
"Hamil?"
Kendra berusaha menetralkan rasa terkejutnya dan kembali bersikap sewajarnya. Meskipun, dalam hati dirinya sudah menggebu-gebu ingin membuktikan istrinya benar-benar hamil atau tidak. Ia berencana untuk membeli tespack sepulang kerja nanti.
" Bibi ada-ada saja. Ya sudah, aku harus segera berangkat kerja." pamit Kendra, dirinya sudah hampir terlambat ke kantor karena asyik suap-suapan bersama Tania tadi.
Sebenarnya, Bi Marni tak kalah terkejut dari Kendra. Apalagi dirinya sekarang sudah tahu jika Tania dan Kendra ada main dibelakang. Ia memperhatikan gadis yang masih asyik menikmati rujak buah darinya.
" Neng, enak rujaknya? " tanya Bi Marni sembari menarik kursi disamping Tania lalu duduk bersebelahan dengan gadis tersebut.
" Eum..mantap Bi. Kalau Bibi ke pasar, Tania nitip rujak kayak gini lagi ya. Bi Marni mau nyobain? " Tania menawarkan padahal yang tersisa hanya kuahnya saja.
" Udah, buat Neng Tania aja. Oh ya Neng, Bibi mau cerita soal teman Bibi yang katanya bunuh diri semalam di kampung." ucap Bi Marni bersungguh-sungguh.
Tania menghentikan makannya sesaat dan fokus mendengarkan penuturan Bi Marni.
" Bunuh diri kenapa, Bi? " tanyanya penasaran kemudian meminum air kuah rujaknya kembali.
" Jadi ceritanya dia itu ternyata selingkuh dengan laki-laki yang sudah menikah. Kebetulan, istri laki-laki itu bekerja jadi TKI di Hongkong. Awalnya lelaki itu begitu manis dan sayang sekali padanya. Namun, sewaktu istrinya datang, laki-laki itu bersikap seolah tidak mengenali dan meninggalkan teman Bibi begitu saja. Teman Bibi sakit hati, apalagi lelaki itu tidak mau bertanggung atas bayi yang dikandungnya. Karena putus asa dan malu sebab hamil tanpa suami, akhirnya teman Bibi memilih bunuh diri."
Sebenarnya Bi Marni hanya merekayasa cerita, beliau hanya ingin Tania mengambil pelajaran dari sana.
"Dasar laki-laki kurang ajar. Kalau aku jadi teman Bibi sudah kuhajar lelaki hidung belang kayak gitu. Mau enaknya saja." umpat Tania ikut kesal mendengar cerita Bi Marni.
Tanpa sadar ia meneguk air rujak pedas itu hingga tandas saking kesalnya. Namun, sesaat dirinya menyadari jika cerita itu mirip kisahnya dengan Kendra dan Zaskia.
Bi Marni menggenggam salah satu jemari tangan Tania.
__ADS_1
"Neng, satu hal yang harus neng Tania ingat. Jangan pernah mengusik seorang pria yang sudah menikah meskipun pria itu sangat menggoda. Apalagi jika dia sedang jauh dari istrinya. Laki-laki itu hanya manis dimulut, mereka hanya butuh pelampiasan saat jauh dari istrinya. Setelah miliknya kembali, mereka akan lepas tangan dan membuang begitu saja selingkuhannya, seperti nasib teman Bibi." Bi Marni menasehati.
Tania tersenyum kaku, dalam hati ia merasa jika ucapan Bi Marni sama persis dengan posisinya sekarang. Tania harus siap melepaskan Kendra karena cepat atau lambat Zaskia pasti akan kembali. Mengingat hal tersebut tiba-tiba saja dadanya terasa sesak.
"Baik, Bi. Makasih nasehatnya ya." ucap Tania datar. Gadis itu tiba-tiba saja memeluk Bi Marni, ia merasa butuh sandaran saat ini.
Bi Marni mengusap punggung Tania perlahan, ia berharap setelah ini Tania bisa lebih mawas diri dan mulai menjaga jarak dari Tuannya.
***
Zaskia telah menyelesaikan seluruh pekerjaannya di Singapore. Hari ini merupakan kesempatannya untuk rehat sejenak sebelum lusa mereka akan berangkat ke Thailand.
Tok..Tok..Tok..
Terdengar seseorang mengetuk pintu kamarnya. Zaskia pikir jika itu adalah Hesti yang kembali dari membeli makanan untuk mereka.
