Jadi Simpanan Majikanku

Jadi Simpanan Majikanku
BAB 77


__ADS_3

"Brengsek! Apa yang mau kau lakukan pada istriku?!"


Kendra menatap nyalang pada pria asing yang duduk berdampingan dengan Tania. Dadanya bergemuruh menyaksikan sang istri bersandar dipundak pemuda tersebut. Tania sendiri sampai terbangun lantaran kaget.


"A Kendra?" gumamnya terkejut bukan main.


Kendra langsung menarik Zayyan dari samping Tania dan menghadiahkan sebuah bogem hingga membuat sudut bibir pria itu pecah.


Tentu saja Zayyan tak terima, iapun mendaratkan sebuah pukulan telak di wajah Kendra. Kedua pria itupun terlibat pertikaian sengit dan saling melemparkan pukulan satu sama lain.


Tania yang baru saja mengumpulkan nyawa akhirnya ikut panik akibat ulah keduanya. Ia berniat melerai, tetapi dirinya takut terkena serangan salah satu dari mereka. Bukan apa-apa, ia sedang hamil dan menghindar lebih baik demi keselamatan janinnya.


"Hentikan! Jika kalian ingin berkelahi jangan disini. Sana di ring tinju!" teriak perempuan itu sekuat tenaga. Berharap kuping para lelaki itu tidak tersumpal hingga mendengar teriakannya.


Benar saja, kedua pria itu berhenti dan beralih menatap Tania. Namun, sesaat kemudian Kendra hendak melayangkan pukulan kembali. Untung Tania segera menarik kemeja belakang suaminya sehingga Kendra gagal mendaratkan pukulannya.


Pria itu menyorot tajam pada istrinya.


"Kenapa kau menghalangiku? Apa kamu memang suka sama dia?!" bentaknya kesal.


Kendra benar-benar tak mampu menahan api cemburu yang bergejolak di dadanya. Selama ini hubungannya dengan Tania selalu adem ayem sebab perempuan itu jarang sekali berinteraksi dengan lawan jenis. Ia terkejut melihat Tania duduk berdekatan dengan seorang pemuda yang sialnya berperawakan rupawan menurutnya.


Tania tak pernah menyangka Kendra bisa semarah ini. Jujur iapun kaget sekaligus sakit hati dibentak oleh sang suami. Airmatanya lolos begitu saja, ia seperti menjumpai sisi lain dari suaminya.


Amarah Kendra berangsur mereda ketika netranya menatap lekat netra sang istri yang telah berkubang air mata. Pria itu menyesal telah membentak istrinya yang saat ini tengah hamil calon keturunannya.


"Maafkan aku." ucapnya lirih.


Kendra ingin sekali mendekap tubuh Tania, tetapi perempuan itu langsung menghempaskan tangannya.

__ADS_1


"Aku kecewa sama kamu A." sarkas Tania kesal.


Perempuan itu menatap Zayyan yang wajahnya jadi babak belur akibat ulah sang suami. Ia sungguh tak enak hati. Padahal pemuda itu tadi baru saja menolongnya. Akan tetapi, bukannya ucapan terima kasih, Kendra justru tega mendaratkan pukulan telak.


"Kak Zayyan. Aku benar-benar minta maaf atas tindakan suamiku. Terima kasih atas pertolonganmu tadi. Semoga Alloh yang akan membalas kebaikanmu. Mari Kak." pamit perempuan itu berjalan menuju mobil suaminya.


Kendra menyorot lelaki itu sekilas, kemudian memilih masuk ke mobil mengikuti jejak sang istri. Sepertinya Tania benar-benar marah padanya kali ini.


Zayyan hanya mampu menatap kepergian mobil tersebut. Padahal sebenarnya ia masih ingin sekali bisa mengobrol dengan Tania, tetapi pria posesif itu justru malah merusak suasana.


"Awas saja dia berani menyakiti Tania. Jika sampai itu terjadi, aku pastikan akan merebut Tania darinya." gerutunya seraya mengusap sudut bibirnya yang sedikit berdarah.


***


Kendra menyetir mobil sembari sesekali menengok perempuan yang duduk disebelahnya. Keduanya masih diam seribu bahasa tanpa ada yang mengawali untuk sekedar bertegur sapa.


Perempuan itu masih setia menatap ke arah luar jendela. Antara kesal dan rasa kecewa bercampur aduk di benak Tania saat ini. Seharusnya Kendra tidak main tinju sembarangan sebelum tahu duduk perkaranya.


