
"Maaf Nona. Saya tidak bisa."
Penolakan Tania seolah bagaikan petir yang menghantam tubuh Zaskia. Wanita itu tak mampu menahan gemuruh didadanya yang sudah ia tahan sedari tadi.
"Kenapa tidak bisa? Apa jumlah uang yang kutawarkan masih kurang? Apa kau memang sengaja ingin merebut Kendra dariku? Tania, ingat posisimu. Jangan sampai kau lupa daratan!" tekan Zaskia meluapkan amarahnya. Ia rasa Tania tak sepolos yang ia pikir, atau mungkin gadis itu hanya berpura-pura memakai topeng polosnya untuk menarik hati Kendra.
Tania menegak kasar salivanya kala menyadari Zaskia begitu marah kepadanya. Namun, dirinya tidak boleh gentar sedikitpun. Iapun berhak memperjuangkan kebahagiannya.
"Bukan begitu, Nona. Bagaimanapun Tuan Kendra juga suamiku, saya sangat menghargai keputusannya. Jika Tuan yang meminta saya untuk meninggalkannya, maka mau tidak mau saya akan meninggalkan Tuan Kendra." jelas Tania.
Ucapan Tania seakan menjadi tamparan tersendiri bagi Zaskia. Segala hal buruk yang ia alami selama ini tak luput akibat keegoisannya yang tak mau mendengarkan ucapan sang suami.
Zaskia kembali bersikap tenang, "baiklah. Kita lihat saja nanti. Aku yakin Mas Kendra masih sangat menyayangiku, dia hanya kesepian setelah kepergianku waktu itu dan kau berhasil mengisi kekosongan di hatinya. Sekarang aku telah kembali, aku pasti bisa memupuk rasa cinta kami yang sudah terjalin selama bertahun-tahun."ucap Zaskia penuh percaya diri.
Tania tersenyum simpul menanggapi ucapan Zaskia. Meskipun diluar dirinya terlihat tegar, tetapi dalam hati gadis itu sebenarnya masih ketar-ketir. Apalah dirinya jika dibandingkan dengan Zaskia, bagaikan buih di lautan.
"Baiklah, Nona. Sayapun akan bersiap jika memang saat itu tiba. Kalau begitu, saya permisi." gadis itu segera meninggalkan kamar majikannya.
***
Kendra baru saja menyelesaikan meeting bersama kliennya disalah satu restoran mewah yang berada tak jauh dari kantornya.
Pria itu nampak tergesa-gesa, dirinya ingin segera kembali ke rumah dan menunggu kabar baik dari Tania.
"BRUK"
__ADS_1
Tanpa sengaja tubuhnya menabrak seseorang dari arah yang berlawanan.
"Maaf." ucapnya menyadari jika dirinya kurang berhati-hati. Ia berniat membantu pria tersebut untuk bangun.
"Kau?" ucap keduanya bersamaan sembari menunjuk satu sama lain.
"Hai Bro. Apa kabar?" keduanya kini saling berpelukan sesaat dan tertawa bersama.
"Lo tambah keren aja sekarang, Ken. Gila! Nggak nyangka banget bisa ketemu lo lagi disini."
"Gue juga nggak nyangka ketemu lo disini, Bro. Tapi gue tahu lo sekarang udah sukses. Tampang lo sering nongol di media." balas Kendra, ia tak menyangka akan bertemu lagi dengan sahabatnya sewaktu SMA, Dafa.
Keduanya memutuskan untuk duduk kembali dan mengobrol sebentar disana.
"Ngomong-ngomong lo sekarang sibuk apa? Apa lo nerusin bisnis Papa lo? Udah punya anak berapa lo sekarang." Dafa memberondongnya dengan sederet pertanyaan.
" Lo sendiri gimana sama Julia? Udah punya anak berapa sekarang?" lanjut Kendra bertanya.
Raut wajah Dafa berubah muram, suasana hatinya langsung berubah saat mendengar nama Julia disebut.
Kendra, Dafa, dan Julia dulu memang satu sekolah saat SMA. Kendra dan Dafa bersahabat dekat dulu, tetapi mereka terpisah lantaran Dafa harus melanjutkan kuliahnya di Amerika.
Kendra sempat mendengar jika Dafa menikah dengan salah satu teman seangkatan mereka saat SMA.
"Gue dan Julia sedang mengurus perceraian kami. Gara-gara dia, gue jadi kehilangan wanita yang bener-bener gue cintai."
__ADS_1
"Lo cintai maksud lo gimana? Lo selingkuh?" Kendra mengernyitkan keningnya.
Dafapun menceritakan tentang masalah rumah tangganya bersama Julia dan tentang wanita yang dia cintai meskipun ia mendapatkan wanita itu dengan jalan yang salah sebab wanita itu telah memiliki suami. Mungkin karena dulu dirinya terbiasa curhat masalahnya dengan Kendra, iapun tanpa malu menceritakan kebobrokannya pada Kendra.
Kendra sampai tak habis pikir dengan apa yang telah dilakukan sahabatnya itu.
"Gila lo? Kayaknya lo udah dibutakan sama cinta. Tapi kasian juga tuh cewek, bener juga kalo dia pengen kabur dari lo. Dia pasti takut ketahuan suaminya." Kendra menanggapi."
"Habisnya gue nggak tahu lagi gimana caranya dapetin tuh cewek. Salahnya tuh, gue dateng belakangan. Coba kalo gua ketemu dia dulu, pasti dia milihnya kawin ma gue." Dafa mencari pembenarannya sendiri.
Kendra hanya mampu geleng-geleng kepala,
" Ngomong-ngomong apa tuh cewek salah satu artis yang lo rekrut? Gue sering denger skandal lo sama artis-artis populer, parah lo. Kalau dipikir-pikir apa bedanya lo sama Julia. Julia ngekhianatin lo sebelum nikah, tapi sekarang dia setia. Tapi lo malah ngekhianatin dia setelah kalian nikah." protes Kendra.
Dafa mulai mencerna kata-kata sahabatnya, benar juga apa yang dikatakan Kendra. Selama ini dirinya membenci Julia padahal kelakuannya jauh lebih parah dari istrinya.
"Habis tuh cewek cantik banget, populer, baik, suaranya tuh bener-benar mampu menggetarkan sanubari. Awalnya gue cuma ngefans, tapi pas ketemu gua langsung jatuh cinta."
Kendra kembali mengernyit heran,
" Emang tuh cewek namanya siapa?" ia rasa Zaskia mungkin mengenalnya jika wanita itu sama-sama penyanyi seperti istrinya.
" Dia..."
Bersambung..
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like, koment, rate n vote seikhlasnya buat karya terbaruku ya. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya🤗