
Setelah bernego cukup alot, paginya Kendra dan Tania memutuskan untuk ke rumah sakit bersama-sama. Perempuan itu akhirnya mampu membujuk Kendra agar memaafkan kesalahan Zaskia.
Banyak hal yang menjadi pertimbangan Kendra, tetapi satu hal yang menjadi alasan utama yaitu dirinya tak ingin kondisi Zaskia semakin drop akibat kekesalannya yang berlarut-larut.
Mumpung hari ini dirinya libur jadi waktunya cukup banyak untuk membersamai keluarganya.
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Bi Marni dan Zaskia menjawab salam Tania secara kompak. Ekor mata Zaskia melirik barang kali seseorang yang begitu ia harapkan sudi menemuinya kembali.
"Pagi Kak Kia? Bagaimana kondisi kakak? Apa sekarang sudah jauh lebih baik?" sapa Tania memperhatikan. Dirinya cukup lega melihat netra Zaskia tidak sembab seperti kemarin.
"Alhamdulillah. Sudah lebih baik. Eum, apa kau kesini seorang diri?" tanya Zaskia penuh harap.
Tania mengulas senyumnya, pandangannya beralih ke arah pintu ruangan Zaskia. Dari sana, munculah seorang pria dengan buket bunga mawar berukuran cukup besar hingga menutupi wajah pria tersebut.
Netra Zaskia berbinar terang saat dirinya mengetahui pria dibalik buket bunga tersebut.
__ADS_1
"Mas Ken-dra?" dengan netra berkaca-kaca, ia seakan tak percaya suaminya mau menemui bahkan bersikap seromantis ini.
"Pagi Honey. Maafkan sikapku kemarin yang terlalu egois. Kau pasti terluka olehku." ungkap Kendra seraya memberikan buket bunga itu ke tangan Zaskia.
"Makasih, mas."
Wanita itu berhambur memeluk sang suami. Lega sekali rasanya dapat melihat bahkan memeluk Kendra seperti sekarang. Dia sudah ketakutan sekaligus gelisah jikalau Kendra tak mau menemuinya setelah kejadian kemarin.
"Aku berjanji setelah ini akan selalu jujur dan terbuka padamu dalam setiap hal. Tolong percaya padaku, mas. Hatiku ini sampai sekarang hanya menggumamkan satu nama yaitu namamu. Meskipun maaf, aku tak bisa menjaga raga ini seutuhnya milikmu. Maaf."
Rasa sesal yang mendalam meliputi perasaan Zaskia. Airmatanya turut berdesakan membasahi kedua pipi cantiknya kembali.
"Sudahlah. Anggap saja itu bagian masa lalu pahit yang harus bisa kita jadikan pembelajaran ke depannya. Kau tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan. Sekarang lebih baik kita fokus untuk kesembuhanmu."
Merasa perlu meluruskan semuanya agar tidak terjadi kesalah pahaman lagi, Zaskiapun menceritakan kejadian buruk yang menimpanya diluar negeri kepada Kendra. Bagaimana Zaskia telah dijebak dan dilecehkan oleh Dafa serta ancaman pria itu lewat video asusila saat lelaki itu menjamahnya. Untung saja Zaskia waktu itu bisa kabur dan merebut rekaman itu dengan bantuan Julia.
Kendra mulai menghubungkan cerita Tania dan curhatan Dafa waktu itu. Jika saja dia tahu wanita yang diceritakan Dafa adalah Zaskia, tentu ia akan membuat perhitungan dengan sahabatnya itu.
"Jadi benarkah Dafa tidak mengetahui jika kau adalah istriku?"
__ADS_1
"Sepertinya tidak Mas. Pertama kali dia tahu aku istrimu adalah ketika kita tanpa sengaja bertemu di restoran tempo lalu. Aku juga tak kalah terkejutnya, padahal aku sudah ingin mengubur dalam-dalam kejadian itu dan tak ingin berhubungan lagi dengan pria itu." Zaskia meyakinkan.
"Apa dia pernah berbuat buruk lagi setelah itu atau berhubungan denganmu lagi?"
DEG..
Pertanyaan Kendra sukses membuat Zaskia terpaku mendengarnya.
"Ti-dak, mas."
Ah baru saja ia ingin terbuka, tetapi untuk kali ini dirinya benar-benar takut. Ia dan Dafa pernah berhubungan saat dia mabuk di club waktu itu dalam keadaan tidak sadar.
Kendra cukup senang mendengar jawaban Kia, itu artinya Dafa masih menghormati dirinya sebagai seorang sahabat.
"Bagaimana dengan video itu? Apa masih ada? Jika iya, aku akan menyimpannya. Siapa tahu akan berguna di kemudian hari."
"Sebenarnya aku sudah ingin membakarnya. Tapi, karena saat itu aku benar-benar terpuruk dan kesehatanku melemah. Aku belum mengeluarkannya dari koper sepertinya." Zaskia mengingat-ingat.
Tania begitu bangga melihat suaminya mau berbesar hati menerima Zaskia kembali. Memang dia juga yang meminta Kendra untuk membawakan hadiah untuk Zaskia. Kendra memilih bunga lantaran kedua istrinya terciduk sama-sama menyukai bunga. Tentu saja, Kendrapun sudah memberikan buket bunga spesial untuk Tania sebelumnya.
__ADS_1