
Sebulan kemudian...
Kasus persidangan yang melibatkan Kendra dan Dafa akhirnya digelar. Semua berjalan sebagaimana mestinya tanpa ada putusan banding diantara keduanya. Dafa menerima dengan lapang dada segala keputusan hakim mengenai kasusnya.
Pria itu akhirnya dikenai dua pasal berlapis yaitu tentang pencemaran nama baik dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara serta pasal kelalaian hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Ia harap setelah masa hukumannya selesai, ia mampu menjadi pribadi baru yang lebih baik nanti.
"Ken, sekali lagi gue minta maaf atas segala kesalahan gue. Gue harap setelah ini hidup lo jadi lebih tentram dan bahagia bersama pasangan lo." ungkap tulus sebelum resmi menjalani masa tahanan.
Keduanya saling menatap dengan tatapan yang sulit diartikan. Akan tetapi, Kendra menyadari mata Dafa telah berembun saat ini, pria itu sungguh menyesali perbuatannya.
Sebenarnya Kendra masih marah, tapi lagi-lagi hati nuraninya tak sampai hati melukai Dafa. Tanpa diduga pria tersebut memeluk Dafa sesaat demi memberi semangat.
" Fix..harus berubah lebih baik nanti, banyak-banyak ibadah dan mendekatkan diri pada Tuhan di dalam sana. Merenungi diri, setelah keluar langsung menata masa depan." Saling tersenyum diiringi adu kepalan tangan khas keduanya seperti dulu.
Keduanyapun akhirnya terpisah setelah Dafa diminta untuk kembali ikut bersama petugas.
Masalah satu sudah menemukan titik terang, setelah itu besok rencananya Kendra akan melakukan konferensi pers untuk membersihkan nama keluarganya.
Berbekal rekaman pengakuan dari Dafa serta buku harian almarhumah Zaskia, Kendra akan menjadikan kedua barang tersebut sebagai bukti bahwa Tania sama sekali tidak bersalah.
Dibuku harian Zaskia tertulis jika dirinya sendiri yang meminta Tania untuk menjadi istri kedua bagi suaminya, Kendra. Ia belum siap hamil dan masih ingin mengejar cita-citanya menjadi penyanyi go internasional waktu itu. Namun, karena desakan mertua yang terus menginginkan cucu, iapun memilih Tania menjadi pengandung benih Kendra demi menyenangkan kedua mertuanya.
***
Semua masalah demi masalah akhirnya mampu diselesaikan dengan baik. Mereka berencana akan mengadakan syukuran aqiqah Baby Al sekaligus bentuk rasa syukur akhirnya terbebas dari segala ujian berat yang terjadi akhir-akhir ini.
"Alhamdulillah ya A. Akhirnya kita bisa hidup dengan tenang sekarang. Jujur waktu itu aku cukup trauma saat banyak pasang mata menatapku dan mempergunjingkan aku sebagai wanita murahan penggoda suami orang. Aku harap ke depannya tidak ada lagi yang akan mengungkit-ungkit masalah ini kembali." ungkap Tania lega sembari bersandar di bahu suaminya. Mereka akhirnya bisa beristirahat setelah Baby Al akhirnya tertidur.
Kendra memperhatikan penampilan Tania malam ini. Ia baru menyadari jika penampilan sang istri berbeda dari hari-hari biasanya. Perempuan itu memakai gaun tidur bertali kecil tanpa lengan dan terlihat lebih seksi jika dibandingkan biasanya yang kebanyakan memakai piyama panjang.
Sebuah senyuman terbit di kedua sudut bibirnya, "Sayang..Apa kau sudah selesai masa nifas? Aku sudah begitu merindukanmu. Hari ini sudah hari ke 45, bukankah seharusnya kamu sudah beres?" ucap pria itu sembari mengendus tengkuk leher istrinya yang terasa begitu wangi, putih mulus dan begitu halus. Ahhh..rasanya Kendra sudah tidak sabar untuk menerjangnya saja.
Tania terkekeh mendengarnya,
"Kenapa Aa bisa sampai hafal kaya gitu? Apa tiap hari selalu dihitung? Aku saja tidak tahu, yang penting kalau sudah bersih langsung bersuci dan siap jadi santapan buka puasa suami." Tania sudah mulai mengkode sekaligus menggoda suaminya.
__ADS_1
"Berarti sudah?" tegas Kendra bersemangat seraya ditanggapi dengan anggukan kecil dari Tania.
" Alhamdulillah Ya Alloh, akhirnya aku berbuka. Nikmat mana lagi yang kau dustakan."
Pria itu langsung mengeksekusi sang istri setelah membacakan doa tepat diubun-ubun istrinya. Menyalurkan dahaga yang sarat akan hasrat dan syahwat. Keduanya melalui malam ini dengan penuh kenikmatan panjang meski sesekali acara mereka terganggu oleh tangisan Baby Al yang terbangun lantaran pipis atau ingin menyusu.
Hal seperti itu sudah lumrah dalam menjalani sebuah keluarga kecil. Kendra bahkan ikut bergantian menimang putranya, mengganti pampers, pakaian demi agar istrinya tidak kecapekan. Mereka berusaha untuk merawat bayi kecil mereka sendiri agar selalu mendapat limpahan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
****
Acara syukuran aqiqah Baby Al tengah berlangsung. Bayi mungil itu kini terlihat lebih tembem dan semakin tampan sekaligus menggemaskan.
