Jadi Simpanan Majikanku

Jadi Simpanan Majikanku
BAB 36


__ADS_3

Kendra melajukan mobil keluar dari tempat hiburan, lelaki itu nampak menghubungi seseorang sesaat kemudian ia kembali fokus untuk menyetir. Sebuah senyuman tersungging di wajah Kendra, entah apa yang ada dalam pikiran lelaki itu saat ini.


Tania hanya berani melirik sekilas tanpa banyak bertanya pada suami sirinya. Sejujurnya ia masih malu mengingat apa yang ia lakukan bersama Kendra tadi di dalam mobil.


" Ayo turun. " ajak Kendra setelah menghentikan laju mobilnya didepan lobi hotel.


Tania mendongak sesaat memperhatikan gedung mewah yang menjulang tinggi dihadapannya. Keningnya berkerut kala menyadari jika Kendra tak mengajaknya pulang ke kediamannya. Lelaki itupun kembali memakai masker dan topinya.


" Tuan? Kenapa kita kesini? Bukankah tadi anda bilang kita akan pulang? Dan tempat ini? " entah mengapa Tania merasa pernah datang ke tempat ini meskipun ia lupa kapan itu terjadi.


" Nanti kau akan tahu. Sekarang lebih baik kita turun terlebih dahulu. "


Kendra segera keluar terlebih dahulu kemudian membukakan pintu untuk sang istri.


" Silahkan turun, Tuan putri. "


Hati Tania kembali menghangat, iapun menerima uluran tangan dari sang suami, lalu keduanya masuk ke dalam hotel sembari bergandengan tangan.


Setelah berhasil check in dan memastikan pesanannya, iapun membawa Tania menuju kamar yang sudah dipesan sebelumnya.


Keduanya melangkah masuk, netra Tania berbinar-binar menyadari dimana mereka berada kini.


" Tuan? Bukankah ini tempat kita menikah waktu itu? " tanyanya seketika. Ia langsung ingat lantaran dekorasi kamar tersebut sama persis seperti waktu dulu ia dan Kendra menikah. Rasa haru menyelimuti hati Tania, berarti Kendra masih mengingat kejadian penting dalam hidupnya itu.


Kendra melepas topi dan maskernya kembali, lalu menuntun Tania menuju ranjang besar berukuran king size yang telah dihias dengan kelopak bunga mawar. Sama persis dengan waktu itu.


Ia mendudukkan Tania di tepi ranjang, lalu pria itu bersimpuh dihadapan sang istri. Netranya menatap penuh damba pada wanita yang ada dihadapannya.


" Tania Ayuningsih, maukah kau menjadi istri seutuhnya untuk suamimu? Menerimaku dengan segala kelebihan dan kekuranganku? "


Netra Tania berkaca-kaca. Tentu saja dia mau, apalagi dirinya kini menyadari bahwa hatinya telah terpaut pada majikannya. Akan tetapi, dirinya menyadari bahwa Kendra bukahlah miliknya seorang, dia hanya pemilik sementara lelaki itu.


" Biarlah, biarlah aku memainkan peranku. Biarkan aku memilikinya walau sesaat."


Taniapun mengangguk dengan netranya yang telah basah oleh air mata. Rasa haru sekaligus takut menyelimuti perasaannya saat ini. Haru akan sikap Kendra yang begitu lembut dan penyayang, sekaligus takut kehilangan pria itu setelah ia jatuh terlalu dalam.

__ADS_1


Kendra kembali berdiri, lelaki itu mengusap lembut wajah basah Tania.


" Apa kau yakin? Aku tidak mau kau melakukan semua ini karena terpaksa. " Kendra berusaha meyakinkan.


" Tidak, Tuan. Aku..aku siap menjadi istri anda seutuhnya, memberikan jiwa dan ragaku untuk anda seorang. Bolehkah aku meminta sesuatu pada anda? " jawab Tania diiringi anggukan kepala oleh Kendra.


" Tolong katakan jika anda mencintaiku meskipun itu hanya sebuah kepalsuan. "


Tania sadar, Kendra sangat mencintai Zaskia. Dirinya tidak mungkin bisa menggantikan posisi Zaskia dihati Kendra. Akan tetapi, ia ingin sekali mendengar ungkapan cinta dari pria tersebut.


Kendra cukup merasa aneh dengan sikap Tania. Apa gadis itu berpikir jika dirinya tidak jatuh hati pada Tania? Meski hatinya juga masih mencintai istri pertamanya, Zaskia.


Kendra duduk disebelah Tania, menatap lekat kedua manik mata gadis yang telah berhasil mengambil celah dihatinya.


" Aku sangat mencintaimu, Tania. " ungkap pria itu penuh ketulusan.


