
"Mau kemana kita hari ini?"
Dafa menatap Zaskia yang terlihat sangat cantik malam ini. Ini adalah hari terakhir bagi Zaskia di Singapura sebab rencananya besok sore mereka akan terbang ke Thailand.
"Malam ini aku ingin menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan mengelilingi kota. Aku rasa kota ini terlihat sangat cantik di malam hari." jawab Zaskia sembari menikmati pemandangan di sekitarnya.
Dafa menuruti keinginan wanita tersebut, ia mengajak Zaskia berjalan-jalan berkeliling kota Singapura. Ide Zaskia lumayan bagus menurutnya, lagipula dirinyapun semakin senang jika berlama-lama dengan Zaskia.
Keduanya berdiri sambil menikmati pemandangan di sekitar patung Merlion. Angin malam ini berhembus cukup kencang, menyisakan hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang.
Dafa memperhatikan Zaskia menyilangkan kedua tangannya di dada, wanita itu sepertinya kedinginan.
"Ini untukmu." Dafa membuka jaketnya dan memakaikannya pada Zaskia. Perlakuan pria itu memang sangatlah manis, tetapi Zaskia tak menyangka saja ternyata Dafa bisa berperilaku sangat kejam terhadap istrinya.
"Ini sudah larut malam. Apa kau belum mau pulang?" Dafa khawatir Zaskia jatuh sakit, Hesti bercerita bahwa wanita itu sering mimisan akhir-akhir ini.
Zaskia melirik jam yang melingkar dipergelangan tangannya, ia tak menyangka jika sekarang sudah hampir jam 1 dini hari.
"Baiklah. Eumm..apa boleh aku menginap di apartemenmu?" tanya wanita itu tersipu malu.
Dafa mengernyitkan keningnya, "apa aku tidak salah dengar?" godanya sekaligus memastikan.
"Eh..maaf.Kau tidak perlu mendengarkan kata-kataku barusan. Anggap saja angin lalu." Zaskia langsung memalingkan wajah saking malunya. Meskipun ini bagian dari rencananya, tetap saja ia merasa terkesan gampangan.
Dafa tersenyum simpul, dalam hati ia bertanya-tanya apakah mungkin Zaskia sudah mulai mau menerima dirinya? Jika benar tentu ia akan menjadi pria paling berbahagia di dunia ini.
"Ya sudah. Aku akan mengantarmu pulang." Dafa menggandeng tangan Zaskia dan membawanya ke mobil.
Zaskia mendengus pasrah, sepertinya rencana tidak berjalan sesuai harapan. Namun, tak berselang lama, dirinya baru menyadari jika mereka baru saja melewati hotel Zaskia. Itu artinya mereka akan pergi menuju apartemen Dafa.
" Kali ini semua tidak boleh gagal. Aku harus terlepas dari lelaki ini sebelum terjerumus lebih dalam lagi."
***
"Ayo masuklah."
Zaskia memperhatikan sekeliling apartemen Dafa yang lekat dengan nuansa black n white. Apartemen itu nampak bersih dan rapi, tetapi minim furniture serta hiasan dinding.
__ADS_1
"Apartemen ini sangat jarang aku tempati, hanya sesekali saat aku sedang ada bisnis disini."
Zaskia hanya manggut-manggut tanda mengerti, iapun duduk di sofa yang ada diruangan tersebut.
"Apa kau butuh minum?Aku akan mengambilkannya untukmu." Dafa mencoba menawarkan.
"Oh iya. Biar aku saja yang membuat minuman. Kau tunjukkan saja dimana dapurnya. Aku akan membuat kopi untuk kita berdua." tawar Zaskia.
Dafa tersenyum tipis, "Baiklah. Dapur ada di ujung sebelah kanan. Aku tidak suka kopi yang terlalu manis." terang Dafa.
Zaskiapun menuju dapur untuk membuat minuman. Wanita itu memperhatikan sekitarnya. Setelah dirasa aman, ia mencampurkan obat tidur ke dalam minuman Dafa lalu membawanya kembali ke depan.
Dirinya begitu terkejut saat mendapati pria itu telah bertelanjang dada dan hanya mengenakan boxernya. Zaskia segera memalingkan wajah, ia jadi gugup saat ini. Pria itu belum meminum kopi mereka, tetapi gerak geriknya sudah menunjukkan jika dirinya tengah memancing Zaskia saat ini.
"Kenapa kau melepas pakaianmu? Jangan bilang kau mau berbuat yang tidak-tidak kepadaku?" Zaskia berkata tanpa berani menatap lawan bicaranya. Ia meletakkan gelas kopi dimeja dekat Dafa, saat dirinya hendak melangkah tiba-tiba pria itu menarik tubuhnya hingga jatuh dalam dekapan Dafa.
"Malam ini saja, kumohon. Aku sudah terlalu lama menahannya, aku sangat menginginkanmu." ungkap Dafa berkabut gairah.
