Jadi Simpanan Majikanku

Jadi Simpanan Majikanku
BAB 110


__ADS_3

Sudah dua bulan ini Tania ikut belajar menjahit bersama Bu Wati. Menurut Bu Wati, Tania sepertinya berbakat dalam hal menjahit dan membuat pola. Bu Wati berpesan agar perempuan itu jangan terlalu lelah sebab kandungannya sudah hampir mendekati hpl.


Tania berniat untuk membuka usaha pakaian sehabis melahirkan nanti. Berbekal uang tabungan yang berasal dari sang suami, ia ingin menggunakannya untuk sewa tempat dan modal usaha. Tania akui Kendra suami yang sangat loyal, lelaki itu memberikan uang dalam jumlah yang begitu besar bahkan Tania sendiri belum pernah membayangkannya.


Dulu Tania hanya menyimpan dan memakai seperlunya saja, tetapi karena saat ini dirinya memang butuh ia akan memanfaatkan uang tersebut sebagai modal.


Sebelum berangkat ke tempat Bu Wati, perempuan itu menyempatkan diri untuk duduk didepan meja riasnya. Hatinya tergerak untuk mengenakan hijab secara istiqomah seperti Zahra. Akhir-akhir ini ia sering memakai hijab, hanya saja saat mengaji atau sewaktu mengikuti kajian saja.


Tania mulai berpikir untuk menutup auratnya. Seperti ceramah Pak Ustad waktu itu, jika seorang istri harus bisa menjaga kehormatannya demi sang suami. Apalagi, dirinya saat ini sedang jauh dari suami, ia harus bisa menutup diri dari pandangan lelaki lain.


"Bismillah..semoga Alloh selalu memberi kemudahan menuju kebaikan. Aamiin."


Perempuan itu beranjak keluar dengan perasaan yang lebih bahagia. Ia berpamitan kepada Bu Minah sebelum berangkat. Kebetulan wanita itu sedang menyiram tanaman di halaman rumah.


Wanita paruh baya itu terkesima dengan penampilan putrinya.

__ADS_1


" MasyaAlloh Neng, cantik sekali pagi ini. Ibu senang dengan penampilanmu sekarang. Neng Tania semakin terlihat cantik dan kalem." puji Bu Minah pada putrinya.


Wajah Tania merona mendengarnya.


"Makasih. Doakan biar Tania istiqomah ya Bu. Aku ingin menjaga marwahku sebagai seorang istri. Tania tahu mungkin apa yang aku lakukan tidaklah benar, tetapi setidaknya aku ingin menjaga diri dari pandangan lelaki lain." ungkapnya penuh keyakinan.


"Aamiin. Ibu do'akan yang terbaik buat Neng. Ya sudah hati-hati dijalan, ingat kandungan Eneng udah gede. Jangan terlalu capek dalam bekerja." pesan Bu Minah


"Baik, Bu. Assalamualaikum."


Baru beberapa langkah Tania berjalan, langkahnya terhenti melihat pemuda yang berdiri tepat dipekarangan rumahnya.


"Kak Zay-yan?" gumamnya lirih setengah tak percaya pemuda itu bisa menemukan keberadaannya.


Netra Zayyan menatap lekat pada perempuan yang sampai sekarang masih memiliki tempat dihatinya. Apalagi penampilan Tania sekarang membuat hatinya serasa teduh, perempuan itu semakin cantik dan menawan meski bentuk tubuhnya tak kecil lagi.

__ADS_1


"Tania? Alhamdulillah, akhirnya aku benar-benar menemukanmu disini. Tuan Kendra, memintaku untuk menemukan keberadaanmu hingga ketemu." Zayyan masih bisa berpikir waras, bagaimanapun Tania sudah menjadi istri atasannya.


Ada kegelisahan tersendiri dihati Tania, sungguh saat ini dirinya masih belum siap bertemu dengan Kendra. Ia mempersilahkan Zayyan untuk masuk terlebih dahulu ke dalam rumah.


"Kak Zayyan. Aku mohon jangan katakan pada suamiku jika aku berada disini. Aku, belum siap untuk bertemu dengannya." ungkapnya sendu. Airmata yang sudah cukup lama bersemayam kini mulai menggenang kembali. Serentetan kejadian waktu itu kembali berputar di otaknya.


Zayyan begitu iba melihatnya, sepertinya Tania sangat terpukul dengan kejadian waktu itu. Iapun memaklumi keinginan Tania.


"Baiklah, kalau itu memang keinginanmu. Tapi sampai kapan kau akan menghindar terus seperti ini? Tuan Kendrapun begitu mencemaskanmu, hanya saja diapun harus fokus pada kesembuhan Nona Zaskia.


Hati Tania tercubit mendengarnya, tentu saja Kendra sibuk mengurus Zaskia sebab Zaskia tentu lebih berarti bagi suaminya. Makanya sang suami memilih Zayyan saja untuk mencari keberadaannya. Tanpa Tania tahu, bahwa nyawa Zaskia saat inipun sedang di ujung tanduk. Zayyanpun tidak terlalu paham, yang ia tahu Zaskia telah melakukan operasi beberapa waktu yang lalu.


"Sampai aku merasa bahwa aku pantas berada disampingnya. Jika saat itu tiba, mungkin aku akan lebih dihargai dimata orang lain."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2