
"Nona, maaf saya tidak bermaksud." Tania berniat membantu Zaskia untuk bangun. Akan tetapi, Zaskia menampik tangan Tania sehingga gadis itu mengurungkan niatnya.
"Aku tidak butuh bantuanmu! Kau tidak perlu berpura-pura baik untuk menutupi kebusukanmu!" bentak Zaskia emosi.
Wanita itu memegangi kepalanya yang terasa pusing sembari mencoba untuk berdiri. Sejujurnya badan Zaskia terasa lemah, tetapi ia gengsi harus meminta bantuan pada Tania.
Tania hanya bisa memperhatikan tanpa berani membantunya. Ia terkejut menyadari hidung Zaskia mengeluarkan darah. Ia segera mengambil tissue diatas nakas dan memberikannya pada Zaskia.
"Nona, hidung anda mimisan. Kali ini biarkan saya membantu." ungkapnya bersungguh-sungguh.
Kali ini tidak ada perlawanan dari Zaskia, wanita itu membiarkan Tania memapahnya ke ranjang
lalu membersihkan darah dihidungnya.
Ia menangkap ketulusan Tania terhadapnya, terbersit rasa bersalah dalam dirinya lantaran telah berlaku kasar pada gadis itu. Sepertinya api cemburu telah membakar hingga membutakan hati nuraninya.
"Kau boleh keluar sekarang." ucap Zaskia lirih.
"Tapi Nona? Wajah anda pucat, sepertinya anda sedang sakit. Apa perlu saya minta Tuan untuk menghubungi dokter?" raut kecemasan meliputi gadis tersebut.
Zaskia menyeringai menanggapi ucapan Tania, wanita itu menatapnya dengan pandangan berliput kesedihan.
"Sakit? Sakit itu adalah ketika orang yang kucintai seakan tak menganggap diriku ini ada. Sakit itu adalah ketika orang yang kucintai menyebut nama wanita lain dengan mata yang berbinar penuh damba. Sakit itu adalah ketika menyaksikan orang yang kucintai bercinta dengan wanita lain dihadapanku. Sakit itu disini..." Zaskia menunjuk-nunjuk dadanya dengan berlinang airmata.
Tania begitu iba melihat wanita yang ada dihadapannya. Keadaan Zaskia kini jauh berbeda dari yang dulu ia lihat. Dulu Zaskia terlihat begitu ceria, lembut dan penyayang. Akan tetapi, sekarang wanita itu nampak menyedihkan. Tania sadar jika hati Zaskia terluka dalam dan secara tidak langsung mungkin itu karena dirinya.
__ADS_1
"Maafkan saya, Nona." Hanya kalimat itu yang mampu keluar dari mulutnya. Tania menunduk, airmatanyapun ikut berlinang menyaksikan keadaan Zaskia sekarang.
"Apa kau benar-benar mencintai suamiku?"
Pertanyaan Zaskia membuatnya terkesiap menatap pada kedua manik mata Zaskia yang masih berkaca-kaca.
"Bagaimana jika kau berada diposisiku? Bagaimana seandainya kau melihat Kendra bermesraan denganku di depan matamu?" Zaskia kembali mencecarnya.
Tangis Tania pecah seketika, ia berucap tanpa berani mengangkat pandangannya.
"Saya benar-benar mencintai Tuan Kendra, Nona. Dia adalah pria pertama yang membuat hatiku berdebar-debar ketika berhadapan dengannya. Dia yang mengajariku banyak hal dan membuatku bisa merasakan indahnya kehidupan." jawab Tania jujur.
