Jadi Simpanan Majikanku

Jadi Simpanan Majikanku
BAB 64


__ADS_3

Zaskia mondar-mandir seperti orang kebingungan. Sudah puluhan kali ia menghubungi nomor Kendra, tetapi nomer suaminya itu tetap tidak bisa dihubungi. Api cemburu seolah memenuhi dada Zaskia, sepertinya Kendra sengaja tidak ingin diganggu oleh siapapun saat bersama Tania.


" Mas? Kenapa kamu tega mengacuhkanku seperti ini? Aku seperti istri yang tak dianggap sama sekali." batinnya dongkol. Tanpa terasa buliran bening mulai membasahi pipinya.


Ada saatnya seseorang mengalami titik lelah dalam hidupnya, seperti apa yang dialami Zaskia saat ini. Ia merasa lelah selalu diabaikan oleh Kendra semenjak kepulangannya dari luar negeri.


Lagi-lagi Zaskia teringat akan kesalahannya dimasa lalu, selama lebih dari tiga bulan dia sama sekali tak memberi kabar pada Kendra juga menon aktifkan nomornya waktu itu. Ternyata sesakit ini rasanya diabaikan oleh orang yang kita cintai.


Wanita itu menghapus airmatanya dengan kasar. Ia beranjak mengambil tas dan kunci mobil lalu segera meninggalkan kamarnya.


"Kia? Kamu mau kemana, Nak? Bukankah kamu sedang sakit?" Bu Santi kebetulan sedang berada di ruang keluarga, ia tanpa sengaja melihat Zaskia melewati ruangan tersebut. Zaskia berhenti sesaat kala mengetahui keberadaan mertuanya.


"Kia ada janji sama temen, Ma. Masalah kerjaan." jawabnya datar tanpa ekspresi.


"Apa kamu mau Mama temani? Mama takut kamu kenapa-napa. Kendra menitipkan kamu sama Mama selama dia pergi, Nak." bujuk Bu Santi. Wanita itu cemas memperhatikan raut wajah Zaskia yang seakan tengah dirundung kesedihan.


"Nggak usah, Ma. Lagian ada manager Kia juga. Mama nggak perlu khawatir, Kia akan baik-baik saja. Aku pergi dulu ya Ma. Assalamualaikum." Zaskia langsung mengecup punggung tangan sang mertua lalu buru-buru pergi dari sana.


***


Zaskia berkendara tanpa arah dan tujuan. Hatinya sedang kalut saat ini, ia hanya ingin mengurangi beban masalah yang ada dipikirannya. Ia memilih pergi seorang diri untuk menenangkan pikiran.


Dan pilihannya tertuju pada sebuah club malam yang cukup terkenal di ibukota. Ia memilih kesana seorang diri sebab jika ia meminta Hesti untuk menemani, pasti ujung-ujungnya ia akan diomeli habis-habisan.

__ADS_1


Bunyi dentuman music cukup memekakkan telinga, Zaskia memilih duduk di sudut bar sambil menikmati minuman beralkohol yang disuguhkan oleh salah seorang bartender.


Entah sudah berapa sloki minuman yang ia teguk hingga membuat wanita itu mulai merasakan pusing di kepalanya. Bahkan untuk menyeimbangkan bobot tubuhnya saja ia kewalahan saat ini.


Wanita itu mengeluarkan ponselnya, ia berniat untuk menghubungi Hesti sang manager. Akan tetapi, untuk membaca kontak saja ia tak mampu. Ini kali pertama Zaskia mabuk berat, selama ini dirinya minum hanya untuk menghargai rekan kerjanya saja dan tak sampai membuatnya mabuk.


"Tolong carikan kontak Hesti diponselku. Suruh dia menjemputku disini." pintanya pada salah satu pelayan disana.


Namun, belum sempat panggilan itu diterima oleh managernya. Seseorang meminta ponsel Zaskia dari tangan pelayan tersebut.


"Dia temanku. Aku yang akan membawanya pergi dari sini." ucap seorang pria pada pelayan itu. Ia menyerahkan kartu namanya dan seketika pelayan itu mengikuti perintahnya.


