juga. Ingat, aku tidak akan mentolerir jika kau berani menyentuh istriku apalagi mengobrol lama dengannya seperti barusan. Taruhannya pekerjaanmu!" tekan Kendra menunjuk tepat didada pemuda itu.
"Saya tidak peduli anda mau memecatku sekalipun. Tapi aku tidak akan membiarkan anda menyakiti Tania." ucapnya bernada menantang.
Tania yang melihat tatapan sengit keduanya segera melerai agar tidak sampai terjadi pertikaian ditempat umum.
"Kak Zayyan sudah. Lebih baik kakak turuti permintaan Bosmu, jangan cari masalah." Mohon Tania.
__ADS_1
Zayyanpun mundur teratur, ia tak ingin wanita itu terkena masalah kembali. Setidaknya ia harus bisa bersikap profesional dan tidak melibatkan urusan pribadi dan pekerjaan.
Pemuda itu hanya memberi hormat, kemudian mengajak Zaskia untuk pergi dari sana. Kini tinggallah Tania dan Kendra, perempuan itu melayangkan tatapan sengit dan berniat beranjak dari tempatnya.
"Kau mau kemana?"
Cekalan Kendra berhasil mengunci pergerakannya. Pria itu mencengkeram cukup kuat hingga membuat lengannya terasa nyeri, tetapi tidak lebih nyeri dibandingkan hatinya saat ini.
"Lepaskan! Aku mau pulang." berontaknya berlinang airmata.
"Ikut denganku. Jangan membantah!" Kendra tak ingin ditentang, tetapi istri kecilnya tak mau diam. Masih berusaha melepaskan diri darinya.
Lelaki itu tak mau ambil pusing, ia merengkuh tubuh Tania dan menggendongnya ala bridal style.
"Kau mau bawa aku kemana?" tanya perempuan itu khawatir.
"Yang pasti akan membuatmu jera dan tak akan mengulangi kesalahanmu lagi.
__ADS_1
Bersambung..