Jadi Simpanan Majikanku

Jadi Simpanan Majikanku
BAB 54


__ADS_3

"Pletak.."


"Sakit, Tuan."


Tania mengerucutkan bibir sembari mengusap dahinya yang baru saja disentil oleh Kendra.


"Habisnya kau bandel. Sudah berapa kali aku memintamu untuk memakai alat itu. Padahal aku sudah tidak sabar melihat hasilnya. Kalau begitu pakai sekarang, aku akan menunggumu disini." desak Kendra.


"Tapi, Tuan? Aku,, aku belum ingin buang air kecil." tutur Tania menyengir kembali.


Kendra memperhatikan sebotol air mineral di kamar Tania. Ia mengambil dan memberikannya pada sang istri. " Cepat kau minum sampai habis supaya kau cepat ingin buang air kecil. Atau kau mau


merasakan pipis yang lain yang lebih nikmat tentunya?" goda Kendra menyeringai penuh arti.


"Dasar Tuan mesum." Pipi Tania langsung merona, ia merebut botol air dari tangan sang suami dan menenggaknya sampai habis.


Benar saja, tidak sampai setengah jam Tania segera ke kamar mandi dan membawa alat test itu bersamanya.


Tania begitu gugup menantikan hasilnya. Ia berharap dirinya akan memberikan kabar baik pada Kendra.


" Ya Tuhan...Semoga aku tidak mengecewakan suamiku." batinnya harap-harap cemas.


Netra Tania berbinar kala melihat dua garis merah muncul disana. Akhirnya apa yang diharapkan oleh sang suami terkabul juga.


Tania keluar dari kamar mandi dengan wajah datar. Kendra mengernyitkan keningnya, ia berusaha menyiapkan diri jika memang semua belum sesuai harapan.


"Bagaimana hasilnya?" tanyanya gugup.


Tania langsung berhambur dalam pelukan suaminya. Ia tiba-tiba menangis dalam dekapan Kendra. Pria itu mengusap punggung sang istri untuk menenangkan. Sepertinya ia harus menelan kekecewaan kembali sekarang.


"Tuan, maafkan aku.."


"Iya tidak apa-apa. Kita masih bisa berusaha lagi." Kendra berusaha menutupi rasa kecewanya.

__ADS_1


"Bukan begitu maksudku, Tuan. Aku hanya ingin bilang..Selamat sebentar lagi anda akan menjadi seorang ayah."


DUAR..DUAR..DUAR..


Kendra begitu senang seakan ada puluhan kembang api bersinar di hatinya.


"Terima kasih, Sayang. Aku mencintaimu." pria itu mengecup bibir Tania sekaligus mengangkat badan sang istri saking senangnya. Tawanya hampir lepas jika saja Tania tak menutup mulutnya dengan ibu jari. Jika pria itu tertawa bisa dipastikan seisi rumah pasti heboh karenanya.


Kendra segera menurunkan Tania, ia lupa istrinya sedang hamil muda sekarang.


"Besok kita akan memeriksakan kandunganmu untuk memastikan keadaan baby kita di dalam sini. Sebentar lagi aku akan jadi Dady.." gumamnya senang sembari mengelus perut Tania yang masih rata.


Tania merasa terharu dengan perlakuan Kendra yang tampak begitu menyayanginya dan calon baby mereka.


"Terima kasih,Tuan. Aku merasa jadi wanita yang sangat dicintai di dunia ini." ia memeluk tubuh kekar suaminya kembali.


" Setelah ini aku akan mengurus pernikahan kita agar diakui secara hukum. Aku ingin anak kita lahir dan diakui seluruh dunia sebagai putra Kendra Ardiansyah." ucap Kendra bangga.


DEG...


"Tuan, apa itu tidak terlalu cepat? Aku takut Nona Zaskia tidak akan terima dengan semua ini." ia merasa semakin bersalah pada wanita itu, apalagi tadi pagi Zaskia memintanya untuk mengakhiri hubu ngan dengan Kendra.