"Jika anda bertanya cemburu? Tentu saja saya cemburu, tetapi saya sadar akan posisiku. Aku yang hadir ditengah-tengah kalian walaupun awalnya karena sebuah keterpaksaan. Mungkin saya sudah ditakdirkan untuk bisa mengalah dan menerima keadaan. Dulu, saya sering tidak makan demi adik-adikku bisa makan semuanya. Padahal setiap malam aku sulit tidur lantaran perutku yang keroncongan. Tidak apa, saya terima demi ketenangan adik-adik saya. Namun, untuk kali ini bolehkah saya sedikit egois? Janin ini butuh ayah dan saya akan bertahan disisi Tuan Kendra demi calon anak saya. Saya mohon, Nona berkenan berbagi kasih sayang Tuan dengan saya." pintanya pada Zaskia.
"Aku tidak bisa. Kendra hanya milikku dulu, sekarang dan sampai kapanpun. Sekarang kau pergilah dari sini, aku rasa sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi." usir Zaskia mengalihkan pandangannya.
Tania mengerti, pasti sulit bagi Zaskia menerima semua ini. Iapun pamit undur diri dari kamar majikannya.
***
Tania keluar dari kamar Zaskia, gadis itu segera menghapus airmatanya agar tidak ada seorangpun yang curiga kepadanya. Rasa panas dan nyeri akibat tamparan Zaskiapun seakan meluap saat dirinya melihat kesedihan yang dirasakan oleh Zaskia. Ia rasa itu tak sebanding dengan sakit yang dirasakan wanita itu.
Tania menuruni tangga, ia bergegas kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.
" Tidak apa. Aku harus kuat menghadapi semua ini." tekad Tania sembari membuang kasar nafasnya.
__ADS_1
Bi Marni dan Bi Sumi kebetulan masih berada di dapur, apalagi Bi Sumi sedari tadi kepo untuk apa Tania dipanggil oleh majikan mereka. Wajahnya sumringah melihat kedatangan Tania.
"Eh Tania? Ada apa? Kenapa Non Zaskia manggil kamu? Itu, pipi kamu kenapa bisa ada bekas jarinya gitu?" Netra Bi Sumi terbelalak menyaksikan gambar tangan di wajah putih Tania.
Ekor mata Bi Marni ikut melihat apa yang baru saja ditunjuk Bi Sumi. Bi Marni tentu sadar jika itu merupakan bekas tamparan Zaskia. Ia merasa iba pada gadis itu. Inilah yang dia takutkan, saat hubungan gelap Tania dan Kendra akhirnya terbongkar. Meskipun iba, wanita itu memilih diam sebelum Tania sendiri yang bercerita padanya.
Tania gelagapan mendengar pertanyaan Bi Sumi barusan. Ia bahkan tidak sadar jika tamparan itu sampai membekas di pipinya.
"Eh..Tadi Nona hanya ingin menanyakan kabar ibuku sekarang. Dan ini, tadi ada nyamuk gigit pipiku Bi. Saking keselnya, aku pukul aja yang kenceng biar kapok. Nggak tahunya nyamuk pergi, pipiku yang nyeri." kilahnya sambil menyengir kuda.
"Astaga Eneng ada-ada saja. Baru kali ini Bibi lihat ada orang mukul nyamuk sampai kayak gitu. Kayaknya neng Tania ada turunan Samson kali ya." goda Bi Sumi.
" Iya kali, Bi. Siapa tahu nenek buyutku ada yang jadi simpenannya Bang Samson dahulu kala. Huha..Huha.." jawab Tania sambil tertawa dan memperagakan gaya berjalan seperti seorang raksasa.
Bi Sumi dan Bi Marni ikut tertawa melihatnya. Bi Marni tak menyangka, Tania bisa menutupi kesedihannya dengan senyum yang tetap terukir di wajahnya.
***
Zaskia masih termenung di kamarnya, otaknya berfikir keras bagaimana caranya merebut hati Kendra kembali.
Zaskia rasa sepertinya ia perlu meminta bantuan ayah dan ibu mertuanya. Mereka semua berasal dari keluarga yang berada, ia tidak yakin orang tua Kendra akan terima jika anaknya menikah kembali dengan anak salah seorang pelayan di rumahnya.
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate n vote seikhlasnya buat karya terbaruku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya🤗
__ADS_1