Jadi Simpanan Majikanku

Jadi Simpanan Majikanku
BAB 60


__ADS_3

Malam menjelang, Kendra dan kedua orang tuanya telah berkumpul diruang makan untuk makan malam bersama. Tania dan Bi Marni membawakan berbagai hidangan untuk dinikmati oleh para majikannya.


"Tania? Kenapa kau tidak duduk dan makan bersama kami disini? Sekarang kau sudah menjadi bagian dari keluarga ini. Sudah sepantasnya kau makan dan bergabung bersama kami." pinta Bu Santi.


"Terima kasih Nyonya, Tuan. Tapi saya sudah terbiasa makan di belakang bersama pelayan yang lain. Saya sangat nyaman makan bersama mereka." tolak Tania halus.


Bukan apa-apa, Tania masih menghargai perasaan Zaskia. Ia tahu Zaskia belum mau menerimanya, ia tak ingin wanita itu semakin tidak nyaman jika dirinya berada di tengah-tengah mereka.


Bu Santi tadinya ingin memaksa Tania bergabung bersama mereka, tetapi ia mengurungkan niatnya kala melihat Zaskia menuruni tangga.


"Selamat malam semuanya." ucapnya sembari mengembangkan senyuman, tetapi senyum itu beringsut saat tatapannya terhenti pada sosok istri kedua sang suami. Zaskiapun menjatuhkan bobot tubuhnya di samping Kendra.


"Kia? Apa kau sudah baikan sekarang?" Bu Santi menyapa sang menantu. Sejak tadi mereka tak berani mengganggu wanita itu sebab Zaskia memang butuh waktu untuk sendiri dan memikirkan semuanya dengan kepala jernih.


"Sudah,Ma. Eum..aku sudah mengambil keputusan. Aku akan mencoba menerima Tania sebagai maduku. Mungkin hatiku belum bisa menerima sepenuhnya, tetapi aku tahu Mas Kendra mencintai Tania dan Tania sekarang juga sangat membutuhkan Mas Kendra disampingnya. Aku akan mencoba berlapang dada."


Ucapan Zaskia sontak membuat seluruh anggota keluarga tersenyum lega. Terutama Kendra, ia bersyukur akhirnya Zaskia mau menerima Tania sebagai madunya.


"Terima kasih, Sayang. Terima kasih kau bisa mengerti keadaanku. Aku berjanji untuk berusaha bersikap adil pada kalian berdua." Kendra menggenggam erat jemari Zaskia karena bangga.


Zaskia berhambur memeluk sang suami, mendekap erat pria yang selalu ia rindukan belaiannya. "Sama-sama Mas. Sebenarnya ini berat bagiku, tetapi rasa cintaku begitu besar padamu, Mas."


Tania ikut senang mendengar pernyataan Zaskia barusan. Akan tetapi, entah mengapa ia merasa takut melihat tatapan tak terbaca Zaskia saat tanpa sengaja bertemu pandang dengannya. Tatapan itu seolah mengisyaratkan kebencian yang mendalam terhadapnya.


" Ah..semoga ini hanya perasaanku saja. Aku rasa tidak mungkin Non Zaskia sejahat itu." ia mencoba menghilangkan segala pikiran buruk tentang Zaskia.


Seusai makan malam, Zaskia meminta Kendra untuk menemaninya tidur sebab ia merasa masih belum enak badan.


Kendra melirik sekilas pada Tania, wanita itu menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia tak mempermasalahkan hal itu. Kendrapun membawa Zaskia menuju kamar mereka.


Setibanya di kamar, lelaki itu memapah Zaskia menuju ranjang.

__ADS_1


"Sekarang beristirahatlah." Kendra mengecup kening sang istri, ia hendak beranjak ke ruang kerja sebab beberapa pekerjaan harus ia kerjakan sebelum besok dirinya berangkat ke Bandung.


Akan tetapi, langkahnya tertahan sebab Zaskia meraih lengannya.


" Ken? Tidak bisakah kau menemaniku malam ini? Kau bilang akan berlaku adil, tetapi selama kedatanganku belum sekalipun kau menyentuhku. Biarlah kau menganggapku murahan, tapi aku benar-benar membutuhkannya darimu." ungkap Zaskia dengan netra berkaca-kaca. Ia berusaha mengungkapkan apa yang menjadi uneg-unegnya akhir-akhir ini.


DEG..


Hati Kendra berdesir mendengar perkataan Zaskia. Dirinya akui jika ucapan Zaskia benar adanya. Semenjak hatinya diisi oleh Tania, ia seolah sengaja menghindar dari Zaskia.