Tania dan Kendra mengundang keluarga mereka sebagai ajang silaturahmi dan mempererat persaudaraan. Keluarga Om Herman dari Surabaya pun sengaja diundang datang ke Jakarta untuk bersilaturahmi dengan keluarga suami Tania.
Netra Zayyan terus saja mencari sosok gadis yang sudah ia nanti-nanti sedari kemarin. Sejak Tania memberikan nomor Zahra, pemuda itu tak ingin buang waktu, ia ingin mengenal Zahra lebih dekat dan berniat memperistri Zahra.
Zahra belum menjawab, ia mengatakan bahwa Zayyan harus meminta izin terlebih dahulu kepada Bapaknya. Jika Bapaknya setuju, otomatis dirinyapun akan mengikuti pilihan Bapaknya.
Inipun sebenarnya berkat Tania juga, ia ikut mencomblangkan Zahra dengan Zayyan. Ia banyak menceritakan hal-hal baik tentang pemuda itu demi dapat membuat sepupunya tertarik.
"Apa yang membuatmu tertarik kepada putriku?" tanya pria setengah baya itu tegas.
"Sa ya sendiri tidak tahu. Hanya saja sejak pertama bertemu jantungku sudah berdegub tak karuan ketika melihatnya. Saya belum pernah pacaran, tetapi pernah memiliki perasaan dengan seseorang. Itupun cuma sekali, saya sudah ikhlas dia bahagia bersama pasangannya."
"EHERM"
Deheman Kendra berhasil mengalihkan atensi semua yang ada disana. Sebagai sesama lelaki, ia tahu Zayyan mencintai istrinya.
"Maaf tenggorokanku sedikit serak." ucap Kendra kikuk. Tidak enak juga ditatap sedemikian rupa oleh keluarga besar.
Kini semua kembali fokus pada Zayyan dan Om Herman.
"Apa kau tahu persyaratan yang ku minta jika ingin menjadi menantuku?" tanyanya menatap horor pada Zayyan.
Zayyan menelan ludahnya kasar, ah..inilah hal yang belum bisa ia penuhi. Ia seolah sudah gagal sebelum berperang. Namun, ia akan berjuang hingga titik darah penghabisan.
__ADS_1
"Maaf Om, masih dalam tahap belajar. Jujur sebenarnya saya masih awam, tetapi Alhamdulillah guru ngaji saya selalu mendukung sejak iqro dan sekarang mulai belajar membaca Al Qur'an. Untuk hafalan belum Om, tapi insyaAlloh selalu belajar dan belajar. Maaf, mungkin saya masih jauh dari kata imam yang baik, tapi akan terus belajar menjadi lebih baik." jawaban yang jadi penentu masa depan Zayyan selanjutnya meski ia mulai berkecil hati.
"Masih jauh dari kata layak."
DEG..
Zayyan sudah menduga akan hal ini, pria itu tersenyum kecut, setidaknya dia sudah berjuang.
"Iya. Nggak pa pa Om. Saya mengerti." jawabnya tertunduk lesu.
"Tapi kalian masih bisa sama-sama belajar kelak. Selayaknya pasangan, bukan hanya selalu mencari yang sempurna, tetapi harus bisa saling melengkapi satu sama lain." petuah Om Herman.
Zayyan terkesiap mendengarnya, ia berusaha meresapi makna kalimat yang baru saja dilontarkan oleh Pak Herman barusan. Netranya berbinar saat menyadari makna ucapan Pak Herman, iapun langsung mengangkat wajahnya kembali penuh semangat.
"Maaf Om. Apa maksud Om tadi, Om merestui jika saya melamar putri Om?" tanyanya memastikan.
"Hmmm...Keputusan ada ditangan Zahra. Dia yang lebih berhak menentukan pilihan. Bagaimana Nak? Apa kau bersedia menerima lamaran Zayyan?"
Semua mata kini tertuju pada seorang gadis berhijab dengan wajah yang nampak merona karena malu. Lama tak ada jawaban, gadis itu masih menimbang apa yang menjadi pilihannya.
Zayyan menunggu keputusannya dengan hati yang susah jedag jedug tak menentu.
"Karena Bapak sudah memberi restu, maka saya insyaAlloh ikhlas menerima pinangan Kak Zayyan. "
Binar-binar kebahagiaan sekaligus kelegaan menguar dari wajah Zayyan dan seluruh kerabat yang ada.
"Alhamdulillah, Mama Papa akhirnya anakmu sold out juga!" pria itu begitu senang seakan habis menang undian.
Tania dan Kendrapun ikut berbahagia, berkah acara ini alhamdulillah membawa kebahagiaan bagi orang lain.
TAMAT..
NB :
Alhamdulillah ..makasih buat para pembaca yang setia mengikuti karya author gadungan ini. Maaf terpaksa ceritanya di end sebab menjelang lebaran author tidak fokus menulis dan sibuk dengan aktifitas nyata. Author ingin rehat sejenak, insyaAlloh setelah lebaran kemungkinan baru mulai berkarya kembali.
__ADS_1
Semoga cerita ini mampu menghibur para pembaca sekalian. Mohon maaf jika ada tutur kata dan penulisan kata yang tidak berkenan lantaran karya ini masih jauh dari kata sempurna. Makasih dukungannya😍🤗