Jadi Simpanan Majikanku

Jadi Simpanan Majikanku
BAB 63


__ADS_3

Bu Minah mempersilahkan tamunya untuk masuk ke dalam rumah. Beliau benar-benar terkejut dengan kedatangan Kendra kesana, ia rasa pasti ada sesuatu yang penting hingga bekas majikannya sampai datang kesana.


" Apa Tania membuat masalah disana? Setahuku putriku selalu bekerja dengan baik." batinnya gelisah.


"Selamat datang digubuk kami, Tuan. Ya beginilah di kampung, jauh sekali dengan rumah Tuan yang besar." sambut Bi Minah sembari mempersilahkan duduk. Ia meminta Tania membuatkan minum untuk Kendra.


Kendra memperhatikan sekeliling, "Disini cukup nyaman, Bi. Meskipun kecil, tapi rumah ini sangat bersih dan asri. Dari dulu Bibi pasti diacungi jempol jika berhubungan dengan kebersihan." puji Kendra pada Bi Minah.


Bi Minah mengembangkan senyumnya, dari dulu Kendra memang suka memuji orang lain. "Tuan bisa saja. Saya jadi rindu sama Marni dan Sumi. Apa mereka sehat-sehat disana? Lalu bagaimana dengan Non Zaskia? Saya lihat di TV Non Zaskia habis tour ke luar negeri. Istri anda benar-benar hebat, Tuan. " Bi Minah seolah bernostalgia dengan masa-masa ia bekerja di kediaman Kendra.


" Makasih Bi. Alhamdulillah, Bi Marni dan Bi Sumi sehat. Mereka juga menitip salam untuk Bi Minah dan meminta Bi Minah untuk berkunjung ke rumah. Iya, istriku akhirnya bisa mewujudkan impiannya untuk menjadi penyanyi go internasional." jawab Kendra ramah.


Tak berselang lama, Tania datang dengan membawakan secangkir kopi untuk Kendra. Pria itu menepuk tempat duduk di sebelahnya, memberi kode pada sang istri untuk duduk disana.


Awalnya Tania sungkan, apalagi tergambar jelas raut wajah sang ibu yang tampak curiga dengan keduanya. Namun inilah kenyataannya, ia dan Kendra harus memberitahukan tentang hubungan mereka.


"Wah, berarti sebentar lagi Non Zaskia pasti mau punya anak dari Tuan. Saya do'akan semoga kalian cepat dapat momongan." ucap Bi Minah senang, meskipun dalam hati beliau masih mempertanyakan ada apa dengan Tania dan Kendra. Apalagi, beliau sempat kaget sewaktu Kendra menggenggam jemari putrinya saat ini.


Kendra mengambil nafas dalam-dalam, ia tidak menjawab pertanyaan Bi Minah sebab apa yang akan ia ungkapkan ada hubungannya dengan pertanyaan yang dilontarkan wanita paruh baya tersebut.


"Begini, Bi. Sebelumnya saya minta maaf, sebenarnya maksud kedatanganku kemari karena aku ingin meminta maaf pada Bi Minah karena aku telah menikahi putri Bi Minah tanpa sepengetahuan Bibi."


Bagai disambar petir, pernyataan Kendra membuat Bi Minah terperanjat bukan main.

__ADS_1


"Mak-sud Tu-an? Anda menjadikan Tania istri simpanan anda?" Lidah Bi Minah sampai kelu dan kesulitan untuk berkata-kata. Beliau benar-benar terpukul mendengarnya.


Netra Tania berkaca-kaca, apalagi kini nampak olehnya wajah sang ibu yang memendam kemarahan karenanya. Wanita itu menatap tajam pada putrinya.


"Tania! Siapa yang mengajarimu untuk merusak rumah tangga orang! Ibu benar-benar kecewa padamu." Bi Minah mulai tersulut emosi. Ia yakin jika Zaskia pasti tidak akan pernah mau Kendra menduakannya, Nonanya itu sangat mencintai suaminya.


Tania langsung bersimpuh dihadapan sang ibu, kala menyadari wanita tua itu menangis karenanya. Airmata Taniapun turut membasahi kedua pipinya lantaran tak sanggup melihat sang ibu terluka.