Zaskiapun tak menolak saat pria itu membawanya. Saat ini kepalanya terasa berputar dan pandangannya mulai kabur.


Setelah teman-temannya membubarkan diri, Dafa menghampiri untuk memastikan apa yang dilihatnya. Ia terperanjat melihat Zaskia sampai mabuk berat.


Pria itu membawa Zaskia menuju salah satu apartemen miliknya dengan lokasi terdekat dari sana dan meminta sopir pribadinya membawa mobil Zaskia. Ia tak berani membawa pulang Zaskia ke rumahnya lantaran dirinya takut Kendra akan marah melihat istrinya mabuk parah.


Meski ia tidak tahu ada masalah apa dengan Zaskia, tetapi ia tahu Kendra adalah pria yang sangat anti dengan hal-hal negatif seperti itu.


Dafa membaringkan tubuh wanita itu diatas ranjangnya. Setelah melepas heels wanita itu, ia berniat untuk segera keluar dari sana. Dirinya kaget saat Zaskia menarik lengan kemejanya.


"Mas, Mas Kendra mau kemana? Jangan pergi mas, aku mau sama mas Kendra." racau Zaskia dengan berlinang airmata.

__ADS_1


Jantung Dafa berdebar kencang, sedari tadi ia menahan hasratnya untuk tidak menjamah Zaskia. Apalagi setelah ia tahu Zaskia adalah istri sahabatnya, ia berjanji untuk tidak lagi berurusan dengan wanita itu.


"Aku bukan Kendra suamimu. Tolong lepaskan aku." pintanya berusaha melepaskan tangan Zaskia.


Bukannya menjauh, Zaskia malah bangun dan memeluk Dafa dari belakang. Dafa mampu merasakan cairan bening di kedua mata Zaskia membasahi bagian belakang kemejanya.


"Mas? Kenapa kamu nggak mau nyentuh aku? Apa aku sekarang sudah tidak cantik lagi? Apa aku tidak menarik lagi bagimu? Apa kau sudah tidak cinta lagi padaku mas? Apa aku sebegitu menjijikkan sampai kau tidak mau berhubungan denganku lagi? Aku rindu suamiku, aku rindu sentuhanmu, honey."


DEG..


Hati Dafa ikut tersayat mendengar racauan Zaskia. Apa selama ini wanita itu sedang ada masalah dengan Kendra? Atau jangan-jangan Kendra sudah tahu apa yang telah terjadi pada Zaskia? Pertanyaan itu berputar di kepala Dafa. Ia merasa trenyuh, wanita itu sepertinya sedang terluka dalam.


Ia membiarkan saat Zaskia mulai memeluk tubuhnya dari depan. Hasrat yang sedari tadi ia tahan, akhirnya luluh juga saat matanya bertemu dengan manik mata Zaskia yang terlihat penuh luka.


"Aku akan menghapus jejak wanita itu dari tubuhmu. Hanya ada aku mas Kendra. Hanya aku yang boleh memilikimu. Cup."


Hati dan pikiran Dafa sudah tak lagi sinkron, imannya yang hanya setipis kertas nyatanya tak mampu menahan gairah yang ditimbulkan oleh sentuhan wanita itu di tubuhnya.


Meskipun ia masih bertanya-tanya tentang apa maksud kata-kata Zaskia barusan, tetapi saat ini yang terpenting adalah memberikan kepuasan pada wanita itu. Zaskia terlihat begitu liar dan sangat menggodanya, seolah wanita itu seperti wanita yang kurang belaian.


" Biarlah malam ini dia menjadi milikku kembali. Aku sudah tak mampu menahan diriku lagi. Julia, maaf aku mengkhianatimu." batinnya sembari menikmati sentuhan kenikmatan yang diberikan oleh Zaskia.


Namun, Dafa berjanji setelah ini ia akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Zaskia dan Kendra. Ia tidak rela jika wanita yang dicintainya itu tersakiti meski oleh sahabatnya sendiri.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like koment rate n vote seikhlasnya buat karya terbaruku ya. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya😍


__ADS_2