
Kendra baru saja selesai mandi pagi ini, pria itu melihat Zaskia yang sibuk menyiapkan pakaian dan perlengkapan kantornya. Hal seperti ini jarang-jarang terjadi sebab biasanya sang istri selalu sibuk dengan pekerjaan dan jarang sekali berada di rumah dalam jangka waktu yang lama. Dirinya heran, sudah seminggu ini Zaskia berada dirumah tanpa pergi kemana-mana.
"Kau sudah selesai mandi? Aku sudah menyiapkan pakaianmu." ucap wanita itu tersenyum hangat pada suaminya. Meskipun sikap Kendra akhir-akhir ini terkesan acuh, tetapi ia tak akan pernah menyerah. Dia akan berusaha untuk kembali merebut hati sang suami.
Kendra menyadari perubahan Zaskia akhir-akhir ini, "Aku perhatikan belakangan ini kau tidak pernah kemana-mana? Apa kau sedang tidak ada jadwal konser?" tanyanya setelah memakai setelan kerja.
Zaskia mendekat dan membantu pria itu memasangkan dasinya.
"Sudah aku katakan. Aku ingin menjadi istri seutuhnya untukmu, aku ingin memperbaiki semua kesalahanku padamu, Honey." jawabnya menatap lekat manik mata hitam milik suaminya.
"Aku memutuskan ingin berhenti untuk menjadi penyanyi. Aku ingin menjadi istri sekaligus ibu yang baik untukmu dan anak-anak kita nanti. Aku siap mengandung anakmu, honey. Cup." sebuah kecupan hangat mendarat di bibir Kendra, pria itu masih tertegun dengan apa yang baru saja Zaskia ucapkan.
"Apa kau serius? Apa kau sudah siap kehilangan kariermu?" tegas Kendra berusaha mencari kebenaran.
"Aku serius. Aku sudah membatalkan kontrakku dengan rumah music yang menaungiku. Meskipun aku tahu, aku harus membayar denda yang sangat besar untuk itu bahkan mungkin seluruh tabunganku akan terkuras karenanya.
Kendra terharu melihat kesungguhan Zaskia. Jika saja Zaskia mengatakan hal itu sebelum Tania masuk dalam kehidupannya. Tentu dirinya pasti merasa jadi pria paling beruntung di dunia ini.
"Tapi sepertinya semua tidak akan pernah bisa seperti dulu, Sayang. Kau harus ingat, aku sekarang juga memiliki Tania yang harus ku jaga dan kucintai." ungkap Kendra.
Zaskia membuang kasar nafasnya, setiap ia mendengar nama Tania disebut oleh sang suami, hatinya pasti akan terbakar cemburu.
"Ken? Bukankah pernikahan kalian hanya sebatas perjanjian diatas kertas. Apa kau lupa sayang? Kita telah menikah selama lima tahun, aku yang lebih dulu memilikimu. Kau baru mengenalnya masih dalam hitungan jari." protesnya pada Kendra.
__ADS_1
"Ken, kumohon ceraikan gadis itu. Kita ulang semua dari awal, OK? Taniapun masih memiliki masa depan yang panjang, dia pasti akan lebih senang bisa bebas darimu." Zaskia meyakinkan.
Mendengar ucapan Zaskia membuat Kendra tersulut emosi, " Aku dan Tania tidak akan pernah terpisah. Saat ini dia sedang mengandung anakku, aku bahkan berencana untuk menikah resmi dengan Tania supaya anakku nanti diakui secara agama dan negara." tegas Kendra.
Zaskia begitu terperanjat, "Tidak! Kau pasti bohong kan? Tania tidak mungkin hamil anakmu." Zaskia menangis tergugu, ia masih tak mempercayai hal ini. Padahal baru beberapa hari yang lalu Tania mengatakan bahwa dirinya tidak hamil, tetapi sekarang Kendra mengatakan kebalikannya.
Hati Zaskia semakin hancur rasanya, sekarang Tania telah selangkah lebih cepat didepannya. Wanita itu pasti akan mengikat Kendra dengan keberadaan anak ditengah-tengah mereka.
"Kendra kumohon. Aku tidak sanggup jika kau membagi cintamu dengan wanita lain. Aku tidak bisa Ken, aku tidak bisa." Zaskia bersimpuh dengan berlinang airmata dihadapan suaminya.
