Jadi Simpanan Majikanku

Jadi Simpanan Majikanku
BAB 70


__ADS_3

Hari ini Kendra meminta Bi Marni dan Bi Sumi untuk memasak lebih banyak dan spesial. Seperti janjinya beberapa waktu yang lalu, malam ini ia akan mengundang Dafa dan istrinya untuk makan malam dikediamannya.


" Bro..Pintu rumahku telah terbuka lebar. Datanglah kesini malam ini bersama istrimu. Jika kau tak datang, aku akan memecatmu sebagai sahabat." Pria itu menyeringai sembari mengirimkan pesannya.


Kendra tak menyangka setelah bertahun-tahun lamanya, ia dipertemukan kembali dengan sahabat baiknya. Mungkin inilah yang dinamakan berjodoh, ia harap tali silaturahmi diantara mereka akan tetap terjaga kedepannya.


***


Malam menjelang, seluruh hidangan mulai disajikan


diatas meja makan.


Tania mengusap peluhnya, ia lega bisa membantu Bi Marni dan Bi Sumi menyelesaikan masakannya. Meskipun semua orang sudah tahu akan statusnya, ia meminta agar semua bersikap seperti biasa padanya.


" Non Tania, lebih baik nona segera mandi. Biar Bibi yang menyelesaikan sisanya. Kata Tuan, beliau ingin agar Non Tania ikut bergabung dalam makan malam nanti." Bi Sumi menghampiri gadis itu, berniat meneruskan pekerjaannya.


"Ish Bibi. Rasanya aneh jika Bibi memanggilku seperti itu. Panggil namaku saja Bi, seperti biasa. Kayaknya aku mau dibelakang saja, aku tidak terbiasa makan malam seperti ini." keluhnya pada Bi Sumi.


"Eh,, tidak bisa seperti itu Non. Biar bagaimanapun sekarang kamu sudah menjadi istri Tuan Kendra. Jadi Bibi harus tahu batasan dan Non Tania harus mulai membiasakan diri. Ini perintah Tuan, beliau ingin memperkenalkan Non Tania kepada sahabatnya nanti." jelas Bi Sumi.


"Ceck..terus terang Tania minder Bi. Terkadang orang kan sering berpandangan negatif jika tahu A Kendra beristri dua." cetusnya dengan muka ditekuk nelangsa.


Bi Sumi mengusap pundak Tania, "Sudah Non. Tidak usah berkecil hati, lagian kalau Tuan mau mengenalkan Non Tania sama sahabatnya, itu artinya Tuan benar-benar menganggap keberadaan Non Tania. Non Tania jangan sampai mengecewakannya ya. Bibi lihat Tuan tulus sayang sama Nona." Bi Sumi menyemangati.


Tania mengangguk lalu menuruti omongan Bi Sumi. Ia berjalan menuju kamarnya, masih kamar yang lama. Ia bersikeras tetap disana padahal Kendra ingin dirinya tidur dikamar tamu.


Setidaknya Tania ingin menjaga perasaan Zaskia. Jika dia berada diatas, otomatis dirinya akan lebih sering bertemu Zaskia dan ia akan merasa canggung jika bersama suaminya.


Ceklek..


Netra Tania tertegun melihat sebuah kotak diatas ranjangnya. Perempuan itu langsung membuka karena penasaran dengan isinya.


Wajahnya berbinar menatap sebuah gaun yang begitu cantik lengkap dengan heels pendek dengan warna senada. Sebuah senyuman melengkung di kedua sudut bibirnya kala membaca secarik kertas yang terselip disana.

__ADS_1


Sayang, pakailah dress ini nanti malam. Aku memilihnya sendiri khusus untukmu. Semoga kau menyukainya.


Dari yang selalu mencintaimu


Kendra


Tania memperhatikan gaun yang ada di tangannya. Sebuah dress selutut dengan bahu yang terbuka dengan aksen tali sebagai pemanisnya.


"Apa A Kendra nggak salah? Cantik sih cantik, tapi kenapa terbuka begini?" gerutunya heran. Ia sebenarnya malu mengenakan pakaian yang terbuka seperti itu. Akan tetapi, rasanya ia tak enak untuk menolak mengingat disana tertulis Kendra yang membelinya sendiri.


***


Acara makan malampun tiba, Dafa dan Julia telah tiba di kediaman Kendra. Mereka disambut dengan baik oleh kedua orang tua Kendra, Kendra dan juga Zaskia.


"Akhirnya kita ketemu lagi Bro. Om, tante, Zaskia." Dafa menyalami keempatnya


Netranya menatap sesaat pada wanita yang kini berada dihadapannya. Zaskia memilih memalingkan wajahnya. Jika bukan karena menghargai sang suami, tentu ia enggan bertemu pria yang telah melecehkannya waktu ini.


