
Seperti janji Kendra kemarin, hari ini ia akan mengajak Tania berserta keluarga untuk berkunjung ke daerah Lembang, Bandung. Daerah yang terkenal dengan wisata alam dengan view yang luar biasa indah.
Adik-adik Tania terlihat begitu bersemangat dan menikmati perjalanan mereka sambil bernyanyi ria. Mungkin ini kali pertama mereka jalan-jalan yang cukup jauh dari kampung.
Sementara Bu Minah, wanita itu memilih tiduran di kursi belakang, beliau memang suka mabuk kendaraan selama ini. Tetapi, ia tak mau melewatkan kesempatan jalan-jalan. Sesekali beliau meminta anak-anaknya untuk diam saat mereka sudah ribut dan membuat gaduh dalam mobil. Maklum keempat adik Tania laki-laki dengan usia yang hanya terpaut sekitar 2 tahunan saja.
Kendra fokus menyetir sambil sesekali memperhatikan mereka lewat kaca spion, ia ikut senang melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah adik-adik Tania.
"Maaf,Tuan. Adik-adikku memang suka berisik, apalagi ini pengalaman pertama mereka bertamasya. Telinga anda pasti jadi panas ya, mendengar suara cempreng mereka." ungkap Tania tak kalah senangnya.
Kendra mengukir senyum di wajahnya. "Oh sekarang aku tahu asal muasal suara cemprengmu itu, ternyata udah bawaan dari orok." goda Kendra tersenyum jahil.
Tania memberengkut seolah dirinya sedang ngambek saat ini. Kedua tangannya menyilang di dada. "Biarin cempreng juga, cempreng-cempreng begini yang penting enak rasanya." balasnya sembari menaik turunkan alisnya.
Kendra terkekeh mendengarnya, sepertinya ia sudah berhasil mengkontaminasi otak istrinya. Ia mengacak pelan rambut Tania karena gemas, "Jangan diingatkan tentang rasanya, jadi pengen makan kamu sekarang juga." ucapnya lirih menggoda istrinya.
Tania mendelik mendengarnya, "Memang Tuan pikir yang enak rasanya apaan? Maksud saya enak rasa masakannya. Idih mesum.." ia menjatuhkan cubitan kecil yang sukses membuat sang suami meringis geli karenanya.
"Mesum juga nggak pa-pa, yang penting sudah ada sertifikat halalnya. Jatuhnya juga bisa jadi pahala, Tania sayaaang." balas Kendra kembali.
Tania menatap Kendra sambil menahan senyumnya, kali ini ia sependapat dengan suaminya itu.
Merekapun kembali fokus sambil memperhatikan panorama alam yang disuguhkan oleh kota yang terkenal dengan tahu susunya.
Kendra mengajak adik-adik Tania ke salah satu objek wisata yang ada di Lembang bawah. Ia sengaja memilih tempat wisata yang memiliki wahana outbond sebab ia rasa itu lebih disukai anak laki-laki karena mampu memacu adrenalin mereka. Sedangkan Tania, ia mengajak sang suami untuk menilik kebu strawbery mini yang juga terdapat disana. Tania ingin sekali memetik strowbery dan memakan langsung dari pohonnya. Mungkin itu salah satu bawaan orok, Kendra sampai ngilu melihat istrinya memakan strawbery seperti makan nasi saja.
"Manis-manis asem kaya yang makan." gerutunya sembari menggidikkan bahu.
"Maksud Tuan?" Tania langsung memutar bola mata dan menghunuskan tatapannya pada sang suami.
" Iya orangnya manis tapi kadang bau asem gara-gara ogah mandi." sindir Kendra lantaran memang akhir-akhir ini Tania enggan mandi dengan alasan dingin dan sebagainya.
__ADS_1
" Asem sih asyem tapi tiap malam ada yang mendusel ingin tidur di ketiakku." gumamnya lirih.
Kendra langsung memeluk gemas istri kecilnya, entah sejak kapan gadis itu mulai merubah dunianya. Yang jelas Tania sudah mampu mengambil tempat tersendiri dalam hatinya.
"Tuan foto yuk." ajak Tania mengeluarkan ponsel dari tas kecilnya.
Ia mengambil beberapa jepretan gambar dirinya dan Kendra lalu meminta izin untuk memposting lewat aku sosmed miliknya.
Gadis itu tersenyum melihat hasilnya yang memuaskan, terutama wajah sang suami yang gantengnya nggak ketulungan.
"Wuih..udah punya akun sosmed dia. Diam-diam istri kecilku ini mulai gaul juga. Tapi awas nggak boleh posting yang macam-macam." protes Kendra sesekali melirik postingan sang istri yang rata-rata hanya pemandangan dan kata-kata mutiara. Jarang sekali Tania memposting wajahnya secara khusus. Barusan gadis itupun menutupi wajahnya dengan stiker, tetapi mengekspos wajah sang suami.
