
Setelah dari Cafe, Kendra dan Zaskia memutuskan untuk pulang ke kediaman mereka. Kendra terkejut begitu melihat mobil orang tuanya telah terparkir digarasi. Biasanya Pak Bayu dan Bu Santi pasti akan memberitahu terlebih dahulu jika mereka akan datang ke Jakarta.
Zaskia menyunggingkan senyumnya, dalam hati ia lega melihat mertuanya datang setelah mendapat pesan darinya. Dirinya berharap mendapatkan dukungan dari mereka dan meminta Kendra untuk menceraikan Tania.
Kedatangan pasangan itu disambut dengan wajah kesal kedua orang tua Kendra. Mereka sepertinya telah lama menunggu kedatangan Kendra.
"Mama, Papa tumben datang nggak bilang-bilang? Apa ada hal penting sampai-sampai kalian datang mendadak begini?" tanya Kendra setelah menyalami kedua orang tuanya.
Pak Bayu tak menjawab pertanyaan Kendra, lelaki itu hanya menghunuskan tatapan tajam pada putranya. Beliau berdiri dan mengajak semuanya untuk berbicara diruang keluarga.
Para pelayan juga ikut penasaran dengan apa yang akan terjadi, melihat wajah tegang para majikannya.
"Pak Bayu sepertinya sedang marah, mbak Marni. Ada apa ya? Padahal Bapak kan orangnya nggak gampang emosian." gumam Bi Sumi memperhatikan para majikannya yang baru saja lewat.
" Iya. Wajahnya pada tegang gitu. Aku khawatir bakal ada perang dunia dirumah ini." sahut Bi Marni.
Tania yang sedari tadi sibuk mencuci piring hanya mampu mendengarkan tanpa mau merespon obrolan kedua seniornya.
Namun, perasaannya tak enak saat membukakan pintu untuk kedua orang tua Kendra tadi. Wajah mereka nampak tak bersahabat dan cenderung sinis kepadanya.
"Semoga tadi hanya perasaanku saja." batin Tania gelisah.
***
Suasana di ruang keluarga semakin tegang saat ini, semua terdiam dan bergelut pada pemikiran masing-masing. Hingga akhirnya Pak Bayu mulai membuka suaranya.
"Kendra? Sini kamu!" pinta Pak Bayu menatap tajam pada putra semata wayangnya.
Meskipun sedikit gentar, Kendrapun mendekat dan berdiri di hadapan sang papa.
PLAAKK..
__ADS_1
Semua mata terperangah menyaksikan Pak Bayu menampar putranya. Bu Santi segera menahan lengan sang suami untuk tidak berbuat diluar kendali lagi.
Kendra memegangi pipinya yang masih terasa panas. Ia semakin bingung dengan sikap Papanya yang mendadak tempramen tanpa ada angin, tanpa ada hujan.
"Sebenarnya ada apa, Pa? Kenapa Papa tiba-tiba marah padaku? Memang aku salah apa, Pa?" tanyanya berusaha menahan rasa kesal.
Pak Bayu mulai meluapkan emosinya, "Masih tanya salah kamu apa? Papa benar-benar kecewa sama kamu. Bisa-bisanya kamu menikah lagi tanpa sepengetahuan kami. Kalian semua keterlaluan!" geram Pak Bayu.
Kendra tertegun mendengarnya, bagaimana bisa orang tuanya tahu mengenai hal itu? Tatapannya kini beralih pada Zaskia yang nampak menunduk tanpa berani membalas tatapannya. Ia yakin sepertinya Zaskia telah menceritakan semua pada kedua orang tuanya.
"Maaf, Pa. Aku memang bodoh. Saat itu aku terlalu mengikuti keinginan Zaskia yang memintaku menyewa seorang wanita untuk mengandung benihku. Zaskia sebenarnya belum ingin hamil dan masih ingin menggapai keinginannya menjadi penyanyi go internasional." jelas Kendra tanpa berani mengangkat kepalanya, ia sadar sebagai pria dirinya kurang tegas terhadap sang istri.
Mendengar pernyataan Kendra, Zaskia langsung menimpali. "Ini semua memang salah Kia, Pa. Kia yang menyuruh mas Kendra menikah lagi. Kia masih terlalu terobsesi menjadi diva internasional. Tapi setelah aku pergi beberapa bulan untuk menggapai cita-citaku, disitulah aku baru sadar jika semua tak berarti tanpa kehadiran suamiku. Zaskia menyesal, Pa. Zaskia ingin memperbaiki semuanya, Zaskia siap menjadi ibu untuk anak-anak mas Kendra." ungkap Zaskia berlinang airmata.
Pak Bayu sampai geleng-geleng kepala menyadari kegilaan anak dan menantunya. Ia kembali mengintrograsi keduanya.