Kendra menghela nafas kasar,


" Kau tenang saja. Aku akan mencoba berbicara secara pelan-pelan dengan Zaskia. Aku yakin dia pasti bisa menerimanya." ucapnya menenangkan.


" Semoga saja, Tuan. Meskipun aku tahu Nona Zaskia pasti akan sulit menerimanya."


***


Kendra perlahan memasuki kamarnya, ia melihat Zaskia yang sudah tidur diatas ranjangnya.


"Syukurlah dia sudah tidur."

__ADS_1


Namun, saat dirinya baru selesai melepas sepatu kerja. Zaskia beranjak bangun dari atas ranjangnya. Wanita itu terlihat begitu seksi dengan lingerie berwarna merah menyala yang kontras dengan kulitnya yang putih mulus.


"Kau sudah pulang, Honey. Jam berapa ini? Maaf aku ketiduran tadi. " ucapnya sembari melirik jam yang menunjukkan pukul sembilan malam.


Sebenarnya Zaskia tidak tidur, ia tahu Kendra sudah pulang dari jam enam lantaran ia mendengar bunyi mobil sang suami tadi. Namun, sepertinya Kendra pasti menemui Tania, bahkan pria itu baru keatas pukul sembilan malam.


Hatinya lagi-lagi terasa sakit, Kendra kini sepertinya mulai mengabaikan keberadaannya. Akan tetapi, ia bertekad akan merebut kembali cinta Kendra dari Tania.


Wanita itu berjalan mendekati sang suami dan duduk disebelah pria itu sambil bergelayut manja.


"Aku merindukanmu, Honey."


Jika dulu Kendra pasti akan tergiur dengan kemolekan tubuh Zaskia apalagi dengan pakaian seperti ini. Sudah nampak begitu jelas isi didalam tubuh istrinya yang kenyal dan padat sebab Zaskia sangat pandai merawat tubuhnya. Ia pasti akan melahap dan menggempur habis-habisan wanita itu


Akan tetapi, sekarang rasanya berbeda. Pria itu bahkan tak tergoda sama sekali dengan penampilan Zaskia sekarang, mungkin karena dia sudah cukup lelah bermain gulat dengan Tania di bawah tadi.


"Yah, aku juga sangat merindukanmu, Sayang. Cup." Kendra tetap melakukan seperti dulu, pria itu mengecup puncak kepala Tania.


"Bagaimana?Apa kau masih lemas dan pusing sekarang?" tanyanya sebagai bentuk perhatian.


Zaskia menggelengkan kepalanya, " Aku sudah jauh lebih baik dan sekarang, aku ingin menghabiskan malam denganmu. Aku sangat merindukan sentuhanmu, honey."


Zaskia mulai bergerilya menyusuri dada sang suami yang masih terbungkus kemeja, tangannya berangsur turun dan ingin sekali menyentuh senjata andalan milik sang suami yang selalu membuatnya tergila-gila.


Namun, ia terkejut saat tangan Kendra tiba-tiba menyingkirkan tangannya.


"Maaf, Sayang. Aku begitu lelah hari ini. Mungkin kita bisa melakukannya besok. Maaf, aku mau ke kamar mandi dan membersihkan diri sebentar." tolak Kendra secara halus. Pria itu beringsut menjauh dan masuk ke dalam kamar mandinya.


Sebenarnya Kendra merasa bersalah karena seharusnya ia tetap memberikan nafkah batin pada Zaskia. Akan tetapi, entah mengapa dirinya belum siap menyentuh istri pertamanya kembali. Kendra benar-benar khawatir, mungkin ini karena dia terbiasa hanya dengan satu wanita saja.


Airmata Zaskia meluncur membasahi kedua pipi cantiknya. Rasa kecewa dan sakit menyelimuti dirinya. Ini kali pertama sang suami mengabaikannya yang hendak bercinta.


" Tania? Apa kau puas telah menghancurkan rumah tanggaku!" batinnya bergemuruh mengingat wanita yang menjadi rivalnya itu.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate n vote seikhlasnya buat karya terbaruku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya🤗


__ADS_2