Jadi Simpanan Majikanku

Jadi Simpanan Majikanku
BAB 50


__ADS_3

"Honey, benar kau baik-baik saja? Kedengarannya kau muntah cukup banyak barusan." Zaskia memperlihatkan kekhawatirannya saat Kendra baru keluar dari kamar mandi.


Pria itu menghampiri Zaskia dan duduk ditepi ranjang istrinya.


"Sungguh, aku tidak apa-apa. Aku hanya masuk angin dari semalam perutku rasanya tidak enak." jawab Kendra berbohong, ia tak ingin Zaskia semakin mencemaskannya.


Zaskia tersenyum menggoda, "Ya sudah. Lebih baik kau libur bekerja dan beristirahat saja bersamaku disini. Kita habiskan waktu berdua. Bukankah kita sudah lama tidak bersama?" godanya sembari menggigit bibir bawahnya.


Kendra memukul jidatnya, dirinya baru mengingat sesuatu. "Astaga, aku lupa jika siang ini ada janji temu dengan klien penting perusahaan. Maaf sayang, tapi aku harus tetap ke kantor sekarang. Aku tidak bisa mengabaikan begitu saja klienku yang satu ini." sesal Kendra tak enak hati.


Zaskia mendengus pasrah, ia tidak boleh egois. Bagaimanapun ini demi kelancaran usaha sang suami.


"Ya sudah. Tapi berjanjilah kau harus menyempatkan waktu untuk bersamaku nanti. Kita harus meluangkan waktu untuk quality time. Aku ingin memperbaiki hubungan kita kembali." pinta Zaskia manja.


Kendra tersenyum tipis, entah mengapa sebenarnya ia merasa canggung bersama Zaskia. Mungkin karena mereka cukup lama berpisah dan ada Tania yang selalu mengisi kekosongan di hatinya.


" Baiklah, sepertinya itu ide yang bagus. Kalau begitu, aku harus berangkat dulu sekarang." jawabnya menenangkan. Bagaimanapun Zaskia juga istrinya, ia harus bisa membagi adil perasaanya meski itu sangatlah sulit pastinya.


Zaskia menahan lengan Kendra ketika pria itu hendak beranjak.


"Apa kau sekarang sudah melupakan kebiasaanmu dulu?" Zaskia menatap sendu pada sang suami.

__ADS_1


Pria itu kembali senyunggingkan seulas senyumnya. Iapun mengecup sekilas kening dan juga bibir Zaskia. "Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Zaskia menatap nanar kepergian sang suami. Hatinya semakin gelisah sekarang. Perlakuan yang sama, tetapi rasanya sungguh berbeda.


"Ya Tuhan. Aku tidak ingin kehilangan cinta dan kasih sayang Kendra." wanita itu kembali menangis meluapkan kesedihannya.


***


Netra Kendra mengitari seluruh ruangan yang ada di bawah. Ekor matanya menangkap sosok wanita yang kini tengah membersihkan ruang keluarga. Untung saja rumah nampak sepi pagi ini.


Tania begitu terkejut merasakan pinggangnya dipeluk oleh seseorang dari belakang.


"Tuan?"


"Aku merindukanmu, tetaplah seperti ini sebentar." Kendra mencium tengkuk Tania sembari menghirup aroma tubuh istri kecilnya. Hanya itu yang mampu membuatnya nyaman saat ini.


"Tuan? Aku takut ada yang melihat kita. Apalagi Non Zaskia sudah kembali." ungkap Tania gelisah. Meski tak dapat ia pungkiri, dirinya sangat senang dengan perlakuan manis dari sang suami.


Kendrapun melonggarkan pelukannya, lalu membalikkan tubuh wanitanya.

__ADS_1


"Maaf aku mengabaikanmu tadi. Aku khawatir sebab Zaskia hampir terjatuh tadi." sesal Kendra tulus.


"Tidak apa-apa, Tuan. Lihatlah, ini tidak seberapa, aku bisa mengatasinya sendiri." ia menunjukkan jari kelingkingnya yang terluka. Tanpa diduga sang suami malah mencium lembut bekas luka di jarinya.


"Ya sudah. Aku harus berangkat kerja sekarang, kau baik-baiklah dirumah. Dan ingat, apa kau sudah menggunakan alat yang kuberikan tadi malam?" Kendra mengingatkan.


"Iya,Tuan. Nanti aku akan memakainya dan segera memberitahu hasilnya pada anda." wajah Tania kembali merona.


Tanpa diduga Kendra mencumbu bibir manis Tania. Pria itu menghimpit tubuh Tania disisi tembok dan semakin memperdalam ciumannya.


Tania segera mendorong tubuh sang suami saat pria itu mulai tak terkendali.


" Tuan, ingat kerja. Ini waktunya anda berangkat ke kantor."ucapnya mengingatkan.


Kendra mendengus kasar, ia selalu hilang kendali jika bersama Tania. Dan inilah yang membuat pria itu khawatir. Bagaimana dirinya bisa bersikap adil jika hati dan pikirannya lebih di dominasi oleh Tania?


" Ya sudah. Aku harus segera berangkat. Assalamu'alaikum." pamitnya buru-buru. Ternyata ia sudah terlambat bekerja sekarang. Untung saja dia atasan, tetapi Kendra tak ingin memberi contoh yang buruk untuk para karyawannya.


" Wa'alaikumsalam.."


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2