Kendra merasa iba pada istri pertamanya, ia mengangkat tubuh Zaskia agar berdiri sejajar dengannya.
"Aku minta maaf padamu, Kia. Dari awal sudah aku katakan bahwa pernikahan itu bukanlah hal yang main-main. Saat kau memintaku untuk menikah dengan Tania, itu artinya aku harus siap membagi cintaku untuk kalian berdua meskipun aku tidak memiliki perasaan padanya. Dan sekarang, sekarang hatiku sudah terbuka untuk Tania, terlebih dirinya kini tengah mengandung janinku. " ungkap Kendra lembut.
"Kau jahat, Ken. Kau jahat! Seharusnya saat tahu dia hamil, kau mengakhiri hubunganmu dengannya sesuai dengan surat perjanjian itu. Aku bersedia membesarkan anak itu meski bukan dari rahimku. Aku akan memberi sanksi denda pada Tania karena sudah melanggar kontrak! " Ucapnya masih menangis tergugu. Siapapun yang mendengar pasti akan merasakan betapa pilunya perasaan Zaskia sekarang.
"Kumohon, Kia. Aku harap kau bisa menerima semua ini secara perlahan. Aku tahu itu sulit, tetapi ini sudah menjadi kehendak. Aku memiliki dua istri dan aku harus bisa bersikap adil pada kalian. Mengenai surat kontrak itu, bagiku sudah tidak ada artinya sama sekali. Hubunganku dan Tania adalah sah dimata Tuhan." Zaskia memukul-mukul punggung Kendra, hatinya sakit mendengar kata-kata sang suami.
Kendra mulai melepaskan pelukannya. "Sekarang aku harap kau bisa berpikir dengan tenang terlebih dahulu. Aku harus berangkat kerja sekarang. Assalamu'alaikum."
Zaskia masih tak bergeming dari tempatnya, pikirannya kosong. Ia masih tidak terima dengan semua yang Kendra katakan barusan.
***
__ADS_1
"Tania? Non Zaskia memintamu untuk menemuinya di kamar." Bi Sumi yang baru saja mengantarkan makanan untuk Zaskia, menyampaikan apa yang baru saja majikannya katakan.
Tania segera mencuci dan mengeringkan tangannya sehabis mencuci piring. Dirinya benar-benar gugup sekaligus takut bertemu dengan Zaskia. Apalagi setelah pembicaraan mereka waktu itu, sikap Zaskia menjadi dingin kepadanya.
Gadis itu berdiri di depan kamar Zaskia, ragu-ragu ia mengetuk pintu kamar tersebut sebelum akhirnya terdengar pintu terbuka dari dalam.
"Maaf, Nona. Kira-kira ada apa ya, anda memanggil saya kesini?" tanyanya gugup.
Tania berusaha tenang ketika melihat tatapan Zaskia yang begitu tajam ke arahnya. Wanita itu berjalan mendekat dan berdiri dihadapan Tania.
PLAK..
"Dasar wanita tidak tahu diuntung! Bisa-bisanya kau menikungku dari belakang! Apa kau lupa semua jasa yang aku perbuat untuk keluargamu?"
Sebuah tamparan yang begitu keras Zaskia layangkan di pipi putih Tania hingga nampak jejak kemerahan disana. Namun, rasa sakit itu tak sebanding dengan sakit hati yang ia rasakan saat ini.
"Maafkan saya, Nona." suaranya seakan tercekat di tenggorokan, ia begitu sulit berkata-kata saat ini.
"Aku minta kau tinggalkan suamiku dan pergi dari sini! Kau memang wanita tak tahu malu, beraninya kau berbohong dan mengatakan tidak hamil. Padahal sekarang kau mengikat suamiku dengan anak yang ada di perutmu itu."
Zaskia kalap, ia hampir saja mendorong Tania dengan cukup keras. Ia tak terima Tania hamil anak suaminya.
Untung saja timbul keberanian dalam diri Tania. Dirinya berusaha melawan dan mendorong Zaskia hingga jatuh ke lantai. Entah muncul dari mana sikap bar-barnya itu, yang jelas kekuatannya itu muncul karena dirinya merasa harus bisa melindungi buah hatinya.
__ADS_1
Bersambung..
Jangan lupa tinggalkan jejak like koment rate n vote seikhlasnya buat karya terbaruku ya. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya🤗