
Kali ini Kendra dan Zayyan terpaksa harus berbagi tugas. Kendra meminta Zayyan untuk berada di kampung terlebih dahulu, barang kali ada warga yang melihat atau tahu mengenai keberadaan Tania.
Sedangkan dirinya akan kembali ke Jakarta karena kondisi Zaskia tengah kritis.
***
Setibanya di rumah sakit Kendra langsung memastikan keadaan Zaskia sebelum menemui Dokter.
"Ken? Untung saja kau kembali. Dokter mencarimu barusan. Zaskia harus segera menjalani operasi kalau tidak nyawanya tidak akan tertolong." ujar Hesti tergopoh-gopoh menghampiri Kendra yang baru saja datang.
"Lalu bagaimana? Apa sudah ada pendonor sumsum yang cocok dengan Zaskia?" tanya Kendra bersemangat.
"Dokter sudah menemukan pendonor tersebut. Hanya butuh persetujuan darimu dan operasi akan dilakukan secepatnya." jawab Hesti antusias, akhirnya ada setitik cahaya harapan untuk kesembuhan Zaskia.
Kendrapun segera menemui dokter di ruangannya. Lelaki berjas putih mempersilahkannya untuk masuk ke dalam ruangan.
"Dokter? Apa benar sudah ada pendonor sumsum tulang yang cocok dengan Zaskia? Aku berharap yang terbaik untuk istriku, Dok. "harap Kendra.
__ADS_1
"Alhamdulillah. Kami sudah menemukan pendonor tersebut. Karena waktu kita tidak banyak, operasi akan segera kita laksanakan. Kami akan berusaha sebaik mungkin, tetapi untuk hasil kita pasrahkan saja kepada Sang Pemberi kehidupan." ungkap Dokter bijak.
"Lalu bisakah saya bertemu dengan orang tersebut? Saya ingin mengucapkan terima kasih kepadanya." pinta Kendra antusias.
"Boleh. Anda bisa menemuinya sebelum operasi berlangsung. Kemungkinan siang ini dia akan kesini."
Ada rasa lega dalam hati Kendra mendengar jawaban sang dokter. Pria itu keluar dan kembali ke ruangan Zaskia setelahnya.
Tak disangka, Pak Bayu dan Bu Santi ternyata sudah berada disana. Mereka segera memeluk haru kepada putra semata wayangnya.
"Kami harap kamu sabar dan ikhlas ya, Nak. Semoga semua masalah ini segera menemukan titik terangnya." Bu Santi tak kuasa menahan airmatanya. Ibu mana yang tega melihat anaknya berada disituasi yang sesulit ini. Beliau memeluk Kendra untuk menenangkan.
"Menangislah. Tidak apa-apa, lelakipun boleh sesekali menangis jika itu bisa mengurangi beban di kepalamu." ucap Bu Santi seraya mengusap lembut punggung putranya.
"Terima kasih, Ma, Pa. Kalian selalu ada untukku."
***
__ADS_1
Kendra masih berada dirumah sakit lantaran sore ini Zaskia rencananya akan melakukan operasi. Pria itu beberapa kali menghubungi Zayyan, barangkali saja asistennya memiliki kabar terbaru tentang Tania.
Butuh perjuangan keras bagi Zayyan untuk menemukan jejak Tania. Beberapa tetangga dekat sangat sulit untuk dimintai informasi mengenai keluarga dekatnya lantaran mereka sudah terlanjur membenci Tania akibat berita miring tersebut.
Pria itu mencoba menyusuri jalan seraya membawa foto Tania, siapa tahu saja ada yang pernah melihatnya.
Setelah lebih dari satu jam berjalan, akhirnya ia mendapat informasi dari salah satu sopir angkot yang kebetulan sedang ngetem menunggu penumpang.
Sopir itu mengatakan bahwa ia tadi pagi mengantar Tania beserta keluarganya menuju stasiun. Akan tetapi dirinya tidak tahu kemana tujuan mereka.
Pemuda itu akhirnya menuju stasion yang dimaksud. Puluhan orang ia tanyai, tetapi tidak satupun mengenal Tania. Iapun menemui kepala bagian kereta, meminta informasi mengenai daftar penumpang untuk keberangkatan tadi pagi.
"Surabaya? Memangnya Tania buat apa ke Surabaya? Apa mungkin dia memiliki saudara disana?" gumam Zayyan nampak berpikir.
Ia segera melaporkan hasil pencariannya hari ini. Kendra memintanya untuk kembali sejenak sebab kantorpun sedang dalam masalah akibat berita kemarin.
Bersambung..
__ADS_1
Maaf author sangat sibuk akhir-akhir ini sehingga jadwal up tidak bisa ditentukan. Makasih buat teman-teman yang tetap selalu mendukung.😍