Jadi Simpanan Majikanku

Jadi Simpanan Majikanku
BAB 39


__ADS_3

" Kenapa mukamu cemberut begitu?"


Kendra terkekeh melihat Tania masuk ke ruangannya dengan kesal sembari membanting pintu. Ia sadar istrinya tengah terbakar cemburu melihat sekertarisnya barusan, hanya saja dirinya sengaja menggoda Tania.


" Aku tidak suka melihat tante genit itu. Dia sudah seperti uler keket. " cebik Tania sembari menirukan gaya berjalan sekertaris Kendra yang sok kecantikan.



" Anda jangan sampai tergoda dengan wanita seperti itu. Meskipun dia cantik, belum tentu hatinya sebaik wajahnya. " ujar Tania memperingatkan.


Kendra terkekeh kembali melihat tingkah istrinya barusan.


" Memangnya wanita yang harus aku dekati yang seperti apa? Apa aku harus mencari yang buruk rupa begitu?" tanyanya menggoda.


" Ya tentu saja tidak, Tuan. Anda sudah tidak boleh mencari lagi. Anda saja sudah memiliki dua istri. " ungkapnya kesal.


Tania rasa sudah cukup dirinya jadi yang kedua, asal sudah tidak ada lagi yang ketiga atau yang ke empat.



Senyum nan manis kembali tersungging di bibir Kendra. Ia menepuk pahanya berharap gadis itu mengerti dan mau duduk diatas pangkuannya. Tapi bukannya datang, Tania malah berdiri mematung didepan meja kerjanya.


Kendra mendengus pasrah, memang susah berurusan dengan bocah, dirinya harus banyak bersabar terhadap istrinya.


" Kemarilah, duduk disini. " Akhirnya ia harus menjelaskan lebih detail keinginannya.


" Tidak, Tuan. Saya duduk di kursi saja. Lagi pula badanku berat, aku juga belum mandi. " tolak Tania. Sebenarnya ia kurang percaya diri sekarang. Bayangkan didepan ada wanita cantik, sedangkan dia sudah dekil, mandi saja belum.


Kendra mendengus kembali, " Lebih berat mana? Badan kamu atau dosa kamu menolak perintah suami? "


Ucapan telak Kendra tentu saja membuat Tania bergeming. Wanita itu langsung mendekat, ragu-ragu iapun duduk dipangkuan suaminya. Jangan tanyakan lagi, wajahnya kini telah memerah karena malu. Ia mencondongkan tubuhnya sedikit menjauh lantaran takut bau apeknya tercium oleh suaminya yang selalu wangi itu.


" Kenapa? Apa kau takut berdekatan denganku, heum?"


" Kalau aku sudah mandi pasti aku akan nyaman menempel terus pada anda, Tuan. " batinnya ingin menjawab, tapi nasib berkata lain.


" Bajuku masih kotor tadi, Tuan. Aku juga belum sempat mandi." jawabnya lirih.


Ia pikir Kendra akan menjaga jarak darinya, tetapi ternyata pria itu justru menarik tubuhnya dan mencium aroma tubuh Tania dalam-dalam.

__ADS_1


" Tu,,Tuan apa yang kau lakukan? " Tania sungguh tak percaya pria itu bahkan mencium hingga ketiak-ketiaknya hingga dirinya merasa risih karenanya.


" Kata siapa tubuhmu bau? Kau itu sangat wangi, anehnya sakit kepalaku juga berkurang saat mencium tubuhmu. "


Tania terbelalak kembali mendengar perkataan suaminya. Mungkin indera penciuman Kendra sedang bermasalah menurutnya.


" Tu,,tuan jangan begini, aku tak tahan." bulu kuduk Tania meremang rasanya kala Kendra terus mencium ketiaknya.


Tania jadi teringat bekal makanan yang dibawanya tadi dari rumah. Siapa tahu itu bisa mengalihkan perhatian sang suami.


" Tuan. Aku tadi membawakan bekal untuk anda dari rumah. Apa anda sudah makan? " bujuk Tania.


Kendra menggelengkan kepalanya, memang kenyataannya tidak ada makanan seharian ini yang bisa masuk dengan sempurna ke perutnya. Sepertinya ia harus berkonsultasi pada dokter mengenai hal ini.


" Kebetulan kalau begitu sekarang Tuan harus makan. Aku tidak mau kalau Tuan malah tambah sakit nanti."


" Huh..untung saja. Setidaknya dia tidak terus menempel di ketiakku. Masak iya wangi? Tubuhku saja lengket semua begini." batinnya lega.


