Jadi Simpanan Majikanku

Jadi Simpanan Majikanku
BAB 115


__ADS_3

Kendra semakin panik saat Kia sama sekali tak merespon panggilannya. Lelaki itu memencet tombol darurat untuk memanggil Dokter jaga.


Tak berselang lama Dokterpun datang dan meminta keluarga pasien untuk keluar terlebih dahulu.


Suasana menjadi semakin tegang, seluruh keluarga tak mampu membendung tangis, menunggu hasil pemeriksaan dengan gelisah. Kendra segera menghampiri sang Dokter sesaat setelah keluar dari ruangan.


"Dokter bagaimana keadaan istriku?!" tanyanya menggebu-gebu.


"Maaf Tuan. Kami sudah berusaha yang terbaik, tetapi Tuhan berkehendak lain. Nyonya Zaskia tidak tertolong, beliau telah meninggal dunia."


"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun." tangis duka cita mengiringi kepergian Zaskia.


Hancur luluh harapan Kendra. Lelaki itu jatuh bersimpuh diatas lantai, meratapi kegagalannya yang tak mampu menjaga apa yang diamanahkan kepadanya dengan baik.


"Maafkan aku, Kia. Aku gagal menjadi suami yang baik untukmu." sesalnya dipenuhi rasa bersalah. Sisi lemah seorang Kendra tak mampu ia tutupi kembali, untuk kesekian kali pria itu menitikkan airmata kepedihan.


Taniapun ikut dirundung duka, bagaimanapun Zaskia banyak berjasa bagi keluarganya. Wanita itu sebenarnya begitu baik dan sudah layaknya seorang kakak baginya.


Tania mendekati sang suami yang tentunya lebih terpukul daripada dirinya. Sungguh sesak rasanya melihat orang yang kita sayangi terpuruk seperti ini.


"Aa yang sabar. Mungkin Alloh lebih menyayangi Kak Zaskia sehingga ia dipanggil lebih cepat. Kita doakan semoga kak Zaskia Husnul Khatimah. Mari kita segera mengurus jenazahnya." tuturnya lembut, memegang kedua pundak Kendra untuk menenangkan.

__ADS_1


Kendra menyeka airmatanya, mengambil nafas sepenuh dada untuk mengurangi sesak yang mendera. Seharusnya ia tak boleh meratapi kepergian sang istri terus menerus, dirinya harus mengurus pemulasaran Zaskia dengan baik sebagai wujud cintanya yang terakhir bagi sang istri.


***


Suasana duka meliputi keluarga Ardiansyah. Tangis duka mengiringi kepergian Zaskia dari dunia ini. Tak butuh waktu lama, berita meninggalnya sang Diva disiarkan hampir di seluruh media negeri.


Berbagai karangan bunga ungkapan turut berduka cita memenuhi halaman kediaman Kendra. Terlepas dari berita miring yang masih belum jelas konfirmasinya, sang artis sudah sangat dicintai oleh para fansnya.


Tania ingin sekali ikut mendo'akan dan mengiring kepergian Zaskia untuk yang terakhir kalinya. Hanya saja, Kendra melarangnya sebab khawatir akan keselamatan Tania. Ia takut fans garis keras Zaskia mencelakai Tania lantaran belum ada konfirmasi akan berita miring yang tersebar waktu itu.


Kendra turun tangan langsung untuk mengurus jenazah sang istri. Ia begitu iba sebab Zaskia sudah tak memiliki keluarga dekat, tetapi ia yakin banyak sekali orang-orang yang menyayangi istrinya. Terbukti dengan banyaknya pelayat dari berbagai kalangan baik artis, rekan penyanyi, pejabat dan para fans nya.


Pria itu terkesiap seolah tertangkap basah, nampak sedikit panik menatap sisi kanan kirinya. Ingin sekali dirinya kabur, tetapi melihat jumlah pelayat yang berjejal membuatnya pasti sulit untuk menghindar. Ia hanya mampu pasrah jika nantinya Kendra akan menghakiminya dihadapan orang banyak.


Benar saja, saat Kendra di depan pria berkacamata itu, ia merampas kacamata dan membuka masker milik pria tersebut. Nampaklahĸ wajah Dafa yang sendu dengan netra memerah karena tangis.


Kendra menyorotnya dengan tatapan kebencian. Ingin rasanya ia marah kala mengingat apa yang telah Dafa lakukan pada almarhumah istrinya, tetapi saat ini tidaklah tepat. Bagaimanapun dirinya sedang berkabung, alangkah baiknya mengutamakan mengurus pemakaman istrinya terlebih dahulu.


Dafa tercengang melihat pria itu pergi begitu saja setelah mengetahui kedatangannya. Padahal ia pikir Kendra akan menghajarnya habis-habisan barusan. Ia semakin merasa bersalah dan menyesali perbuatannya.


***

__ADS_1


Setelah jenazah dimakamkan, satu persatu pelayat pergi meninggalkan area pemakaman. Kendra masih ingin berdiam sendiri disana sembari memegang nisan Zaskia.


"Honey,semoga kamu tenang disana. Semoga Alloh mengampuni dosa-dosamu dan menempatkanmu di surga-Nya nanti. Aku akan selalu menyayangimu dan mengenangmu dalam hatiku." gumamnya lirih.


Pria itu menitikkan airmatanya, kenangan masa-masa indah bersama Zaskia kembali berputar dalam memori. Sambil berjongkok, ia melantunkan doa-doa kebaikan untuk Zaskia baru setelahnya meninggalkan area pemakaman.


Setelah memastikan tak ada satupun orang disana, Dafa memberanikan diri keluar dari persembunyiannya. Pria itu melangkah gontai menuju tempat pemulasaran Zaskia yang terakhir.


Dafa menangis tergugu menatap nisan Zaskia. Pria itu bersimpuh di depan makan dan menundukkan kepalanya dalam hingga bersentuhan dengan tanah kubur Zaskia.


"Maafkan aku. Jika saja aku tidak bertindak bodoh, mungkin kau tidak akan pergi secepat ini. Maafkan aku Zaskia, maafkan aku. " rembesan airmatanya turut membasahi makam Zaskia.


Dafa didera rasa bersalah yang begitu mendalam. Rasa cintanya pada wanita itu membuatnya gelap mata dan bertindak diluar nalar.


Hatinya terkoyak teringat akan dosa-dosanya dimasa lalu. Dia telah memperkosa wanita itu, memaksanya untuk berada disisinya dan ia juga yang telah menghancurkan nama baik Zaskia di depan publik.


Dafa ingin memperbaiki semuanya, ia akan meminta maaf pada Kendra dan memberikan konfirmasi pada publik tentang berita miring yang telah ia sebarkan waktu itu.


Dafa ingin bertobat sekaligus memperbaiki diri. Setelah semua jelas, ia siap jika memang dirinya harus dijebloskan ke penjara atas segala perbuatan buruk yang selama ini ia lakukan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2