Kedua netra mereka bertemu, dengan tak sabaran Dafa hendak mencumbu Zaskia, tetapi wanita itu dengan segera mencegahnya.
"Setidaknya kita nikmati dulu kopinya se-belum dingin." Zaskia semakin gugup dan takut ditatap begitu liar oleh Dafa.
"Sudah."
Dafa meletakkan cangkir kopinya yang telah kosong dan kembali menatap Zaskia penuh makna.
"Aku, aku belum meminumnya." Zaskia semakin gugup, bergegas ia mengambil secangkir kopi miliknya.
Namun, baru juga ia meneguk, pria itu telah merebut cangkir kopi dan menaruhnya kembali. Ia membungkam bibir Zaskia dengan bibirnya untuk menikmati rasa kopi dimulut Zaskia.
Kejadian itu terlalu cepat bagi Zaskia, dirinya mencoba berontak tetapi tangan kekar Dafa kini telah mengunci kedua tangannya. Pria itu mendorong tubuh Zaskia hingga terbaring disofa.
Lagi dan lagi, Zaskia ingin melawan tetapi tubuhnya berkata lain. Sentuhan Dafa benar-benar membuat seluruh tubuhnya meremang seketika. Pria itu tak memberikan kesempatan baginya untuk memberontak sama sekali. Ia menindih tubuh Zaskia tanpa melepaskan tautan bibirnya.
Zaskia bisa merasakan kopi yang ia seruput barusan masih bertahan dimulut Dafa, pria itu mengeluarkan sedikit demi sedikit hingga dengan terpaksa Zaskiapun menelannya.
"Aaahhh..."
Zaskia mengerang saat merasakan sesuatu yang lembut dan basah bermain di atas dua aset kembar miliknya. Dirinya bahkan tidak menyadari jika tubuhnya telah telanjang sebagian.
__ADS_1
De**han demi de**han lolos begitu saja dari mulut Zaskia saat pria itu begitu betah bermain didaerah dadanya. Pria itu memberikan banyak sesapan yang mampu Zaskia rasakan meski ia tak tahu berapa banyak stempel yang dilukis oleh Dafa di sekitar dadanya.
"Kau sangat nikmat, Sayang."
"Dasar bajingan! Ingin rasanya aku membunuhmu saat ini juga." umpat Zaskia, tapi hanya dalam batinnya saja karena sesungguhnya tubuhnya begitu menikmati sentuhan dari Dafa.
" Daf,, Dafa,, Aahh.."
Pria itu tak mendengar protes Zaskia sama sekali. Pria itu terus bermain dibagian inti yang menjadi favoritnya. Membuat wanita itu basah dan tak henti-henti mende**h dibawah kungkungannya.
Zaskia jadi lupa daratan, ia tak tahan saat pria itu memainkan miliknya dan membuatnya serasa menginginkan yang lebih dari ini. Hingga akhirnya keduanyapun memperoleh pelepasannya.
Dafa begitu puas setelah menyemburkan benihnya dalam rahim Zaskia. Pria itu begitu menikmati hingga ia menciptakan rasa pusing di kepalanya. Perlahan tubuhnya mulai ambruk dan terjatuh ke lantai.
"Dasar breng**k!!"
Zaskia menendang tubuh Dafa cukup keras karena kesal. Ingin rasanya ia menangis karena harus kembali jatuh di lubang yang sama. Namun, keadaan memaksanya untuk segera melakukan rencana selanjutnya.
Wanita itu segera mengenakan pakaiannya, ia segera memanggil Julia untuk masuk dan membantunya mencari rekaman video panas dirinya dan Dafa.
Julia tercengang melihat sang suami tengah telanjang. Hatinya begitu terluka, tetapi dirinya memang harus siap menghadapi semua ini.
"Maafkan aku. Ini diluar kendaliku. Suamimu.."
"Tidak perlu dijelaskan. Lebih baik kita segera mencari rekaman video itu sebelum Dafa siuman." Julia tak sanggup mendengar sesuatu yang akan semakin membuatnya terluka.
Merekapun segera menggeledah seluruh apartemen Dafa hingga barang yang mereka cari akhirnya ditemukan di dalam kamar Dafa. Sepertinya pria itu sering menonton videonya bersama Zaskia.
"Sebaiknya kita segera pergi dari sini. Aku telah menyiapkan tiket keberangkatanmu ke tanah air dua jam lagi."
Julia menyerahkan dua tiket kepada Zaskia. Zaskia sungguh terharu melihatnya, ia tak menyangka dirinya bisa kembali ke tanah air.
"Terima kasih."
Keduanya berpelukan sesaat kemudian segera pergi meninggalkan apartemen Dafa.
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak like koment rate n vote seikhlasnya buat karya terbaruku. Dukungan kalian semangat author untuk berkarya. Makasih sebelumnya🤗
__ADS_1