Jadi Simpanan Majikanku

Jadi Simpanan Majikanku
BAB 94


__ADS_3

Ludah Zaskia seakan tercekat kala Dafa menatap lekat ke arahnya. Jarak keduanya cukup dekat, Zaskia merasakan aura kemarahan dan kesedihan yang dalam pada manik mata hitam tersebut. Tangan pria itu masih mencengkeram dagunya hingga membuat wanita itu meringis sakit karenanya.


"Kenapa? Kenapa kau tega sekali? Bukankah kau berjanji akan menjaganya dengan baik? Kenapa? jawab!" sentak lelaki itu meratap pilu.


Ingin sekali Zaskia menjelaskan, tetapi lidahnya seakan kaku. Jika saja pria ini tahu bahwa dirinyapun terluka dan begitu berat mengambil keputusan itu.


"Ma-afkan aku. Heuukk!"


Zaskia tersendak begitu Dafa menarik dagunya lebih kencang. Pria itu sama sekali tak mau mendengarkan penjelasannya.


"Kau benar-benar jahat! Tidak ada seorang ibu yang tega mencelakai apalagi sengaja membunuh anaknya sendiri terkecuali wanita yang tidak mempunyai hati nurani. Dan aku salah menilaimu selama ini!" tubuh pria itu bergetar bercampur amarah. Dadanya sungguh nyeri menghadapi kenyataan bahwa calon buah hatinya sudah tidak ada lagi.


Sakit..sakit sekali hati Zaskia mendengar perkataan Dafa barusan. Bulir beningnyapun lolos tanpa permisi membasahi kedua pipi.


Kendra yang baru saja kembali begitu syok melihat Dafa berlaku kasar terhadap istrinya.


"Brengsek! Apa yang kau lakukan? Beraninya kau menyakiti istriku!"


Kendra segera menghempaskan tangan Dafa dari dagu Zaskia. Pria itu menghadiahi sahabatnya dengan sebuah bogem hingga membuat sudut bibir Dafa berdarah.

__ADS_1


Dafapun menghunuskan tatapan nyalang pada Kendra. Ia benar-benar sakit hati karena Kendra yang memutuskan untuk menggugurkan kandungan Zaskia.


"Kau pikir aku takut padamu? Berani sekali kau membunuh anakku! BUGH..


Kendra yang terkesiap mendengar ucapan Dafa barusan tak mampu menghindar dari bogeman itu. Kini keduanya sama-sama terluka di bagian wajah.


"Apa maksudmu? Aku membunuh anakmu? Cih ..jangan ngarang kamu. Aku bahkan tak tahu jika kau sudah memiliki anak! " tegas Kendra membalas tatapan tajam Dafa.


Dafa menyeringai, sepertinya sudah saatnya ia membuka aib yang selama ini ditutupi mati-matian oleh Zaskia. Wanita itu menggelengkan kepala, menghiba pada Dafa, tetapi sepertinya pria itu terlalu nekad.


"Anak yang ada dalam kandungan Zaskia itu anakku. Anak hasil hubungan kami saat diluar negeri. Ketahuilah, aku telah memiliki istrimu selama tiga bulan disana."


Bagai pisau yang menghujam jantung, ucapan Dafa membuat tubuh Kendra bergetar hebat. Sekelebat ingatan akan kejadian beberapa bulan yang lalu, curhatan Dafa kepadanya waktu itu, ia tak menyangka jika wanita yang dimaksud itu adalah Zaskia. Buku-buku jari pria itu mengepal erat, netranya merah nyalang tersulut amarah yang membakar relung jiwanya.


"Breng**k! "


Kendra jadi kalap sekarang, pria itu menghajar Dafa habis-habisan hingga membuat pria itu sama sekali tak bisa berkutik.


"Ini untuk luka yang kau torehkan pada istriku selama ini. Baji**an."

__ADS_1


Kendra hendak melayangkan tinjunya kembali pada Dafa yang sudah tak berdaya. Namun, teriakan Zaskia mampu mengalihkan atensinya.


"Mas hentikan mas! Jangan diteruskan, kau bisa membuatnya mati. Aku tidak mau kamu malah berurusan dengan hukum. " teriak Zaskia histeris.


Logika Kendra mulai berjalan, tetapi Dafa justru menyeringai seakan meremehkan pria yang tengah mencengkram kerah bajunya saat ini.


"Baji**an? Setidaknya aku melakukan itu karena aku benar-benar tulus mencintainya dan siap mempertanggung jawabkan perbuatanku. Tidak seperti kau yang justru malah melukainya dengan menduakannya. Kau lebih pantas disebut baji**an dibandingkan denganku.


Emosi Kendra yang hampir mereda kembali tersulut oleh ucapan Dafa. Pria itu berani menuduh tanpa tahu kebenarannya.


"Hentikan omong kosongmu itu, breng**ek! " Kendra menghempaskan tubuh Dafa dengan kasar ke lantai.


"Pergi dari sini sebelum aku benar-benar akan membunuhmu! " ancamnya memperingatkan.


Dafa mencoba bangkit meski tubuhnya serasa terhuyung. Ia kembali menatap Kendra dengan tatapan putus asa.


" Ingat Ken. Karma pasti berlaku. Kau membuatku kehilangan orang yang aku cintai dan aku yakin suatu saat kaupun akan merasakan hal yang sama."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2