"Gaya, pakai ketuk pintu segala. Biasanya langsung nyelonong masuk." gerutunya tanpa melihat siapa yang datang, tak berselang lama dirinya terkejut melihat wanita yang kini berdiri dihadapannya.
"Boleh aku masuk?" pinta Julia sopan. Wanita itu tersenyum tipis kala Zaskia menganggukkan kepalanya.
Keduanya duduk di sofa saling berhadapan, suasana sedikit tegang hingga Julia memulai percakapan untuk mencairkan suasana.
"Maksud dan tujuanku datang kesini adalah karena aku ingin memohon padamu. Aku harap kau mau meninggalkan suamiku. Saat ini hubungan kami sedang berada di ujung tanduk dan aku tidak mau kehilangannya."
Julia tiba-tiba saja menagis terisak, hatinya begitu terguncang saat beberapa hari yang lalu Dafa melayangkan surat gugatan cerai kepadanya. Semenjak kejadian tempo hari, Dafa sangat marah padanya. Dafa yang awalnya tak ingin menceraikan Julia sebelum Julia sendiri meminta cerai padanya, kini berbalik melupakan kata-katanya sendiri.
Zaskia ikut iba melihat Julia yang begitu terpukul. Ternyata Dafa tidak main-main dengan ucapannya. Ia akan menceraikan Julia dan mengikat Zaskia agar bisa menjadi miliknya. Dan hal itu yang membuat Zaskia jadi kepikiran akhir-akhir ini.
__ADS_1
"Sebelumnya aku minta maaf, aku sama sekali tidak berniat merusak rumah tangga kalian. Disini akupun adalah korban dari keegoisan suami anda. Bahkan sebenarnya aku ingin sekali bisa terbebas darinya." tutur Zaskia yang kini mulai menitikkan airmata.
Zaskia menceritakan awal mula bagaimana dirinya bisa terikat pada seorang Dafa Wardana. Ia menceritakan saat lelaki itu memperkosanya dan mengancam akan menyebarluaskan video panas diantara mereka kepada publik dan suami Zaskia.
Julia begitu terkejut mendengar penuturan Zaskia. Selama ini dia berburuk sangka kepada wanita tersebut, ia pikir Zaskia sama seperti artis-artis lain yang berniat menggoda suaminya.
"Aku tidak tahu dimana Dafa menyembunyikan rekaman video itu. Mungkin saja dia menyimpan di rumahnya bersama anda. Jika anda mau membantuku menghancurkan video itu. Aku berjanji pasti akan meninggalkan Dafa." ucap Zaskia bersungguh-sungguh.
Julia tersenyum datar,
"Maaf, tapi kami tinggal terpisah selama disini. Makanya aku berpikir mas Dafa meninggalkanku cukup lama mungkin karena kau." jawabnya getir.
"Anda jangan salah paham. Aku dan Dafa tidak pernah melakukan hal seperti itu selain pada saat dia memperkosaku. Aku sendiri bahkan tidak tahu dia tinggal dimana sebab aku takut berkencan di apartemennya." selama ini Zaskia selalu menghindar jika Dafa mengajaknya ke apartemen.
"Maukah kau membantuku?"
Zaskiapun akhirnya menceritakan rencana yang ada dipikirannya beberapa waktu yang lalu.
"Bagaimana, apa kau setuju?"
Julia mengangguk pelan, keduanyapun saling bertukar nomor ponsel untuk mempermudah berhubungan satu sama lain. Setelahnya, Juliapun berniat pergi dari apartemen Zaskia.
"Tunggu dulu. Bolehkah aku tahu apa alasan kau tetap bertahan pada pria yang tidak pernah mencintaimu? Bahkan kau bilang sangat membencimu?" Pertanyaan itu yang sedari tadi mengganjal di benak Zaskia.
" Aku telah melakukan kesalahan fatal terhadapnya. Aku berjanji pada diriku sendiri untuk memperbaiki segala kesalahanku di masa lalu. Aku berharap, gunung es yang menjadi penghalang bagi kami bisa luluh suatu saat nanti."
Zaskia hanya mengangguk pelan, ia tak ingin bertanya lebih jauh sebab itu merupakan urusan pribadi mereka masing-masing. Dirinya hanya berharap rencananya berjalan dengan mulus dan dia bisa kembali kepada suami yang sudah sangat ia rindukan selama ini.
__ADS_1
Bersambung..
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate n vote seikhlasnya buat karya terbaruku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya🤗