
Seusai kepergian Kendra ke kantor, Zaskiapun ikut pergi menemui Hesti managernya. Ia ingin sekali menceritakan apa yang telah menimpanya saat ini, biasanya Hesti selalu bisa memberikan solusi atas masalah yang ia hadapi.
"Kia? Tumben sekali kamu kesini? Kenapa mukamu seperti itu? Apa kau sedang dalam masalah?" Hesti memperhatikan wajah Zaskia yang nampak galau, ia pikir setelah pulang dari luar negeri sahabatnya itu bisa hidup bahagia bersama suaminya.
"Hes, masalahku tambah runyam sekarang. Aku, aku hamil Hes. " ungkap Zaskia panik. Iapun menceritakan bahkan selama ini Kendra belum pernah menyentuhnya, baru tadi malam suaminya bersikap lembut dan mau memberi nafkah batin padanya. Jadi sudah bisa dipastikan anak siapa yang ada di dalam kandungan Zaskia saat ini.
" Kamu ceroboh banget, Kia. Apa kamu tidak mengkonsumsi pil pencegah kehamilan waktu itu. Lima tahun bersama suamimu saja kau bisa menjaga supaya tidak hamil. Tapi, tiga bulan bersama Dafa sudah bisa membuatmu tekdung." protes Hesti tak habis pikir. Tetapi memang, sesuatu yang buruk itu biasanya lebih mudah meninggalkan bekas.
"Kamu tahu kan? Dulu aku berhenti mengkonsumsi pil karena kupikir diluar negeri aku nggak bakalan berhubungan dengan pria lain. Padahal aku kecolongan cuma sekali, sewaktu Dafa memperkosaku malam itu. Aku stres berat waktu itu, ditambah jadwal manggungku padat. Jadi seminggu setelahnya aku baru kepikiran minum pil itu lagi. Aku nggak nyangka, ternyata janin itu sudah tumbuh dan berkembang disini." wajah Zaskia berubah sendu kala menunjuk perutnya. Jika saja anak itu merupakan anak Kendra, pasti dirinya akan sangat bahagia saat ini.
"Kamu udah pernah periksa ke dokter?" tanya Hesti memastikan.
"Aku juga baru tahu seminggu yang lalu. Aku baru mengetesnya dengan testpack." jika bukan Bu Santi yang menyamakannya dengan gejala hamil muda Tania, wanita itu pasti tidak akan sadar jika dirinya tengah berbadan dua.
"Gimana dong, Hes? Hubunganku sama mas Kendra baru menghangat akhir-akhir ini. Terus terang aku nggak siap ngecewain mas Kendra. Apalagi jika sampai dia menceraikanku." Air mata Zaskia lolos begitu saja membayangkan Kendra marah dan meninggalkannya.
Hesti mengelus pundak Zaskia, ia mengerti apa yang tengah dirasakan sahabatnya sekarang. Dia tahu betapa Zaskia begitu mencintai suaminya.
"Kamu yang sabar ya, Kia. Tapi, menurutku lebih baik kamu menceritakan semuanya pada Kendra dari sekarang. Kamu nggak bakali nutupin semua ini dari Kendra sebab perutmu semakin lama juga akan semakin membesar. Lebih baik kamu siapkan mentalmu, coba bicara dari hati ke hati dengan suamimu. Ingat ini semua bukan murni kesalahanmu, kamu diperkosa waktu itu bukan selingkuh." Hesti mencoba menasehati.
"Nggak Hes, aku nggak siap. Bagaimana kalau mas Kendra tidak mau menerima bayi ini? Lelaki mana yang mau menampung anak hasil hubungan istrinya dengan pria lain?" sangkal Zaskia.
Hesti menghela nafas dengan kasar, " terus mau kamu gimana Kia? Apa kamu mau ngegugurin anak itu? Dia tidak berdosa Kia, jangan sampai kamu melakukan kesalahan yang lebih fatal." tegas sahabatnya kritis.
Hesti tak menyangka jika ucapannya merupakan ide yang tengah bercokol di pikiran sahabatnya.
__ADS_1
"Kamu benar, Hes. Aku ingin menggugurkan bayi ini sebelum Kendra tahu aku sedang hamil." ucapnya penuh keyakinan.
" Nggak, nggak, nggak! Kamu gila ya Kia? Itu sama artinya kamu pembunuh. Bayi itu tidak berdosa Kia!" tegas Hesti kembali.