" Terima kasih, Tuan. "


Kendra menangkup wajah Tania, mengecup setiap inci wajah istri kecilnya.


Tania tersipu mendengar pujian dari lelaki itu, ingin sekali ia menyembunyikan wajahnya yang bersemu didepan Kendra.


Tak ingin berlama-lama, Kendra menarik dagu Tania hingga wajah keduanya kini saling berhadapan. Keduanya kembali mereka ulang adegan yang baru saja terjadi di dalam mobil.


Keduanya larut dalam ciuman yang begitu dalam dan menuntut. Kendra sangat menikmati lembutnya bibir Tania, bagaimana lidah gadis kecil itu bermain dimulutnya. Ternyata ia berhasil juga membuat Tania jago bercumbu sekarang.


Kendra mendorong perlahan tubuh Tania hingga terbaring diatas ranjang. Membiarkan Tania larut dalam gairah kenikmatan yang ia ciptakan. Sedangkan tangannya bekerja melucuti pakaian istrinya. Ia begitu kagum pada tubuh istrinya yang mungil, kencang tapi berisi itu.


" Tuan, jangan tatap aku seperti itu. "


Tania berusaha mengambil apapun untuk menutupi tubuhnya yang polos, tetapi Kendra menahan tangan Tania hingga gadis itu tak mampu berbuat apa-apa.


" Kau tahu, tubuhmupun sangat cantik dan kencang. Lihatlah ukuran dadamu semakin menantang sekarang. " Kendra berusaha memuji padahal dirinya sudah tak tahan ingin menerjang sekarang.


" Ih..Tuan. Aku tidak mau. Kalau begitu matikan lampunya. Aku malu."

__ADS_1


Sebuah cubitan lolos begitu saja ke perut Kendra hingga membuat pria itu sedikit meringis karenanya. Ia lupa jika yang dihadapi adalah gadis tak berpengalaman, sudah melakukan tapi paksaan.


" Kenapa? Aku berkata jujur. " goda Kendra kembali. Ia bingung harusnya sudah tancap gas tapi malah banyak ngobrolnya.


Tentu saja Tania malu mendengar ucapan Kendra yang terasa tabu di telinganya. Ini kali pertama ia rela dilucuti seorang pria dan pria itu mengomentari tubuhnya.


" Pokoknya matikan dulu lampunya. Kalau tidak, kita batalkan anu-anunya. " sarkas Tania malu bercampur sebal.


" Anu-anu apa? Bahasa apa itu? " goda Kendra kembali sembali terkekeh lirih. Namun, diapun menurut lebih baik bisa anu-anu gelap-gelapan daripada tidak sama sekali.


Tek...


Lampu kamar telah dimatikan, hanya temaran lampu dari luar yang menjadi penerang dua orang yang telah dimabuk gairah itu.


Kendra tak ada puas-puasnya, ia menyapu seluruh tubuh Tania dari ujung kepala hingga ke paha Tania sembari meninggalkan begitu banyak jejak kepemilikan disana, kalau sampai kaki kan aneh jadinya kaya cacar air.


Tania mendesah, melenguh, meracau tak karuan merasakan sentuhan dari pria tersebut.


" Aahh..Ehhh..Eeummph..Tuan! "


Tubuh Tania bergelinjang hebat saat ujung dua aset miliknya disapu begitu lembut dengan ujung lidah Kendra, sedang tangan pria itu mencoba berselancar di lembah kenikmatan yang akan jadi jalan untuk senjata andalannya . Membuat seluruh tubuh Tania seakan tersengat listrik bertegangan tinggi.


Kendra menyeringai sesaat, meskipun tak terlihat dengan jelas, ia bisa merasakan Tania akan mencapai puncaknya sebentar lagi.


Kendra segera melepas satu persatu pakaian yang melekat dibadannya. Ia ingin merasakan lembut dan kencangnya milik Tania membelengu miliknya dalam lembah kenikmatan.


" Benar-benar luar biasa. "


Mungkin karena terlalu lama berpuasa, milik Tania membuat Kendra seakan menggila. Pria itu tak cukup melakukannya sekali saja, ia benar- benar menggempur Tania malam ini.


Tanpa terasa keduanya tertidur setelah melakukan penyatuan entah yang keseberapa kalinya. Kendra mendekap erat tubuh Tania, hatinya begitu damai, ia merasa sangat nyaman memeluk wanita itu.


Begitupun dengan Tania, meski miliknya sedikit perih tapi itu hanya sesaat dan berganti kenikmatan luar biasa. Ia ingin melepas segala beban di hatinya, biarlah malam ini jadi milik mereka berdua.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like, koment rate n vote seikhlasnya buat karya terbaruku ya. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya😍


__ADS_2