"Maafkan Tania, Bu." ungkapnya sembari menggenggam jemari Bi Minah, tetapi wanita itu justru menarik tangannya dan membuang muka dihadapan putrinya.


Kendra tak tega melihat sang istri bersimbah air mata, iapun mengangkat tubuh Tania dan membawanya kembali duduk disampingnya. Ia merangkul sang istri agar membuatnya sedikit tenang.


"Tolong jangan salahkan Tania dalam hal ini, Bi. Ini semua adalah kesalahan saya yang tidak bisa tegas dan terlalu menuruti permintaan Zaskia." pinta Kendra memelas.


Hati Tania begitu tersayat mendengarnya, ia sama sekali tak berani menatap sang ibu. Hanya airmata yang mampu menggambarkan kesedihannya saat ini. Sedih merasakan kekecewaan sang ibu padanya.


"Disini Tania hanya korban, Bi. Aku dan Zaskia justru yang telah membuatnya terjebak dalam pernikahan ini karena saat itu istriku ingin menyewa seorang wanita agar mau mengandung anakku."


Kendrapun akhirnya menceritakan apa yang terjadi semuanya. Bagaimana dirinya akhirnya terpaksa menikahi Tania hingga akhirnya ia benar-benar jatuh cinta pada putri Bi Minah.


"Awalnya aku hanya berkomitmen bahwa pernikahan itu adalah suci di mata Tuhan. Meski Zaskia hanya mengganggapnya sekedar pernikahan kontrak, tetapi aku tidak pernah berpikir seperti itu. Perlahan, benih cinta tumbuh di hati kami dan sekarang Tania sedang hamil calon anakku." terang Kendra sembari mengusap perut istrinya yang masih datar.


Sungguh banyak sekali kabar mengejutkan yang diterima Bu Minah hari ini. Apalagi kenyataan bahwa putri kecilnya saat ini sedang mengandung benar-benar membuat wanita tua itu terperangah mendengarnya.

__ADS_1


"Ta-nia kau hamil?" tanyanya tak percaya.


Tania mengangkat wajahnya lalu mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan sang ibu. Bu Minah seakan kehilangan dayanya mendengar hal itu langsung dari putrinya.


"Bu, maafkan kami. Kami mohon, ibu berkenan merestui pernikahan kami walaupun mungkin ini sedikit terlambat. Restu seorang ibu merupakan jalan terang kebahagiaan putra putrinya." mohon Kendra sekali lagi.


Suasana haru menyelimuti ruangan tersebut, sejenak mereka larut dalam pemikiran masing-masing.


Bu Minah masih berpikir dengan keras. Sebenarnya ia tidak setuju dengan pernikahan putrinya dengan Kendra. Selain karena ia yakin Zaskia tak sepenuhnya mengikhlaskan Kendra, Kendrapun setahu Bi Minah begitu mencintai istrinya. Apalagi perbandingan Zaskia dan Tania bagaikan bumi dan langit. Putrinya hanyalah gadis biasa, posisinya terlalu lemah dan bukan tidak mungkin menjadi pihak yang tersakiti jika terjadi apa-apa nanti.


Akan tetapi, iapun tak akan tega membiarkan calon cucunya terlahir tanpa seorang ayah.


"Baiklah, aku akan merestui hubungan kalian. Akan tetapi, Tuan harus berjanji untuk tidak menyakiti putriku. Sedari kecil hidupnya sudah menderita, sebagai seorang ibu tentu saya ingin Tania bahagia kedepannya. Bisakah Tuan mengabulkan permintaanku?"


Ucapan Bi Minah tentu saja membuat Kendra dan Tania bisa tersenyum lega. Mereka menatap sang ibu dengan binar kebahagiaan.


"Tentu, Bu. Saya berjanji saya pasti akan berusaha untuk membuat putri ibu bahagia." tegas Kendra penuh keyakinan.


Bu Minah membuka lebar-lebar kedua tangannya, kedua insan itupun mendekat. Mereka memeluk tubuh Bu Minah bersama-sama. Kendra dapat merasakan hangatnya kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya.


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate n vote seikhlasnya buat karya terbaruku ya. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya😍

__ADS_1


__ADS_2