"Aku emang udah gila Hes. Aku bisa tambah gila jika sampai kehilangan mas Kendra. Lagian, janin ini belum bernyawa. Akupun tak akan sanggup menerima kehadirannya, setiap melihatnya aku pasti akan teringat pria yang paling ku benci di muka bumi ini. " wanita itu semakin tersedu membayangkan nasibnya ke depan.
"Please Hes? Please bantu aku. Aku ingin menghilangkan janin ini dari perutku. Aku nggak sanggup melihat kehadirannya di dunia." Zaskia menghiba.
Wanita itu terus memohon dan menghiba pada sahabatnya. Ia meyakinkan Hesti bahwa dirinya benar-benar ingin melenyapkan janin itu.
Hati Hesti ikut terketuk melihat sahabatnya yang nampak begitu terguncang. Ia meyakinkan sahabatnya sekali lagi.
"Kamu yakin dengan keputusanmu? Kamu nggak takut bakalan nyesel nanti?" tanyanya sekali lagi.
Tak berselang lama Hesti nampak menghubungi seseorang. Dia wanita yang senang bergaul, beberapa diantara sahabatnya pasti cukup memahami kasus seperti ini. Sudah bukan rahasia lagi, banyak sekali wanita yang ingin menggugurkan kandungan gara-gara kebablasan sedangkan posisi belum ada ikatan dengan pasangan. Alhasil, mereka menempuh jalan tergila seperti sekarang.
"Temenku punya kenalan. Tapi, rumahnya ada di daerah pemukiman X. Dia biasanya ahli dalam masalah aborsi." tutur Hesti. Sebenarnya hatinya menolak, tetapi iapun tak tega melihat sahabatnya tertekan seperti sekarang.
"Gak pa-pa, Hes. Aku mau melakukannya sekarang juga. Mumpung mas Kendra sedang sibuk sama istri mudanya." ungkap Kia bersemangat.
Keduanyapun akhirnya memutuskan untuk pergi ke alamat yang diberikan oleh salah satu kenalan Hesti.
Zaskia tahu Kendra menempatkan kembali pengawalan untuk dirinya. Wanita itu berhasil mengecoh anak buah suaminya saat dijalan hingga mereka semua kehilangan jejaknya.
***
__ADS_1
"Bagaimana bisa kalian kehilangan jejaknya. Dasar bodoh! menjaga satu wanita saja kalian tidak becus." umpat Kendra dari balik teleponnya.
Tania mengelus lengan suaminya, ia bisa melihat gurat kekhawatiran di wajah tampan itu.
Akhir-akhir ini Kendra memang merasa aneh dengan Zaskia. Wanita itu seperti menyembunyikan sesuatu semenjak kedatangannya dari luar negeri. Ditambah kondisi kesehatan Zaskia yang kurang baik menurut Kendra, tetapi wanita itu sama sekali tidak ingin diperiksa.
"Sayang? Aku harus mengikuti Zaskia. Firasatku tidak enak sekarang." ungkap Kendra gelisah.
"Baiklah. Ayo, aku akan ikut denganmu." Tania menggandeng lengan sang suami. Namun, dirinya terkesiap saat pria itu tiba-tiba melepaskan tangannya. Ada sedikit rasa kecewa yang berhasil mencubit relung hatinya.
"Sayang. Aku mohon tunggu aku dimobil saja. Aku tidak mau kau kecapekan nanti. Kasihan anak kita." Kendra mengelus perut Tania dengan penuh kasih sayang.
Perempuan itu tersenyum simpul, hatinya kembali menghangat merasakan perhatian dari sang suami. Ia pun mengangguk dan menurut perintah suaminya.
Kendra segera pergi setelah meninggalkan kecupan hangat dikening sang istri. Pria itu menyeberang jalan dan ikut masuk kedalam pemukiman.
Kendra merasa kebingungan saat masuk ke dalam pemukiman cukup padat tersebut. Beberapa kali ia bertanya pada warga sekitar, tetapi kebanyakan dari mereka tak melihat sosok Zaskia dan satu wanita lagi yang ia yakini adalah Hesti.
Lelaki itu mulai berputus asa hingga tanpa sengaja ia melihat sosok Hesti yang terlihat gelisah di depan sebuah rumah yang terletak di ujung gang sempit. Pria itupun segera menghampiri Hesti untuk menuntaskan rasa penasarannya.
"Apa yang kau lakukan disini?!"
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate n vote seikhlasnya buat karya terbaruku ya. Maaf banget author benar-benar sibuk akhir-akhir ini. Makasih banyak atas dukungannya😍
__ADS_1