
Netra Tania memerah seketika, dari awal perasaannya sudah tidak enak melihat tulisan awal video itu. Nyatanya memang benar, video itu berisi tentang kedekatannya bersama Kendra bahkan foto pada akun medsosnya yang sama sekali tidak ia duga akan dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Jelas alur ceritanya tak sama, disitu seolah menggambarkan dirinya yang seakan merebut dan menggoda Kendra dengan dibumbui beberapa foto Zaskia yang tengah menangis dan berada di rumah sakit. Semua orang akhirnya memiliki persepsi jika dialah wanita penggoda hingga membuat Zaskia menderita.
" Astagfirulloh hal adzim..Kenapa ada fitnah sekejam ini."
Airmata yang sedari tadi Tania tahan akhirnya tak terbendung juga, harga dirinya benar-benar direndahkan. Bahkan orang-orang yang berada disekitarnyapun mulai mencibir.
"Oh..ini pelakornya. Masih kecil udah liar ya..Liat perutnya aja udah mlendung. Dasar j***ng!"
Bisik-bisik para tamu sudah jelas terdengar di telinga Tania, rasanya begitu ngilu direlung hati. Perempuan itu menutup kedua telinganya dan berusaha lari dari gedung tersebut. Sementara Zayyan yang berada tak jauh dari Tania langsung mengejar perempuan itu karena khawatir.
Kendra juga sangat syok menyaksikan video yang terpampang dihadapannya. Tangannya mengepal erat memendam amarah yang bergemuruh di dalam dada. Ia mengutuk siapapun orang yang telah berani menghancurkan acara sekaligus membongkar aib rumah tangganya.
Pria itu menatap tajam pada Zaskia. Wanita tersebut langsung menggeleng lemah dengan airmata yang sudah beranak pinak membasahi wajahnya. Sungguh, Zaskiapun tidak tahu menahu mengenai hal ini.
Netra Kendra terkesiap begitu melihat Tania menangis dan menerobos kerumunan orang-orang. Pasti Tania begitu malu sekaligus terluka menyaksikan video tersebut.
Kendra berniat mengejar Tania, tetapi tanpa sengaja netranya menangkap sosok seseorang yang sebenarnya tak pernah ia undang. Netra mereka akhirnya bertemu. Keduanya saling menghunus tatapan tajam sesaat sebelum Dafa akhirnya menghilang entah kemana.
"Breng**k! Mau kemana kau? Aku tidak akan pernah melepaskanmu! "
__ADS_1
Kendra berlari menerjang keruman orang-orang. Pria itu tidak peduli dengan pandangan para rekan bisnisnya sekarang. Reputasinya sudah hancur, satu-satunya tujuannya adalah menangkap sahabat yang telah menusuknya dari belakang. Sudah jelas, pasti pelakunya adalah Dafa, lelaki itu sepertinya ingin membalas dendam padanya.
Zaskia tak tahu harus berbuat apa, ia khawatir Kendra akan menyalahkannya kali ini. Wanita itu kembali menatap layar proyektor, Zaskia ternganga menyaksikan diakhir video terdapat adegan ranjang antara dirinya dan juga Dafa saat dirinya mabuk waktu itu. Semua adegan disamarkan disana terkecuali wajah Zaskia.
Semua mata menatap jijik ke arahnya. Mereka tak menyangka seorang diva yang seharusnya menjadi contoh justru berperilaku seperti ja**ng.
Tubuh Zaskia terhuyung seketika, batinnya sungguh tak mampu menghadapi semua ini. Wanita itu jatuh tak sadarkan diri ditempat tersebut.
"Kia! Kia! Bangun Kia!"
Hesti mengguncang tubuh Zaskia, ia semakin takut melihat wajah Zaskia yang nampak pucat. Wanita itu meminta tolong kepada beberapa orang disana untuk membantu membawa sahabatnya ke rumah sakit.
***
"Hei, baji**an. Jangan jadi pengecut yang hanya mampu bersembunyi. Keluar hadapi aku! Kita tuntaskan masalah ini sekarang juga!" pekik Kendra mencoba memancing Dafa agar keluar dari persembunyiannya.
Kendra tahu Dafa selalu spontan dalam mengambil tindakan, bahkan untuk sesuatu hal diluar nalar. Dia terkenal cukup pemberani dan sangat menyukai tantangan.
Benar saja, pria itu keluar dari balik tembok parkiran basement dan berjalan ke arah Kendra.
"Aku tak menyangka kau bisa berbuat sepicik ini. Jika kau dendam padaku, seharusnya kau lampiaskan semuanya padaku. Jangan membawa-bawa orang lain dalam masalah ini. Apa kau puas sekarang,hah! " pekik Kendra dari kejauhan.
__ADS_1
Dafa menyunggingkan senyum ke salah satu sudut bibirnya.
"Yah, aku puas! Sekarang kaupun merasakan apa yang aku rasakan bukan? Hatiku sakit! Tega-teganya kau membunuh darah dagingku disaat dialah satu-satunya harapan yang akan jadi penerang hidupku! " sentak pria itu berliput amarah.
Kendra tertawa sinis,
"Dasar bodoh! Kau menuduh tanpa ada bukti yang nyata. Dari mana kau bisa menyimpulkan hal semacam itu, hah? Janin yang ada di kandungan Zaskia tidak berkembang dengan sempurna, kau tahu itu artinya apa? Janin itu lambat launpun akan meninggal dengan sendirinya akibat kemo yang dijalani Zaskia."
"Kau bohong! Kau pasti sengaja ingin membunuhnya karena istrimu hamil anakku. Zaskia juga menolak kehadiran bayi itu! Kalian berdua sama-sama brengs**k!"
Dafa sama sekali tak bisa menerima kenyataan, ia langsung menyerang Kendra berbalut amarah.
Kendrapun tak ayal membalasnya, sahabatnya benar-benar keterlaluan. Dafa begitu tega menghancurkan hidupnya. Pria itu melayangkan pukulan bertubi-tubi tanpa henti hingga membuat Dafa terkapar tak berdaya.
" Aku sudah tak peduli apapun! Kau benar-benar menguji kesabaranku!" Kendra hendak melayangkan pukulan kembali jika saja Hesti tidak mencegahnya.
" Ken. Hentikan dulu, Ken. Kia, Kia pingsan. Wajahnya pucat sekali, aku takut terjadi apa-apa padanya. Kita harus segera membawanya ke rumah sakit." ungkap Hesti dilanda cemas.
Kendra bergeming, iapun khawatir pada Zaskia. Pria itu melepaskan cekalannya.
" Ingat, urusan kita belum beres. Aku pastikan kau akan mendekam di penjara setelah ini."
__ADS_1
Bersambung..