
"Dia.."
Baru saja Dafa ingin melanjutkan kata-katanya, tiba-tiba ponselnya berbunyi.
"Hah..apa?! Baiklah. Aku akan segera kesana."
Lelaki itu tampak gugup dan cemas setelah menerima telepon dari seseorang.
"Sorry Ken. Gue harus buru-buru balik. Julia mencoba bunuh diri, sekarang dia dibawa ke rumah sakit." ungkap Dafa panik.
"Oke. Sebentar, aku minta nomor ponselmu. Siapa tau aja gue ada perlu sama lo. Kapan-kapan lo gue undang main ke rumah." pinta Kendra.
Setelah memberikan nomor ponselnya pada Kendra, Dafa bergegas pergi dari sana.
***
Tania sedang beristirahat di kamarnya. Wanita itu nampak gelisah, ia masih teringat akan ucapan Zaskia tadi.
Airmata Tania lolos begitu saja mengingat permintaan Zaskia agar dirinya pergi meninggalkan Kendra. Padahal sebenarnya dari awal dirinya berniat melepaskan Kendra setelah perjanjian mereka usai, tetapi pada kenyataannya ia benar-benar jatuh cinta pada lelaki itu dan iapun belum siap meninggalkan Kendra disaat sekarang.
" Ya Tuhan...Apa aku ini egois? Aku seolah menjadi benalu dalam kehidupan rumah tangga Nona Zaskia dan Tuan Kendra." batinnya merasa bersalah. Tania meluapkan kesedihannya dengan menangis dalam diam.
Ceklek...
Suara pintu terbuka membuat Tania gelagapan dan segera menghapus airmatanya. Dirinya terkejut menyadari kedatangan Kendra secara tiba-tiba. Pria itu bahkan masih memakai setelan kantor, sepertinya dia baru saja pulang ke rumah.
"Tuan, kenapa anda masuk tanpa permisi terlebih dahulu? Setidaknya ucapkan salam supaya anda tidak membuatku jantungan." gerutunya tanpa berani mengangkat wajahnya. Ia takut Kendra menyadari bahwa dirinya habis menangis.
__ADS_1
" Maafkan aku. Kau tahu sendiri bukan? Untuk kesini saja aku sudah seperti maling di rumahku sendiri. Ya sudah ..Assalamualaikum istri kecilku tersayang.."goda Kendra sembari mengembangkan senyumnya.
"Waalaikumsalam..suamiku tercinta."
Blushh..
Bukan Tania namanya kau moodnya tidak gampang berubah-ubah. Barusaja dirinya menangis, tetapi mendengar gombalan dari suaminya barusan membuat wajahnya bersemu sembari tersenyum sendiri. Tapi tetap saja ia enggan mengangkat wajahnya hingga sekarang.
"Ceckk..Aku buru-buru kesini, mengendap seperti maling, bukan untuk melihat rambutmu yang kusut itu." sindir Kendra lantaran sang istri tak mau mengangkat wajah, malah justru memalingkannya sehingga yang nampak rambutnya yang tergerai dan sedikit berantakan lantaran dipakai tiduran.
Tania menyisir rambut dengan jemarinya. Sebenarnya ia malu mendengar sindiran Kendra barusan, tetapi mau bagaimana lagi? Dirinya tidak ingin ketahuan habis menangis.
"Tuan, wajahku ini lebih parah. Sudah jelek, ilerku kemana-mana gara-gara habis tidur. Harusnya Tuan chat dulu sebelum datang, jadi saya bisa merapikan penampilanku dulu." kilahnya beralasan.
Kendra sudah tak sabar melihat tingkah istrinya. " Kalau cuma iler, sinu aku bantu membersihkan."
Pria itu melepaskan pagutan mereka, membuat Tania yang tengah menikmati cumbuan dari sang suami terbelalak karenanya. Seketika manik mata keduanya bertemu, Tania buru-buru menunduk kembali karena sekarang dirinya pasti sudah ketahuan.
Kendra mengangkat dagu Tania untuk mensejajarkan wajah mereka. "Jadi ini yang kau sembunyikan dariku. Katakan kenapa kau menangis? Aku paling tidak bisa melihat airmata di wajah orang yang aku cintai. Apa ini ada hubungannya dengan Zaskia? Apa dia mengatakan sesuatu yang buruk padamu?" tegas Kendra dengan tatapan penuh selidik.
Tania hanya menggelengkan kepalanya, ia tak ingin gara-gara dirinya Kendra dan Zaskia malah bertengkar nanti. Namun, bukan Kendra namanya kalau tidak bisa membaca mimik wajah dari istrinya yang masih polos.
"Baiklah. Kalau bukan lalu kenapa kau menangis, heum?" ia menggunakan bahasa yang lebih santai untuk memancing sang istri.
Tania kebingungan mencari alasan yang tepat, wanita itu mencoba berpikir.
"Aku rindu pada keluargaku, Tuan." kira-kira jawaban itu menurutnya yang paling tepat untuk membohongi sang suami.
__ADS_1
"Kalau kangen, kenapa tidak menelpon mereka?" tanya Kendra kembali.
"Ya,, ya karena menelpon saja itu tidak cukup. Tetap saja berbeda rasanya jika kami bertemu langsung. Tuan, Bagaimana jika seandainya aku kembali saja ke kampung? Sepertinya kehidupan di kota kurang cocok untukku, lebih baik aku mencari perkerjaan dikampung supaya dekat dan bisa merawat ibu serta adik-adikku."
"Lalu bagaimana denganku? Apa kau tidak memikirkan perasaanku?" ucapan Tania terpotong oleh perkataan Kendra yang seperti panah melesat jauh ke jantung hatinya.
Kendra rasa itu bukan alasan utama Tania, ia yakin ini semua pasti ada hubungannya dengan Zaskia sebab istri kecilnya ini tidak pernah berpikir seperti itu sebelumnya.
"Tuan sudah memiliki Nona Zaskia yang begitu mencintai anda. Saya yakin Tuan akan lebih bahagia jika bersama Nona Zaskia. Bagaimanapun aku hanya pengganggu di tengah kebahagiaan rumah tangga kalian." ungkapnya sembari menahan airmata, dadanya kembali sesak saat ini.
Kendra mendengus kasar,
"Apa kau mau jadi wanita egois?Kau telah masuk dan mengganggu hati dan pikiranku. Setelah aku memberikan hatiku, lalu kau mau pergi membawanya begitu saja? Kau tahu? Di kepalaku ini sekarang isinya hanya ada kamu..kamu dan kamu..Aku bahkan merasa bersalah karena tidak bisa merasakan getaran saat bersama Zaskia. Tetapi aku sadar, aku masih suaminya dan aku tidak boleh berat sebelah pada kalian. Bisakah kau mendukungku dan menguatkanku? Atau kau mau aku gila jika tak ada kamu disisiku?" Kendra menatap dalam kedua netra sang istri.
Tania menggeleng-gelengkan kepala dengan segera. Ia tak tega melihat netra sang suami yang memerah dan mulai berkaca-kaca.
Kendra sebenarnya tak bermaksud se melow itu. Akan tetapi, seperti biasa jika istrinya menangis, moodnya juga ikut buruk sekarang. Ia jadi teringat tujuan utamanya datang ke kamar Tania.
"Bagaimana apa kau sudah melakukan test kehamilan seperti yang aku minta?"
Tania menelan kasar salivanya, wanita itu hanya menampilkan wajahnya sembari menyengir kuda.
"He,,he..Belum Tuan." ucapnya sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like komen rate n vote seikhlasnya buat karya terbaruku ya. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya🤗
__ADS_1