Julia mengeratkan pelukannya di lengan Dafa agar pria itu tersadar dari lamunannya. Sejujurnya dia sendiri terkejut saat tahu jika Zaskia merupakan istri dari sahabat suaminya sendiri. Kendra pasti akan ngamuk besar jika sampai ia tahu apa yang telah dilakukan Dafa pada istrinya.


"Baik." ucap Zaskia tersenyum datar. Melihat kedua orang itu seakan mengorek luka lama yang telah ia kubur di dalam hatinya.


Kendra mempersilahkan sahabatnya untuk masuk dan menuju ruang makan.


"Wah Bro. Nggak nyangka lo bener-bener sukses sekarang. Rumah lo gede banget." pujinya seraya mengamati sekitar, tetapi lagi-lagi tatapannya terpusat pada Zaskia.


Wanita itu semakin cantik saja dimatanya, ia jadi teringat kegiatan panas mereka minggu lalu.


Lagi-lagi Julia menginjak kaki pria itu, dirinya takut keluarga Kendra curiga melihat tatapan tak biasa Dafa pada Zaskia. Dafa hendak protes, tetapi urung ia lakukan saat melihat senyum penuh intrik dari istrinya. Hubungannya dengan Julia sekarang lebih mirip sahabat, padahal mereka telah berkomitmen untuk mempertahankan pernikahan nya.


"Lo bisa aja, nggak usah merendah. Siapa sih yang nggak kenal Dafa Wardhana, produser hebat yang mampu mencetak begitu banyak penyanyi terkenal salah satunya istriku." Kendra menatap Zaskia dan Dafa secara bergantian. Sebenarnya dari tadi ia heran, muka Zaskia terlihat masam saat bertemu Dafa. Padahal tentu mereka sudah mengenal satu sama lain.


" Sadar lo kalo gue udah bikin istriku terkenal, tapi malah dikurung dirumah. Pundi-pundi rupiah gua kan berkurang. Btw, kapan kamu kembali nyanyi lagi, Kia? Para fans sudah sangat merindukanmu.(terutama aku tapi dalam hati Dafa saja).

__ADS_1


Zaskia mengangkat wajahnya, ia berusaha memaksakan senyum di depan pria itu.


"Aku belum tahu. Saat ini aku masih fokus untuk keluargaku." ia kesal sekali untuk apa pria itu menyapanya.


" Oh..Begitu. Iya, kabari saja jika kau sudah siap untuk bernyanyi kembali." balas Dafa merasa kikuk.


" Ini Zaskia lagi program hamil, Daf. Makanya dia vacum nyanyi dulu, tante udah nggak sabar pengen punya cucu lagi." Bu Santi menimpali.


"Emang Kendra sama Kia udah punya anak, tante?" tanya pria itu heran. Sebab selama yang ia tahu, Zaskia belum memiliki anak.


DEG..


Zaskia benar-benar gelisah, ia tak menyangka jika mertuanya akan menyinggung tentang cucu. Ia tahu pasti yang dimaksud mertuanya adalah anak Tania.


"Belum sama Zaskia, tapi dari Tania. Ken, kamu nggak ngajak Tania bergabung?" tanya Bu Santi memperhatikan menantu keduanya yang tidak ada bersama mereka. Beliau memang yang meminta Kendra untuk mengenalkan Tania sebab gadis itupun berhak diakui keberadaannya.


" Sudah, Ma. Kenapa Tania belum kesini ya?" ia sendiri ikut celingukan mencari keberadaan istri keduanya.


Yang merasa terpanggil mulai keluar dari persembunyiannya. Sedari tadi Tania malu untuk bergabung bersama mereka. Apalagi dengan pakaian yang sedikit terbuka.


"Selamat malam, semuanya. Maaf, aku terlambat.



Semua mata tertuju pada gadis belia yang begitu cantik dan terkesan malu-malu untuk bergabung dengan mereka.


Kendra menelan kasar salivanya melihat istri kecilnya yang biasa polos dan biasa saja, tapi malam ini sungguh berbeda. Dia teramat cantik, tapi kendra merutuki kebodohannya sendiri yang membiarkan gadis itu memakai dress yang sedikit terbuka.


Dafapun memperhatikan gadis itu dengan seksama. Dirinya penasaran dengan sosok itu, tetapi ia masih ambigu dengan ucapan Mama Kendra.


Rasanya ia tak percaya jika sahabatnya itu seorang pedofil. Mungkin saja gadis kecil itu kerabat Kendra yang kebetulan berada disana. Ia akui gadis itu memang sangat cantik dimatanya, tetapi tetap Zaskia yang utama. Dan alhasil, Julia kembali menginjak kakinya.


Bersambung..

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like koment rate n vote seikhlasnya buat karya terbaruku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya🤗


__ADS_2