" Memangnya apa yang kau bawa? " Kendra memperhatikan kotak bekal yang berada diatas mejanya.


Taniapun membuka kotak bekal yang dibawanya. Kendra mengernyit heran melihat isi dari kotak tersebut.


" Apa kau yang memasaknya?"


Tania mengangguk membenarkan.


Sebenarnya Kendra tak terlalu tertarik dengan menu seperti itu. Akan tetapi, ia harus menghargai jerih payah sang istri. Apalagi dirinya tahu istri kecilnya ini suka sekali mengambek.


" Baiklah, aku mau. Tapi, kau harus menyuapiku. " pintanya sembari mencium aroma ketiak Tania kembali.


" Iya. Aku akan menyuapi anda. "


" Daripada kegelian tiada tara, lebih baik menyuapinya saja. " itu pilihan terbaik menurut Tania.


Gadis itu menyuapi Kendra dengan telaten. Kendra tak menyangka masakan istrinya sungguh nikmat padahal hanya masakan sederhana. Iapun tak merasakan mual seperti sebelum-sebelumnya.


" Eum..masakanmu benar-benar enak. Aku tak menyangka kau pandai juga memasak. " pujinya sembari menerima sesuap nasi dari tangan Tania.


" Tentu saja, Tuan. Kata para pelayan tadi masakanku memang nikmat apalagi makannya pakai tangan. Tadi kami makan bersama, untung saja masih ada sisanya, ini." jawab Tania tanpa rasa berdosa.

__ADS_1


GLEK..


Netra Kendra membulat sempurna, ia menelan kasar makanan yang sudah terlanjur masuk ke mulutnya. Ia tak bisa membayangkan makanan tadi bekas tangan para pelayannya.


***


Hampir sebulan lamanya Zaskia seolah dijadikan boneka oleh Dafa Wardhana. Meskipun pria itu tak sekalipun mengajaknya untuk bercinta, tetapi tetap saja ia harus menuruti pria itu. Ingin pergi kesini, mau pergi kesitu, ditemani ini, ditemani itu. Zaskia rasanya ingin meneriaki pria itu karena kesal.



Apalagi jadwal konsernya terbilang cukup padat, dirinyapun harus pandai mengatur waktu agar bisa beristirahat. Zaskia benar-benar menyesal, tahu begini dirinya tak akan memutuskan untuk pergi dari rumah.


" Mas Kendra kau sedang apa? Aku benar-benar merindukanmu. "


Raganya berada di sini, tapi hatinya ada bersama Kendra. Ia bahkan lupa jika dirinya sekarang tengah bersama Dafa.



" Kenapa kau malah melamun? Ayo dinikmati makanannya. " bujuk Dafa sembari menyapu lembut pipi Zaskia. Mereka kini tengah menikmati dinner di salah satu hotel mewah di Singapore.


" Aku tidak apa-apa. Mari makan. " Zaskia memaksakan senyumnya.


Jika dirinya seorang wanita lajang, tentu ia akan mudah luluh pada seorang Dafa Wardana. Dafa sebenarnya tampan, baik, perhatian dan sangat gemar memberikan hadiah mahal untuknya.


Akan tetapi, sekarang beda ceritanya. Mereka sama-sama telah memiliki pasangan dan hati Zaskia hanyalah untuk Kendra seorang. Jika saja Dafa tidak mengancam akan mempublishkan video syur mereka, pasti dirinya akan kabur sekarang juga.


Hanya satu hal yang ingin dilakukan Zaskia, merebut rekaman video tersebut dari Dafa, setelah itu kabur dari pria itu.


Namun, tanpa diduga sesuatu yang tak diinginkan terjadi saat keduanya tengah berkencan.


BYURR...


" Oh ternyata ini ja**ng yang telah membuat suamiku tidak mau pulang kerumah. Aku pikir kau wanita baik-baik seperti yang dikabarkan selama ini. Ternyata kau tak lebih dari seorang pe**cur."


Ucapan wanita itu benar-benar melukai hati Zaskia. Ia tak menyangka istri Dafa bisa berada disini. Zaskia begitu malu saat semua mata kini tertuju padanya dengan pandangan merendahkan.


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini ya. Kasih like, koment, rate n vote seikhlasnya buat karya terbaruku. Kalau ada waktu mampir di karya lamaku juga boleh, nggak kalah seru kok. Makasih sebelumnya🤗

__ADS_1


__ADS_2