"Lalu siapa wanita itu? Apa benar dia putri Bi Minah?" tanya Pak Bayu memastikan. Zaskia memang sudah memberitahu melalui panggilan telepon, tetapi ia ingin mendengar langsung dari mulut putranya.
Kendra mengangguk pelan, "Iya,Pa. Aku sudah menikahi Tania, putri Bi Minah. Dan sekarang, Tania sedang hamil anakku." jawab Kendra apa adanya.
Kendrapun segera mencari keberadaan Tania yang ternyata masih berada di dapur. "Sayang, Papa ingin bicara denganmu."
Kata " Sayang " yang baru saja Kendra ucapkan nyatanya mampu membuat kedua pelayan yang lain membulatkan mata dengan sempurna. Bi Sumi mengira jika telinganya salah dengar.
"Tuan tadi bilang apa barusan? Masak Bibi kira Tuan manggil Tania pakai sayang-sayang segala." tanyanya sembari terkekeh geli. Namun, detik berikutnya Bi Marni langsung menoel lengannya agar mulut Bi Sumi tak sembarangan bicara.
Tawa Bi Sumi berangsur surut kala menyadari Kendra bersikap acuh dan langsung merangkul Tania untuk membawanya ke ruang keluarga.
Bi Sumi langsung menatap rekannya," Mbak? Itu Tuan tangannya.." ia masih takut mengambil kesimpulan.
"Heum..Makanya punya mulut dijaga biar kalo ngomong bisa disaring dikit." gerutu Bi Marni sembari melanjutkan pekerjaannya .
__ADS_1
" Jadi bener Bi? Tania sama Tuan?" tanya Bi Sumi serius kali ini.
"Kayaknya ini yang bakal jadi perang dunia di rumah ini." gumam Bi Marni. Beliau masih berasumsi jika Tania dan Kendra memiliki hubungan gelap dan saat ini mereka telah ketahuan belangnya.
***
Rasa takut, gugup sekaligus cemas meliputi Tania saat ini. Kendra menggenggam erat jemari sang istri untuk menguatkan.
"Jangan takut. Kita hadapi ini bersama-sama." ucap Kendra menenangkan. Kedua sejoli itu memasuki ruang keluarga sembari bergandengan tangan.
"Selamat malam, Tuan Besar, Nyonya, Nona." sapanya tanpa ada satupun yang menanggapi. Lain halnya dengan Zaskia yang tengah terbakar cemburu melihat kedekatan keduanya.
Tania tersenyum getir, nyalinya seolah menciut menyadari kedua orang tua Kendra yang sepertinya tidak menyukai kehadirannya.
"Baguslah kau sudah disini. Sekarang jelaskan alasanmu mau menikah dengan putraku yang telah beristri!" tanya Pak Bayu dengan tatapan dingin dan datar tanpa ekspresi. Membuat Tania seakan sedang dikuliti saat ini.
Kendra semakin mengeratkan genggamannya, berharap mampu menyalurkan kekuatan untuk istri kecilnya.
"Saya sangat mencintai Tuan Kendra sekarang." jawab Tania mantap. Iapun mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi hingga menyebabkan dirinya terpaksa menikah dengan Kendra.
Pak Bayu dan Bu Santi saling bersitatap mendengar jawaban Tania. Kini Bu Santi menatap kesal pada putranya.
"Kamu itu gimana sih,Ken. Menikahi anak gadis tanpa meminta izin pada yang punya. Pokoknya kamu harus minta restu sama Bi Minah sekeluarga. Bagaimanapun beliau yang telah melahirkan dan merawat Tania hingga remaja seperti sekarang." ia menunjuk menantu keduanya yang masih nampak imut seperti bocah.
Senyum Kendra mengembang dengan sempurna, " Jadi Mama sama Papa merestui hubungan kami? Makasih Ma, Pa." ungkap Kendra tersenyum lega.
Tentu saja Pak Bayu dan Bu Santi menyetujui hubungan Tania dan Kendra, apalagi ada calon cucu mereka dalam perut Tania. Mereka bahkan sangat senang selama perjalanan dari Bandung ke Jakarta karena tak sabar untuk memastikan kebenarannya.
Zaskia menatap jengah pada keempat orang yang malah asyik bercengkrama dihadapannya. Mereka sama sekali tidak memikirkan perasaannya yang sedang bergemuruh saat ini.
"Kalian semua keterlaluan!" teriak Zaskia berlari menuju kamarnya di lantai atas. Hatinya kembali sakit, posisi Tania justru semakin diperkuat oleh kedua orang tua Kendra.
__ADS_1
Bersambung..
Maaf telat up bestie, author benar-benar sibuk di dunia nyata. Kadang otakpun ikut blank jika sedang lelah seperti sekarang. Makasih buat semua yang masih terus mendukung maaf belum sempat balas satu persatu. Love u all😍