"Itu kenapa wajahnya pada ditutupi, tapi wajahku terpampang nyata. Dia mau pamer suami ganteng kayaknya, maklum banyak yang bilang mukaku ini cocok jadi artis." ungkap Kendra dengan bangga.
Tania mencebikkan bibirnya, "Malu, Tuan. Upik abu bersanding sama pangeran. Pangeran kodok maksudnya. Buahaha.." Tania langsung berlari saat berhasil mengatai suaminya.
Kendra mengejar sang istri untuk menghukum istrinya yang mulai nakal sekarang. Langkah kakinya yang jenjang tentu saja mempermudah dirinya menangkap gadis berbadan imut itu dan merengkuh tubuhnya.
***
Tanpa terasa sudah seharian penuh mereka menikmati beberapa objek wisata. Kendra membawa keluarga Tania untuk makan malam dihotel dan menginap disana.
Pria itu memesan berbagai makanan yang tampak asing, tetapi terlihat begitu menggugah selera. Keempat anak Bu Minah menelan ludahnya sendiri lantaran tak sabar ingin segera mencicipi makanan.
Bu Minah menampik salah satu tangan putranya yang hampir saja mencomot salah satu makanan yang disuguhkan. Wanita itu meminta agar mereka tetap harus menjaga sopan santun dimanapun mereka berada. Dan tak lupa untuk berdoa sebelum makan.
Alhasil, ketujuh orang itu makan dengan khidmat tanpa ada yang bersuara. Hanya bunyi dentingan kecil piring dan sendok yang terdengar hingga makan malam berakhir.
Tania dan Kendra langsung menuju kamar mereka. Sedangkan adik-adik Tania dan Bu Minah tidur di kamar yang terpisah.
Kendra dan Tania saling bergantian untuk membersihkan diri sebelum tidur. Kendra membersihkan dirinya terlebih dahulu dan menunggu sang istri sambil duduk diatas ranjang.
__ADS_1
Ia mengirim pesan pada Zaskia untuk menanyakan kabarnya. Dirinya tersenyum lega saat sang istri sedang memposting kebersamaannya bersama Mama dan Papanya.
Tak berselang lama, Taniapun keluar dan ikut merangkak naik ke atas ranjang. Ia melihat seulas senyum menghiasi wajah suaminya yang terlihat fokus pada layar ponselnya.
"Tuan sedang apa?" tanyanya seraya mendekati Kendra untuk duduk disamping sang suami.
"Lihatlah. Aku senang Zaskia sudah terlihat lebih baik sekarang." ungkapnya sambil menampakkan foto dilayar ponselnya.
Tania ikut mengembangkan senyumnya, "Sudah lama sekali rasanya tidak melihat senyum di wajah Nona Zaskia. Dia sangat cantik." puji Tania tulus. Semenjak kedatangan Zaskia dari luar negeri, Tania diliputi rasa bersalah lantaran ia hanya melihat kesedihan di wajah wanita itu.
"Hei, kau juga cantik jadi jangan berkecil hati. Bukankah aku sudah menjelaskannya padamu." protes Kendra.
"Iya, iya Tuan. Aku cantik tapi lebih banyak Non Zaskia cantiknya." ucapnya menyengir kuda.
Kendra langsung mencubit hidung mancung Tania. "Hei, boleh aku bertanya sesuatu padamu?"
"Heumm.." Tania menjawab singkat tetapi ia mengangguk meyakinkan.
"Apa kau pernah merasa cemburu dengan Zaskia?" tanya Kendra penasaran. Sebab dirinya tahu Zaskia sangat cemburu pada Tania.
"Eumm..terkadang."
Kendra mengerutkan keningnya mendengar ucapan sang istri yang menggantung.
"Tuan, aku juga wanita biasa yang memiliki perasaan cemburu apalagi harus berbagi cinta dengan wanita lain. Tapi aku tahu diri, Nona Zaskia telah memiliki anda terlebih dahulu. Aku hanya seseorang yang tanpa sengaja mengusik kebahagiaan kalian." raut wajah Tania berubah sendu. Hal itu yang selalu ia rasakan selama ini. Bukan dirinya yang menginginkan keadaan ini, tetapi mungkin takdir yang berkehendak demikian. Rasanya semua wanita akan menjawab tidak jika harus dimadu dengan wanita lain. Apalagi posisinya sebagai yang kedua.
Kendra merengkuh tubuh Tania kedalam dekapannya, menghujani puncak kepala wanita itu secara bertubi-tubi.
"Maafkan aku." hanya itu kata yang mampu ia ucapkan mewakili perasaannya selama ini. Jujur Kendrapun tak menyangka jika dirinya bisa mendua seperti sekarang.
Bersambung..
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate n vote seikhlasnya buat karya terbaruku ya. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya🤗