Jadi Simpanan Majikanku

Jadi Simpanan Majikanku
BAB 109


__ADS_3

Disisi lain, Tania mulai menikmati kehidupannya bersama keluarga Om Herman. Mereka memperlakukan keluarganya begitu baik. Ia dan adik-adiknyapun selalu diajak dalam hal kebaikan, mengerjakan sholat berjamaah, belajar mengaji dan mengikuti kajian-kajian.


Ada ketentraman sendiri yang ia rasakan dalam keluarga sederhana tersebut. Ia sendiri semakin akrab dengan Zahra lantaran mungkin usia mereka yang sepantaran. Bedanya Zahra masih gadis, sedangkan dirinya adalah wanita bersuami.


"Zahra kamu beruntung. Punya keluarga yang hangat, bisa menikmati masa muda dan bisa berkuliah seperti sekarang." Celetuk Tania saat gadis itu tengah bersolek dan memasang jilbabnya. Zahra memang gadis yang cantik dan anggun menurutnya.


Gadis itu tersenyum pada sepupunya.


"Semua orang memiliki versi bahagianya sendiri. Dan bahagia menurutku jika kita bisa mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan pada kita." jawabnya tenang.


"Kau benar. Mungkin aku terlalu sering mengeluh dan selalu merasa disisihkan. Terkadang akupun merasa ditakdirkan tidak untuk bahagia. Sejak dulu aku terbiasa bekerja membantu ibu untuk menghidupi adik-adikku. Aku berusaha menekan egoku demi kebahagiaan adik-adikku. Dan aku rasa, memang hidupku ini ditakdirkan untuk menekan kebahagiaanku demi kebahagiaan orang lain." ungkapnya datar.


"Hei, kau tidak boleh berbicara seperti itu. Bukan kau ditakdirkan untuk tidak bahagia. Hanya saja kebahagiaanmu sedang tertunda, yakinlah kau akan jauh lebih bersyukur jika nanti kebahagiaanmu itu tiba. " nasehat Zahra.


" Ya, semoga saja. Terima kasih sudah menyemangatiku." ungkap Tania mengembangkan senyumnya.

__ADS_1


"Oh ya. Bagaimana dengan suamimu? Kau juga beruntung karena menikah itu adalah ladang pahala bagi pasangan halal." Zahra kembali menasehati.


DEG..


Hati Tania mencelos rasanya mengingat suaminya disebut. Antara rindu, kesal dan marah masih saja menciptakan gemuruh dihatinya. Memang Zahra belum tahu akan masalah rumah tangganya, hanya pada Om Herman dan istrinya.


"Ah ya. Aku sangat mencintai suamiku, tetapi sepertinya cinta kami sedang diuji dengan jarak yang memisahkan." jawabnya sendu, Zahra hanya tahu jika suami Tania bekerja di luar kota.


"Kau tenang saja. Yang penting saling percaya dan saling mendo'akan dalam kebaikan. InsyaAlloh do'a yang baik dan tulus untuk pasangan diijabah Tuhan." Zahra kembali menyemangati.


Tania senyum-senyum sendiri menyingkapi pernyataan demi pernyataan yang diutarakan oleh Zahra.


"Aku sejujurnya masih ingin fokus kuliah dulu lalu bekerja. Tapi kalau jodohku ternyata sudah dekat, insyaAlloh aku akan menerimanya dengan lapang dada." jawab Zahra apa adanya.


"Memang kau ambil jurusan apa?" Tania penasaran.

__ADS_1


"Aku ambil jurusan fashion design. Aku ingin menjadi seorang desainer terutama pakaian muslimah." tutur Zahra.


Tania jadi berbinar mendengarnya.


"Wah, ternyata kita satu haluan. Rencananya aku ingin mengambil mata kuliah itu setelah melahirkan. Bisakah aku ikut belajar denganmu, aku ingin menambah wawasan sembari mengisi kesibukan disini."ungkap Tania bersemangat.


"Tentu saja. Kau boleh baca-baca buku-buku referensi milikku. Oh ya, ibuku juga sebenarnya membuka kursus jahit, beliau menyewa sebuah ruko kecil tak jauh dari sini. Kau bisa belajar dengan beliau juga jika mau." tambah Zahra.


Tania baru menyadari hal itu, ia pikir tante Wati sering keluar memang sedang bekerja tanpa Tania tahu apa pekerjaannya. Tania rasa tidak ada salahnya, besok ia ingin meminta izin kepada Tante Wati agar diperkenankan belajar menjahit dari beliau.


***


Kabar kurang baik sedang menimpa keluarga Kendra, setelah dilakukan operasi sepertinya tubuh Zaskia melakukan penolakan terhadap cangkok sumsum yang diterima.


Dokter masih memantau dan mengupayakan yang terbaik. Berharap ada keajaiban untuk kesembuhan Zaskia.

__ADS_1


"Maaf Tuan, sepertinya tubuh Nyonya Zaskia tidak bisa menerima produk darah yang didonorkan ke dalam tubuhnya. Nyonya Zaskia terindikasi terkena Graft Versus Host Disease (GVHD) dimana antibodi tubuh justru menyerang sumsum tulang yang telah didonorkan. Hal ini bisa berakibat fatal bagi keselamatan Nyonya Zaskia." ungkap Dokter turut berduka.


Kendra terduduk lemas mendengarnya, semua jalan telah ditempuh. Kini dirinya hanya mampu pasrah dan berserah diri kepada Sang Maha Pencipta. Berharap yang terbaik untuk Zaskia.


__ADS_2