
FLASH BACK ON
Zayyan kembali melakukan tugas utamanya mencari keberadaan Tania setelah beberapa urusan kantor berhasil ia handle.
Butuh waktu cukup lama untuk mengembalikan stabilitas perusahaan seperti sedia kala. Keadaan perusahaan cukup carut marut ditambah beberapa penanam saham berniat untuk mencabut investasi mereka akibat berita miring yang beredar. Kendra memintanya untuk membantu mengurus perusahaan sementara pria itu sedang fokus untuk penyembuhan Zaskia pasca operasi.
Pemuda itu berusaha mengambil kembali kepercayaan para investor agar tetap bertahan dan berjanji akan meluruskan berita yang sepenuhnya tidak benar. Untung saja mereka sudah cukup lama bekerjasama dengan Kendra, mereka memberi waktu selama tiga bulan bagi Kendra untuk memulihkan nama baiknya.
Setelah keadaan kantor mulai stabil, Zayyan diminta kembali untuk mencari keberadaan Tania. Pria itu mulai mengorek informasi tentang orang tua dan saudara-saudara Tania. Ia yakin pasti ada tempat yang sengaja dituju oleh Tania, rasanya tidak mungkin jika perempuan itu datang ke Surabaya bersama keluarganya tanpa tujuan yang jelas.
Dari informasi yang ia peroleh, ternyata ayah Tania asli orang cianjur. Dari sana ia tahu jika ayah Tania memiliki seorang adik laki-laki yang menikah dengan orang Surabaya.
Zayyan tak ingin buang waktu, iapun segera menyusul ke kota pahlawan dan mencari alamat Om Tania berada. Pucuk dicinta ulampun tiba, akhirnya pencarian kali ini berhasil. Saat ia turun dari mobil dan berniat menanyakan keberadaan Tania, ternyata perempuan itu sedang akan keluar dengan penampilan yang berbeda kini.
FLASHBACK OFF
Zayyan sudah berusaha untuk membujuk Tania agar bersedia ikut kembali ke Jakarta. Akan tetapi, perempuan itu bersikukuh ingin tetap berada disana hingga dirinya benar-benar siap menemui Kendra.
__ADS_1
Zayyan membuang nafas kasar, ia terpaksa menuruti keinginan Tania untuk tidak membocorkan keberadaannya pada Kendra.
"Baiklah. Jika kau berubah pikiran, hubungi saja aku. Aku akan menjemputmu kembali." tuturnya sebelum berpamitan pergi.
"Terima kasih atas pengertiannya. Tania harap seiring berjalannya waktu, A Kendra bisa menentukan pilihan hatinya. Dan jika memang A Kendra lebih mantap mencintai Kak Zaskia, Tania harap A Kendra bersedia melepaskanku." putus Tania. Menjadi seorang madu ternyata tak semudah yang dibayangkannya, tetap saja ia terluka melihat Zaskia mengukuhkan Kendra sebagai suaminya didepan umum.
"Tania, untuk masalah itu sepertinya kau salah paham. Tuan Kendra bahkan tidak tahu jika Nona Zaskia akan hadir disana. Sedari awal ia memang berniat mengenalkanmu didepan koleganya." Zayyan berusaha meluruskan kembali.
Tania tersenyum datar, " Bagiku sama saja. Tetap saja akan ada hati yang terluka diantara kami. Sudah Kak jangan diteruskan lagi. Aku ingin fokus dengan kelahiranku dan mulai menata masa depan. Lelah rasanya selalu disepelekan dan tak pernah dianggap hanya karena status kita." tegas Tania tak ingin memperpanjang perdebatan.
Zayyanpun akhirnya benar-benar beranjak, tetapi dering ponselnya menahan langkah pria itu keluar dari kediaman saudara Tania.
Mendengar nama suaminya, hati Tania kembali berdesir. Perempuan itu hanya mengangguk dan kembali duduk di tempatnya, jujur iapun rindu akan suara sang suami. Untung saja Zayyan pengertian, ia meloudspeaker panggilan dari sang atasan.
"Zayyan? Bagaimana? Apa kau sudah menemukan keberadaan istriku disana?" terdengar suara Kendra yang begitu bersemangat ingin mendengar kabar baik dari Zayyan.
Pemuda itu melirik Tania, perempuan itu menggelengkan kepala sebagai kode.
__ADS_1
"Maaf Tuan. Pencarianku hari ini tidak membuahkan hasil, ternyata rumah saudara Tania sudah kosong, mereka pindah katanya. Namun, tetangga tidak ada yang tahu mereka pindah kemana." jawab Zayyan terpaksa berbohong.
Terdengar nafas berat dari seberang telepon. Kendra agaknya kecewa dengan apa yang baru saja Zayyan sampaikan. Hati Tania justru menghangat, ia rasa Kendra memang merindukannya.
"Baiklah,tidak apa-apa. Kau sudah berusaha dengan baik." Kendra berusaha berbesar hati.
"Padahal semalam aku bermimpi menggendong bayi mungil yang sangat tampan dan aku mengadzaninya tepat saat dirinya baru lahir. Aku takut istriku akan segera melahirkan dan saat ini aku tidak berada disisinya. Sungguh aku ini ayah dan suami yang tidak baik." suara Kendra terdengar berat mencerminkan kesedihan yang ia rasakan.
Zayyan melirik Tania yang nampak biasa-biasa saja mendengar kesedihan sang suami. Padahal sebenarnya jangan ditanya, ia pura-pura cuek diluar tapi sebenarnya galau di dalam.
"Tuan yang sabar, mungkin ini ujian dalam rumah tangga anda. Oh ya, bagaimana perkembangan Nona Zaskia pasca operasi? Apa sudah ada kemajuan? Maaf saya tidak sempat menengoknya." Memang Zayyan sibuk mengurus kantor, sesekali ke rumah sakitpun hanya untuk memberikan laporan perusahaan saja. Jujur diapun sedikit ilfeel dengan Zaskia terlepas dari rasa kasihan akan penyakit yang dideritanya.
"Akupun tak tahu harus bagaimana lagi. Sekarang kami hanya bisa pasrah, kondisi Zaskia semakin menurun. Semalam orang tuaku mengadakan pengajian yasin dirumah. Berharap Zaskia diberi kesembuhan dan diangkat segala beban sakit yang dideritanya." ungkap Kendra lemah.
DEG..
Jantung Tania seakan berhenti memompa sesaat.
__ADS_1
" Apa kondisi Kak Tania benar-benar parah saat ini? Astagfirulloh..disaat suamiku sedang tertimpa kesusahan diriku justru menambah beban pikirannya."
Bersambung..