"Sayang, aku minta maaf. Tolong jangan marah lagi. Aku hanya tidak suka kau berdekatan dengan lawan jenis seperti tadi." ungkap Kendra berniat menggenggam jemari istrinya, tetapi gagal sebab perempuan itu telah menarik tangannya lebih dulu.


Suasana hening kembali menyeruak hingga mereka tiba di kediamannya.


Tania segera turun dari mobil, kemudian disusul oleh sang suami. Perempuan itu tak mau menoleh sama sekali, untung saja dia membawa kunci cadangan jadi mereka bisa masuk tanpa membangunkan yang lainnya. Apalagi ini sudah hampir pukul dua dini hari.


Tania memilih langsung menuju biliknya, ingin rasanya ia menumpahkan kekesalan dengan menagis diatas ranjang. Serentetan kejadian hari ini benar-benar membuat hatinya merasa lelah.


Kendra ikut nyelonong masuk saat Tania membuka kamarnya.


Tania hendak berbalik dan melayangkan protes. Namun, dirinya terkesiap kala lengan kekar itu mendekapnya dari belakang. Perempuan itu berusaha berontak, tetapi tenaganya tak cukup untuk melawan sang suami.

__ADS_1


Pria itu menjatuhkan kepalanya dibahu sang istri, ia seperti menemukan kenyamanan disana.


"Aku mohon tetaplah seperti ini. Aku benar-benar butuh tempat bersandar saat ini." ucap lelaki itu dengan nada suara yang bergetar.


Kendra merasa terpuruk sekarang. Serangkaian masalah sungguh mampu menguras isi kepalanya.


Kenyataan tentang Zaskia yang telah diperkosa dan hamil anak pria lain telah berhasil mengoyak hati lelaki itu. Ingin marah, melampiaskan kekesalan, tetapi iapun dihadapkan kenyataan bahwa istri pertamanya mengidap penyakit yang sangat berat.


Kendra sungguh menyesal karena sempat terlupa akan Tania. Kondisi Zaskia yang pingsan setelah hampir melakukan aborsi membuatnya terburu-buru kerumah sakit. Belum lagi pernyataan bahwa Zaskia mengidap leukemia stadium 3. Dan wanita itu sendiri yang takut ditinggalkan oleh Kendra. Dengan terpaksa membuat pria itu tertahan dirumah sakit bahkan sempat ketiduran.


Ia gelagapan saat menyadari Tania pasti masih menunggunya di mobil. Pria itu diam-diam meninggalkan ruangan Zaskia dan bergegas pergi dari rumah sakit. Ia sangat mencemaskan Tania, lelaki itu bahkan mengendarai mobil begitu kencang layaknya seorang pembalap.


Akan tetapi, sungguh diluar dugaan. Matanya langsung panas disuguhi pemandangan sang istri tidur dibahu pria lain. Membuat emosinya seakan berada dipuncak ubun-ubun.


Tania merasakan getaran suara sang suami. Wanita itu perlahan berbalik untuk memastikan. Hatinya trenyuh menatap netra itu terlihat berkaca-kaca.


"Kau kenapa? Apa ada masalah?" tanyanya penuh perhatian. Ia yakin suaminya sedang memendam sesuatu saat ini.


Pria itu hanya mengulas senyum, tetapi tangannya telah bergerak masuk kedalam atasan sang istri. Mengusap lembut batas atasan dan bawahan itu hingga membuat wanitanya meremang.


"Bolehkah jika aku menginginkannya?"


Perempuan itu mengangguk pasrah karena iapun mulai tersulut gairah akibat sentuhan-sentuhan lembut sang suami di area sensitifnya.


Kendra segera mereguk manisnya bibir sang istri, ********** dan menyapu seluruh isi didalamnya. Gerakannya sedikit menekan, pria itu seakan berusaha melampiaskan segala keresahannya dengan menyalurkan rasa cinta dan hasrat lewat istri kecilnya.


Malam ini, dikamar nan sempit menjadi saksi kedua insan menyalurkan seluruh rasa lewat gairah yang membara. Berharap setelah ini, ketenangan hati bisa diraih agar pikiran senantiasa jernih dalam menyelesaikan setiap masalah yang mungkin jadi ujian dari Tuhan bagi setiap hamba-Nya.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate n vote seikhlasnya buat karya terbaruku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya😍


__ADS_2