Kendra kembali mendekati sang istri, ia rasa sekarang dirinya harus bisa membuktikan kata-katanya bahwa ia akan berlaku adil kepada kedua istrinya.


Pria itu duduk ditepi ranjang dan menatap lekat pada sang istri. Ia mencoba mengingat percintaan panas yang dulu sering mereka lakukan. Siapa tahu dengan begitu ia bisa kembali bergairah pada istrinya.


Kendra mengikis jarak diantara mereka. Terakhir mencium Zaskia dirinya langsung memuntahkan isi perutnya yang kemungkinan akibat sindrom cauvade yang ia alami selama Tania hamil muda. Ia menelan kasar salivanya,


" Semoga kali ini tidak." batinnya berharap.


"Huk..Huk."


Kendra segera melepaskan pagutannya saat rasa mual kembali melandanya.


"Sayang, maaf. Sepertinya aku tidak bisa melanjutkannya, perutku rasanya mual sekali. Huk."


Bukannya mengerti, Zaskia justru malah menangis saat ini. Dirinya mengira Kendra sengaja seperti itu lantaran memang tak ingin menyentuhnya.


"Kau sengaja seperti itu karena kau memang sudah bosan padaku kan Ken?" Zaskia merasa kecewa.


Kendra terkesiap mendengar ucapan Zaskia barusan, "Tidak sama sekali. Aku benar-benar mual, sayang. Mungkin karena aku juga mengalami ngidam seperti Tania, jadi akupun mengalami gejala mual dan mutah seperti dia." sangkal Kendra.


"Kau pasti berbohong. Mana ada yang seperti itu. Kau bohong Ken! Kau tidak bisa berlaku adil." Zaskia menangis dan merajuk sembari memukul pelan dada bidang Kendra.

__ADS_1


Kendra mendengus kasar, Zaskia sama sekali tak mempercayai ucapannya. "Baiklah. Kita coba lagi."


Dengan sedikit kasar ia ******* kembali bibir Zaskia. Tangannyapun mulai meremas dua aset berharga istrinya yang masih terbungkus piyama. Ia harap dengan begini, gairahnya akan kembali hadir.


Kendra mencoba menahan rasa mual yang melanda dengan semakin memperdalam pagutannya. Namun, bukannya berhasil dirinya justru merasa perutnya semakin diaduk-aduk.


"Hoek.. Hoek.."


Akhirnya cairan kental bercampur makanan itu berhasil keluar dari mulut Kendra. Pria itu sedikit lega, meskipun ia malu lantaran ia muntah diatas ranjang dan juga lantai kamarnya.


Zaskia menatap jijik bekas mutahan Kendra, tiba-tiba iapun jadi mual karenanya.


"Kau jorok, Ken."


"Kau sendiri yang tak percaya dan memaksaku. Apa kau mau mencobanya lagi?" kilah Kendra sembari menggoda Zaskia.


Zaskia menggeleng seketika, ia meminta Kendra memanggil Bi Sumi untuk membersihkan kamar dan mengganti seprei mereka.


Pria itu bisa bernafas lega, ia hendak beranjak ke ruang kerja tapi lagi-lagi Zaskia membuntutinya. "Aku ikut denganmu. Biar Bi Sumi membersihkan kamar kita dulu." paling tidak Zaskia menahan Kendra agar tidak ke bawah menemui Tania.


Kendra mengangguk pasrah. "Baiklah. Aku mau ke ruang kerjaku, ada beberapa pekerjaan yang harus segera ku selesaikan sebelum besok berangkat ke Bandung.


Zaskia mengernyitkan keningnya, "Ke Bandung? Untuk apa? Bukankah Mama dan Papa masih disini?" tanyanya penasaran.


"Aku akan mengajak Tania ke Bandung selama seminggu. Aku harus menemui Bi Minah dan meminta restu padanya. Selama aku pergi, Mama dan Papa akan menemanimu disini." jelas Kendra.


Mendengar ucapan Kendra, hati Zaskia kembali terbakar. Yah, sampai sekarang ia belum mau berbagi suami. Ia terpaksa berbohong agar Kendra simpati dan tetap mempertahankannya.


" Bagaimanapun aku harus menggagalkan rencana mereka. Aku tidak rela wanita itu berbahagia diatas penderitaanku."


Bersambung..

__ADS_1


Tambah malam ya bestie, maaf author benar-benar sibuk tapi tetap berusaha untuk bisa up. Makasih buat semuanya yang masih setia mendukung. Love you all😍


__ADS_2