Jadi Simpanan Majikanku

Jadi Simpanan Majikanku
BAB 108


__ADS_3

Suasana di depan ruang rawat Zaskia mulai tegang mengingat 2 jam lagi wanita itu akan menjalani operasi. Semua mendo'akan Zaskia agar dapat sembuh seperti sedia kala.


Kendra segera berdiri ketika Dokter tiba disana. Rencananya Zaskia akan dipindah ke ruang operasi sebentar lagi.Dokter berniat memperkenalkan calon pendonor Zaskia kepada keluarga Kendra.


Sebenarnya pendonor tersebut enggan menunjukkan identitasnya, tetapi karena keluarga pasien ingin bertemu terlebih dahulu akhirnya dengan terpaksa sang pendonor mau menemuinya.


" Kau?!"


Netra Kendra menajam, tanpa pikir panjang pria itu langsung berdiri dan menghadiahkan sebuah bogem di wajah Dafa.


"Berani-beraninya kau menunjukkan wajahmu disini. Aku pasti menghabisimu sekarang! " Kendra hendak memukul pria itu kembali jika saja Dokter tidak mencegahnya.


"Hentikan, Tuan. Jangan membuat keributan disini. Dia adalah calon pendonor sumsum untuk Nyonya Zaskia.


Kendra terkesiap, pria itu memundurkan jaraknya dari Dafa.

__ADS_1


"Tidak mungkin. Bagaimana bisa?" gumamnya tak percaya.


"Tuan Dafa kemarin datang menemui saya dan menyatakan bahwa dirinya bermaksud ingin menjadi pendonor sumsum tulang belakang bagi Nyonya Zaskia. Dan Alhamdulillah, kebetulan sumsum tulang mereka memiliki kecocokan. Kita tidak punya banyak waktu, Nyonya Zaskia harus segera dioperasi." jelas sang Dokter.


Dafa tak ingin mencari masalah dengan Kendra, pria itu memilih mengikuti dokter untuk menjalankan prosedur yang harus dilakukan.


Kendra tak tinggal diam, saat Dafa beranjak menjauh dirinya langsung membalikkan tubuh Dafa sehingga kini keduanya saling berhadapan.


"Jangan kau pikir aku akan berterima kasih padamu atas semua ini. Kau lah yang menyebabkan semua kekacauan ini dan kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu di kantor polisi nanti." ancam Kendra geram.


Sungguh jawaban yang terasa aneh buat Kendra, setelah apa yang waktu itu Dafa lakukan. Namun, kali ini dirinya tak mau ambil pusing. Yang terpenting saat ini operasi Zaskia berjalan dengan lancar.


Dafa sendiri ingin menangis rasanya sewaktu kemarin Dokter menceritakan masalah penyakit Zaskia. Sungguh bodoh dirinya, hanya karena emosi sesaat ia telah melakukan perbuatan yang sukses membuat Dafa dan keluarganya hancur berantakan. Terutama pada Zaskia, dirinya sungguh menyesal berani mengumbar aib wanita itu hingga Zaskia syok dan kritis seperti sekarang.


Keduanya telah masuk ke ruang operasi. Sebelum kehilangan kesadaran, bulir bening Dafa ikut bergulir kala menatap Zaskia yang tergolek lemah diranjangnya.

__ADS_1


" Semoga ini bisa menebus segala kesalahanku padamu. Kau harus sembuh, Zaskia." pandangannya memudar seiring dengan harapannya.


***


Keluarga menunggu didepan ruang operasi dengan perasaan harap-harap cemas. Operasi Zaskia memakan waktu hampir 2 jam. Tak berselang lama, dokter keluar dari ruangan tersebut.


"Bagaimana Dok? Apa operasinya berjalan dengan lancar?" tanya Kedra menggebu-gebu.


"Sejauh ini operasi berjalan dengan lancar. Hanya saja kita harus menunggu, apakah tubuh Zaskia bisa merespon dengan baik cangkok sumsum yang dilakukan atau tidak. Kita do'akan saja yang terbaik." pesan dokter tersebut kemudian berlalu meninggalkan ruangan.


Kendra kembali duduk ditempatnya, benar kata Dokter saat ini yang bisa dilakukan hanyalah pasrah kepada Pemilik Alam semesta. Pria itupun meminta izin kepada yang lain untuk sholat sebentar dimushola rumah sakit.


Dengan khusuk Kendra melaksanakan sholat isya' empat rokaat dan ditutup dengan salam. Diakhir sholat pria itu berdoa supaya diberikan petunjuk jalan yang terbaik untuk semua masalahnya. Ia mendo'akan Tania agar sang istri senantiasa diberikan kesehatan dan perlindungan dimanapun dirinya berada serta supaya mereka dapat dipertemukan kembali dalam keadaan hati yang lebih lapang. Iapun memohon kesembuhan Zaskia, agar semua berjalan dengan lancar dan Zaskia kembali sehat seperti sedia kala.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2