
Langkah Tania terhenti saat tiba didepan ruang rawat Zaskia. Ada rasa gugup yang mendera hati lantaran cukup lama ia pergi tanpa pamit suami.
"Ayo, Nak. Tidak apa-apa. Ibu akan menemanimu." Bu Minah seolah mengerti kegalauan putrinya.
Tania menurut, perlahan ia mendorong pintu kamar hingga terbuka sebagian.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Netra Kendra langsung menoleh kala mendengar suara yang sangat ia kenali. Pria itu langsung berdiri dari tempatnya dan menyambut kedatangan istri dan mertuanya.
Kendra berdiri tepat dihadapan Tania membuat Tania semakin gugup lantaran Kendra hanya memandang lekat kepadanya.
Perempuan itu kaget ketika Kendra tiba-tiba menarik tubuhnya dalam dekapan.
"Maafkan aku, tolong jangan pernah pergi lagi dariku. Saat itu aku tidak pernah bermaksud mengecewakanmu bahkan aku tidak peduli apa kata dunia jika mereka tahu aku beristri dua." ungkapnya sendu. Lelaki itu menangis dan mendekap erat istri kecilnya seolah tak ingin melepaskan.
Mendengar isak tangis sang suami membuat Taniapun tak kuasa menahan airmatanya. Ia dapat merasakan betapa tulus dan rapuhnya hati Kendra.
"Justru aku yang seharusnya minta maaf sama Aa. Tania egois karena tak mau mendengarkan penjelasan Aa dulu. Tania bukan istri yang baik buat Aa." perempuan itu semakin tersedu-sedu didera rasa bersalah yang menusuk hati.
Bu Minah yang menyaksikan keduanyapun berkali-kali menyeka airmata yang hampir lolos dari pelupuknya. Ia bisa melihat jika bekas majikannya benar-benar tulus menyayangi Tania. Keduanya saling mencintai, hanya saja terjadi kesalahpahaman yang menjadi bumbu rumah tangga.
__ADS_1
Kendra melonggarkan pelukannya dan kembali menatap lekat pada sang istri.
"Berjanjilah kau tidak akan main kabur-kaburan lagi. Kau tahu? aku sangat mencemaskanmu sekaligus merindukanmu gadis nakal." Kendra menghujani Tania dengan ciuman bertubi-tubi di wajahnya, seakan tak ingin ada yang terlewat bahkan iapun mengecup singkat bibir istrinya. Tania mencubit pinggang Kendra lantaran gemas.
"Aww..kenapa mencubitku?"
"Ada ibu, malu." bisik perempuan itu mengingatkan sang suami.
"Astagfirulloh..Ah ya maaf Bu. Aku sampai tidak menyadari kehadiran ibu disini." pria itu langsung menyalim takzim tangan mertuanya.
"Tidak apa-apa, Nak Kendra. Ibu senang akhirnya kalian bersatu kembali. Sebelumnya ibu cemas karena tiap pagi mata Tania bengkak seperti habis menangis setelah memutuskan pergi. Dia berpura-pura tegar padahal aslinya rindu sama suaminya." Bu Minah tersenyum mencoba mencairkan suasana.
Wajah Tania merona seketika, bisa-bisanya sang ibu malah membongkar kartunya di depan sang suami.
"Sudah-sudah. Sekarang kamu sudah disini, Aa seneng banget. Zaskia juga selalu menanyakan keberadaanmu. Dia masih tidur akibat pengaruh obat."
"Astagfirulloh..kenapa kak Kia jadi begini A?" bisiknya lirih. Tak tega rasanya melihat kondisi Zaskia saat ini. Begitupun Bu Minah, wanita itu trenyuh mendapati bekas majikannya menderita seperti itu.
"Kondisi Kia memburuk. Setelah operasi transplantasi sumsum yang dilakukan, justru tubuhnya menolak donor sumsum yang diberikan bahkan membentuk anti body yang justru menyerang sel darah merahnya. Akibatnya, imunnya semakin melemah, dokter sedang mengusahakan yang terbaik." terang Kendra lirih.
Tania terpaku ditempatnya, rasanya ia masih belum bisa percaya. Seorang Zaskia diva yang begitu cantik, energik, periang saat dipanggung dulu, kini tergolek tak berdaya dengan keadaan yang begitu miris. Jika Alloh berkehendak, manusia bisa apa? Mungkin ini ujian bagi Zaskia karena Alloh sedang ingin mengangkat derajatnya.
Tak berselang lama, Zaskiapun akhirnya terbangun. Seulas senyum tipis menghiasi wajahnya kala melihat kehadiran Tania disana.
__ADS_1
"Akhirnya kamu kembali." ucapnya lirih.
Taniapun balas tersenyum, sedikit dipaksakan sebab baru melihat Zaskia saja hatinya sudah trenyuh menahan iba.
"Kak Kia harus sembuh seperti dulu lagi." ucap perempuan itu kembali menangis.
"Aku sudah lelah, aku ingin beristirahat dengan tenang." Zaskia menjeda ucapannya untuk mengambil nafas.
"Tolong, titip mas Kendra. Sayangi dan cintai dia setulus hati. Dia pria yang sangat baik."
DEG..
Hati Tania menangkap firasat yang tidak baik. Ia berusaha menyingkirkan segala hal buruk dalam pikirannya.
"Kak Kia ngomong apa? Kita pasti bisa saling menghargai dan berbagi. Kita pasti bisa membina bahtera bersama A Kendra seperti yang telah disuratkan oleh Sang Maha Kuasa. Aku, aku pasti akan belajar ikhlas dan berlapang dada." Tania mencoba menyakinkan.
Seulas senyum kembali terbit di wajah Zaskia, kali ini ia menatap kepada sang suami.
"Mas, aku harap kamu selalu bahagia setelah ini. Jaga dan sayangi istrimu, aku tahu kamu mampu. A..aku pamit mas. Maaf aku tidak bisa menjadi istri yang baik." seketika nafas Zaskia tersengal-sengal hingga membuat semuanya menjadi panik.
"Kia! Kamu ngomong apa! Kamu pasti sembuh! Kia berjuanglah!" Hati Kendra semakin gelisah dan panik, ia mengguncang tubuh Zaskia yang melemah.
"Ma-af mas. A-ku harus pergi. Bu-ku diary to-long baca." Setelah mengucapkan hal itu Zaskia langsung tak sadarkan diri kembali.
__ADS_1
"Kia..Kia..Bangun Kia!"
Bersambung..